3 Masalah Asmara yang Sebaiknya Tidak Diceritakan ke Orang Lain

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Saat hubungan asmara Anda dan kekasih sedang terguncang, Anda mungkin tidak tahan untuk cerita ke orang lain untuk mencari solusinya. Kadang, curhat ke teman atau anggota keluarga juga jadi jalan terakhir ketika sudah tidak tahan lagi menanggung sendiri. Namun, Anda tidak boleh sembarangan curhat masalah cinta ke orang lain, terlepas mereka adalah orang yang paling Anda percaya di dunia ini.

Ada beberapa masalah asmara yang seharusnya memang tidak boleh Anda ceritakan ke orang lain. Kenapa?

Tidak semua masalah cinta harus diceritakan ke orang lain

curhat masalah pernikahan pada teman dan keluarga

Curhat masalah cinta antara Anda dan pasangan ke keluarga atau teman tidak selalu akan membuat hubungan langsung jadi bahagia kembali. Apalagi bila terlalu sering meminta saran mentah-mentah tanpa dipikirkan kembali. Salah-salah, ini bisa menjadi bumerang bagi Anda.

Sebab, kebanyakan curhat yang Anda ceritakan hanyalah gambaran dari emosi dan versi cerita dari satu sisi saja, yaitu sisi Anda. Anda juga pastinya jarang menceritakan tentang kejelekkan atau kesalahan yang Anda buat, kan? Nah mau tidak mau, teman curhat Anda justru akan berpikiran bahwa pasangan Anda adalah orang yang jahat dan selalu membuat Anda sengsara. Alhasil, lingkungan tempat curhat Anda punya gambaran buruk tentang pasangan Anda.

Selain itu, teman curhat Anda lama-lama bisa mencampuri masalah Anda. Semakin mereka dimintai pendapat dan mengetahui masalah percintaan Anda, semakin seolah-olah mereka punya andil, peran, dan suara dalam hubungan Anda.

Beda ketika Anda meminta pendapat mengenai masalah cinta, dan Anda Anda sudah menyediakan pertimbangan sebelumnya.  Misal, ketika Anda bertengkar dengan pasangan, Anda menjelaskan secara umum dan meminta pendapat ke teman Anda, Contoh Anda bisa minta pendapat dengan memberikan pilihan saran “ Apa gue minta maaf duluan, ya? Habis itu gue jelasin ke dia baik-baik”, atau “ Apa gue ngga usah bilang apa-apa, ya? Biar dia sadar sendiri aja kelakuan dia yang nyebelin?”. 

Lebih baik memberikan pilihan saran daripada harus menanyakan mentah-mentah apa yang harus Anda lakukan apabila ada masalah dengan pasangan. Jangan terlalu sering curhat ke teman atau keluarga juga. Konsultasi ke konseling hubungan asmara atau ke psikolog merupakan cara tepat lain yang bisa Anda lakukan untuk memperbaiki hubungan asmara Anda.

Topik masalah cinta yang tidak boleh jadi bahan curhat

pasangan mengancam putus

1. Masalah yang menjatuhkan harga diri pasangan atau Anda

Sebelum curhat ke teman, pikirkan matang-matang, apa masalah yang Anda akan ceritakan bisa menjatuhkan harga diri pasangan atau tidak? Hindari bercerita tentang masalah seperti pasangan Anda yang kurang tegas dalam mengambil keputusan, masalah yang disebabkan oleh keluarga pasangan, atau masalah cinta karena mengungkit masa lalu.

Baiknya, tidak curhat hal-hal tersebut bahkan ke teman yang paling dekat sekalipun. Kebanyakan curhat masalah cinta tersebut, yang ada malah bikin harga diri pasangan jatuh di mata teman-teman Anda.

2. Masalah keuangan

Masalah keuangan, gaji, dan penghasilan, baiknya hanya disimpan rapat di antara Anda dan pasangan saja. Jangan terlalu sering curhat bahagia atau curhat mengeluh pada teman tentang masalah keuangan di dalam hubungan Anda. Keseringan curhat, yang ada Anda malah dianggap tidak bersyukur atau bahkan pamer, lho. 

3. Masalah ranjang

Bercerita masalah hubungan seksual di ranjang dengan teman dekat atau genk kesayangan memang selalu menjadi pembicaraan yang menarik. Menceritakan tentang posisi hubungan seksual favorit atau seberapa puas Anda di ranjang dengan pasangan baiknya tidak perlu terlalu diumbar.

Baiknya ceritakan yang umum-umum saja. Karena pastinya tidak semua teman Anda pandai menjaga rahasia masalah cinta Anda, kan? Anda juga tidak mau, bukan, kehidupan Anda di ranjang dibahas keluar dan jadi bahan gunjingan orang lain?

Baca Juga:

Yang juga perlu Anda baca