5 Cara Berdamai Dengan Rasa Malu yang Membelenggu

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 7 Februari 2018 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Semua orang pasti pernah merasa malu. Dari yang sederhana seperti malu karena melakukan kesalahan sepele hingga malu karena ada hal penting yang mencoreng identitas atau nama baik Anda di luar sana.

Karena setiap orang pernah mengalaminya, bukan berarti rasa ini akan selamanya mengendap dalam diri. Hal ini harus dicegah, dan perasaan malu karena hal tertentu harus dilupakan agar tidak memengaruhi diri Anda ke depannya. Bagaimana cara berdamai dengan perasaan malu?

Apa yang sebenarnya dimaksud dengan rasa malu?

Ada tiga jenis rasa malu yang mungkin kita rasakan. Yang pertama adalah malu karena melakukan kesalahan yang sebenarnya tidak salah secara moral atau norma sosial. Misalnya jatuh tersandung di depan umum atau salah kostum. Sedangkan rasa malu yang kedua bisa muncul ketika Anda melakukan sesuatu yang dianggap menyalahi moral, kode etik, atau norma sosial . Misalnya Anda tahu bahwa rekan kerja Anda menggelapkan uang perusahaan, tapi Anda tidak berbuat apa-apa untuk menghentikannya.  

Rasa malu yang ketiga sebenarnya lebih kepada keinginan untuk membaur seperti orang-orang di sekitar, tapi tidak bisa karena dirinya memang berbeda. Contohnya adalah seorang pasien kanker yang rambutnya rontok karena kemoterapi. Ia mungkin merasa malu di sekolah karena penampilannya berbeda dengan teman-temannya.

Malu bisa ditandai juga secara fisik, antara lain dengan wajah yang memerah, mata terbelalak kaget akibat malu. Perasaan ini juga menghasilkan keinginan untuk bersembunyi, menghilang, atau parahnya bahkan ingin bunuh diri.

Bagaimana cara berdamai dengan rasa malu?

Sebenarnya rasa malu berguna untuk mencegah seseorang melakukan hal-hal yang melenceng dari norma dan nilai sosial. Akan tetapi, terus-terusan tenggelam dalam rasa malu tidak akan membantu Anda untuk melanjutkan hidup.

Karena itu, Anda perlu berdamai dengan rasa malu tersebut. Meskipun memang tidak mudah, Anda bisa menerapakan lima langkah berikut ini.

1. Perhatikan apa yang memicu rasa malu datang

Pertama, coba evaluasi dan tulis apa saja yang membuat Anda merasa malu. Ini mungkin sulit pada awalnya, karena tidak dipungkiri kalau Anda juga malu untuk mengingat dan mengungkapkannya pada diri sendiri.

Pahami dengan dalam mengapa Anda merasa malu, bisakah rasa malu itu dihilangkan, apa yang bisa membuat Anda tidak malu lagi, serta bagaimana mengantisipasi diri agar tidak semakin malu. Begitu Anda tahu apa yang membuat Anda malu, Anda bisa mulai mempelajai pemicunya dan memecahkan kegelisahan Anda ini.

2. Ubah pikiran Anda

Terkadang, pikiran negatif bisa menjadi racun bagi rasa malu yang sudah Anda miliki. Dengan terus menerus berpikir negatif seperti, “ Apa kata orang-orang soal saya nanti?” atau, “Bagaimana kalau saya dicap sebagai orang memalukan seumur hidup?” Anda bisa menenggelamkan diri dalam pikiran negatif. Pikiran ini tidak akan membuat diri Anda jadi lebih baik. Yang ada malah makin malu dan terpuruk.

Tugas Anda adalah mengolah perasaan malu dengan menantang pemikiran Anda sendiri. Misalnya Anda malu karena harus mengulang banyak mata kuliah di semester depan. Daripada merasa malu dan tidak semangat belajar, tantang diri Anda sendiri. Misalnya dengan berkata, “Aku memang harus mengulang beberapa mata kuliah, tapi di semester ini aku bakal lebih semangat dan rajin. Lagipula, tidak mengulang mata kuliah bukan jaminan pasti cepat lulus dan sukses.” 

3. Terima diri, kalau Anda memang merasakan malu

Tidak ada yang ingin merasa malu atau dipermalukan. Namun, ketika itu terjadi, Anda tidak bisa menghapusnya begitu saja dari ingatan. Hal pertama yang wajib Anda lakukan adalah menerima kalau rasa malu itu memang Anda rasakan. Anda tidak boleh menyangkal dan menganggap diri Anda baik-baik saja.

Anda harus menerima rasa malu tersebut untuk bisa melawannya. Dengan mengakui perasaan Anda, Anda juga bisa menjadi orang yang kembali percaya diri dan positif. Penerimaan diri sendiri ini lebih penting ketimbang harus terus-menerus menutupi rasa malu yang Anda punya.

4. Jauhi orang-orang yang membuat rasa malu Anda muncul kembali

Memang menyebalkan bila masih saja ada orang-orang yang terus mengingatkan Anda soal hal memalukan yang sudah terjadi. Jika masih ada orang yang seperti itu, atau sengaja menyinggung supaya Anda tambah malu, ada baiknya hindari orang-orang “beracun” tersebut.

Anda punya hak untuk memilih siapa yang akan berada di sekeliling Anda dan siapa yang tidak. Kelilingi diri Anda dengan orang-orang yang mendukung, memahami, dan mencintai Anda. 

5. Memaafkan diri sendiri

Mengikhlaskan hal, orang, atau kejadian yang membuat diri malu, merupakan cara jitu yang bisa Anda lakukan untuk mendamaikan diri dari perasaan malu. Seperti yang telah disinggung di atas, setiap orang punya salah dan pernah merasa malu. Lalu, untuk apa Anda menjadi orang yang terpuruk dalam rasa malu? 

Satu atau dua kejadian yang memalukan tidak akan menjadi vonis seumur hidup terhadap identitas dan hidup Anda. Maka, lebih baik bangkit, maafkan kesalahan yang pernah Anda lakukan, dan sekarang fokus untuk memperbaiki diri.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy

Yang juga perlu Anda baca

Alasan Psikologis Mengapa Korban KDRT Susah Lepas dari Jeratan Pasangan

Bagi korban KDRT, meninggalkan pasangan yang abusive tak semudah itu. Ini dia alasan korban KDRT bertahan meski hubungannya sarat kekerasan dan kekejaman.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

7 Rahasia Menghindari Perceraian dalam Rumah Tangga

Perceraian memang bukan sesuatu yang tabu. Tapi keutuhan rumah tangga adalah cita-cita banyak orang. Bagaimana cara menghindari perceraian?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Psikologi, Seks & Asmara 22 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

5 Masalah Seks yang Paling Mengganggu Pria (Plus Cara Mengatasinya)

Meski tampaknya selalu bersemangat soal urusan di ranjang, ada banyak juga masalah seks yang dapat mengganggu pria. Yuk, ketahui apa saja!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Pekerjaan Rumah Tangga Ini Dilarang Bagi Ibu Hamil

Meski sedang hamil, ibu tetap direpotkan untuk melakukan pekerjaan rumah. Namun, apakah semua pekerjaan rumah tangga saat hamil aman untuk dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

proses inflamasi

Proses Inflamasi Ternyata Penting Bagi Tubuh, Begini Mekanismenya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
Penyebab sakit pinggang

Cari Tahu Gejala, Penyebab dan Pengobatan untuk Sakit Pinggang

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit
makanan pedas atasi migrain

Benarkah Makanan Pedas Bisa Mengatasi Sakit Kepala Migrain?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 26 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
arti warna dahak

Warna Dahak Merah, Hijau, Atau Hitam? Cari Tahu Artinya di Sini

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 26 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit