Kenapa Kita Suka Tanpa Sadar Menghela Napas Saat Merasa Stres?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 26/12/2019
Bagikan sekarang

Pernahkah menyadari ketika pikiran sedang lelah atau dibebani stres, entah itu karena pekerjaan di kantor atau masalah rumah, kita suka tiba-tiba menghela napas panjang? Menghela napas sebetulnya merupakan respon atau refleks normal yang dimotori alam bawah sadar tubuh saat kita sedang stres. Namun, apa yang memicunya?

Menghela napas panjang tanda sedang stres

Menghela napas merupakan salah satu cara tubuh untuk melampiaskan dan meredakan emosi dalam waktu cepat. Karl Halvor Teigen, dosen psikologi di Universitas Oslo, menyebutkan dalam Prevention, menghela napas sejak zaman dulu sudah diartikan sebagai tanda kekecewaan, kekalahan, frustasi, bosan, kekesalan, sampai kerinduan. 

Menghela napas panjang terlalu sering juga sangat berkaitan dengan depresi. Menurut Normal Breathing, menghela napas secara berlebihan menandakan seseorang sedang berada di bawah tekanan berat, penyakit kardiovaskular, gangguan saraf, dan gangguan pernapasan.

Hal senada juga disampaikan oleh penelitian dari University of Leuven. Penelitian ini menyebutkan bahwa menghela napas merupakan bentuk ekspresi frustasi dan kekesalan saat sedang stres atau kelelahan. Mereka meneliti pola pernapasan peserta yang sedang stres selama 20 menit, dan menemukan orang-orang tersebut cenderung refleks bernapas sangat lambat atau bahkan jadi sangat cepat.

Perubahan pola napas saat stres ini dapat memicu kita merasa sesak dan sulit bernapas lega. Saat dihadapkan pada situasi yang memicu stres, otak Anda akan merangsang produksi hormon stres kortisol dan adrenalin untuk meningkatkan denyut jantung dan aliran darah menuju organ-organ penting. Laju napas Anda juga akan meningkat drastis untuk mencukupi kebutuhan oksigen seluruh tubuh dengan cepat.

Namun di waktu yang berbarengan, hormon stres akan mempersempit otot-otot saluran pernapasan dan pembuluh darah patu-paru. Akibatnya, pola pernapasan Anda menjadi tidak efektif karena Anda cenderung menarik napas dengan pendek dan cepat, bukan perlahan dan dalam seperti pada kondisi normal. Perubahan ini akhirnya membuat Anda sesak napas.

Menghela napas merupakan cara menenangkan diri saat stres

Ketika manusia merasa stres, paru-paru akan menjadi kaku sehingga pertukaran gas yang masuk dan keluar tubuh jadi kurang optimal. Nah, melansir dari The Guardian, menghela napas merupakan refleks untuk menjaga fungsi paru-paru tetap optimal dan menopang keberlangsungan hidup manusia.

Menurut Psychology Today, secara alamiah otak akan mengirimkan sinyal ke seluruh tubuh yang menandakan kelelahan. Sinyal “capek” tersebut kemudian memicu paru-paru Anda untuk menarik napas dalam-dalam agar pasokan oksigen tetap terjaga. 

Jack Feldman, Profesor Neurobiologi di UCLA menjelaskan lewat Prevention bahwa setiap helaan napas adalah sesuatu yang normal. Alasannya, paru-paru manusia dipenuhi oleh ratusan juta alveoli yang Feldman gambarkan sebagai balon kecil mengembang setiap Anda menarik napas. 

Alveoli ini bertugas menyalurkan oksigen ke darah, kemudian dipompa oleh jantung ke seluruh tubuh. Balon-balon atau gelembung kadang bisa luruh ketika Anda tidak menghela napas.

Ketika tubuh menghela napas kembali, gelembung ini akan terangkat kembali seperti balon yang ditiup. Menghela napas panjang saat stres dan lelah membantu paru-paru membuka semua gelembung tersebut agar terbuka kembali.

Masuknya oksigen baru untuk menggantikan karbon dioksida yang keluar saat kita menarik napas dapat memperlambat detak jantung dan menurunkan atau menstabilkan tekanan darah. Kemudian saat kita menghembuskan napas, alveoli atau kantung udara paru-paru meregang dan menciptakan rasa lega.

Pada akhirnya, Anda dapat bernapas lebih lega saat stres sehabis menghela napas panjang. Hal ini telah dikaitkan dengan tingkat stres yang lebih rendah.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

Daftar Makanan yang Direkomendasikan dan yang Harus Dibatasi Penderita Asma

Tidak banyak yang tahu bahwa apel dan pisang termasuk makanan terbaik untuk penderita asma, tapi tidak dengan kubis atau kol. Kenapa bisa begitu?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Strategi Jitu Agar Lebih Terbiasa Bernapas Lewat Hidung

Terbiasa bernapas dengan hidung adalah hal yang baik untuk kesehatan Anda. Mengapa demikian dan bagaimana cara agar dapat memaksimalkan fungsi hidung?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi

Setelah Berhenti Merokok, Kenapa Napas Jadi Terasa Sesak?

Berhenti merokok bisa menimbulkan efek samping, seperti sesak napas. Kok bisa sesak napas saat berhentu merokok? Lantas, bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji

Adrenal Fatigue, Kondisi yang Diduga Membuat Anda Selalu Kelelahan

Ada banyak masalah kesehatan yang menyebabkan tubuh kelelahan, salah satunya adalah dugaan adanya adrenal fatigue. Lantas, kondisi apakah ini sebenarnya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji

Direkomendasikan untuk Anda

stres menangani kabar buruk

Stres Ternyata Membuat Seseorang Menerima Berita Buruk dengan Berbeda

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 04/06/2020
didi kempot meninggal

Didi Kempot Tutup Usia Diduga Kelelahan, Bagaimana Hingga Jadi Fatal?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 05/05/2020
mengatasi stres karena phk

Begini Cara Mengatasi Stres Karena PHK Akibat dari Pandemi COVID-19

Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 04/05/2020
Kanker paru

Apa Itu Kanker Paru?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 16/01/2020