5 Langkah Sederhana untuk Memaafkan Orang yang Dibenci

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 31 Januari 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Memaafkan bukanlah hal yang mudah, apalagi ketika melibatkan orang yang dibenci. Seluruh proses ini akan menguras waktu, energi, serta pikiran Anda. Terlebih lagi saat kenangan buruk yang pernah Anda alami kembali terbayang. Tidak perlu terburu-buru, simak informasi berikut untuk mengetahui langkah-langkahnya.

Cara memaafkan orang yang Anda benci

saling memaafkan

Wajar bagi Anda untuk merasa marah ataupun menyimpan dendam setelah mendapat perlakuan buruk. Ini adalah suatu bagian yang normal dari emosi manusia dan Anda tidak harus memaksakan diri untuk menghilangkannya dengan segera.

Luka emosional mungkin bertahan, tapi memaafkan adalah langkah yang baik untuk memulihkan diri dari rasa sakit. Melansir laman Good Therapy, hal ini akan memberikan rasa  bahagia serta menjauhkan Anda dari stres, depresi, dan rasa cemas.

Jika memaafkan orang yang dibenci masih terasa begitu sulit, coba awali dengan cara berikut:

1. Memahami makna memaafkan

Memaafkan memiliki makna tersendiri bagi tiap orang. Namun, perilaku ini umumnya diartikan sebagai tindakan untuk melepas segala amarah dan keinginan balas dendam. Memaafkan adalah proses untuk membebaskan diri dari amarah yang menjerat Anda.

Selain itu, memaafkan tidak berarti menerima orang tersebut seolah tidak pernah terjadi apa pun. Tanamkan pada diri Anda bahwa memaafkan tidak sama dengan:

  • memaklumi setiap perbuatannya di masa depan
  • melupakan hal buruk yang pernah terjadi
  • memberitahunya bahwa Anda sudah memaafkan
  • menganggap semuanya baik-baik saja dan tidak ada yang perlu diperbaiki
  • menghilangkan seluruh emosi negatif Anda
  • melibatkannya kembali dalam hidup Anda

2. Mengakui hal buruk telah terjadi

Untuk dapat memaafkan orang yang dibenci, Anda perlu mengakui dahulu bahwa hal buruk memang telah terjadi. Terimalah setiap emosi yang Anda alami dan biarkan mengalir secara alamiah, baik yang bersifat positif maupun negatif.

Orang terkadang menyangkal peristiwa buruk yang ia alami untuk menghindari emosi negatif. Padahal, tindakan ini malah akan memupuk amarah dan membuat dendam semakin dalam. Menerimanya adalah langkah awal untuk move on.

3. Pikirkan apa yang berkembang dari diri Anda

Setiap peristiwa, tempat baru, bahkan orang yang Anda benci memberikan pelajaran baru dan membuat Anda kian berkembang. Coba pikirkan kembali, apa yang orang ini renggut dari Anda dan bagaimana caranya mendapatkan hal tersebut kembali.

Agar bisa memaafkan orang yang dibenci, pikirkan pula pelajaran apa yang Anda ambil dari insiden dengannya. Misalnya, Anda kini lebih berhati-hati dalam membantu orang, lebih waspada dalam menyimpan barang berharga, bisa berkomunikasi dengan baik, dan sebagainya.

4. Melihat kembali sosok orang yang Anda benci

Pada tahap ini, mungkin masih ada amarah yang tersisa dalam diri Anda. Hal ini tidak jadi masalah asalkan Anda menyadarinya. Namun, coba pikirkan kembali alasan Anda membenci orang ini dan mengapa ia melakukan sesuatu yang buruk kepada Anda.

Seseorang terkadang berbuat buruk karena tidak menyadari bahwa hal tersebut keliru. Bagaimanapun, orang yang Anda benci adalah manusia yang tak luput dari kesalahan. Jika Anda sudah memikirkan ini, berarti Anda sudah selangkah lebih dekat menuju kata maaf.

5. Memutuskan apakah kini saatnya memaafkan

Anda telah melewati banyak tahap untuk memaafkan orang yang dibenci. Kini saatnya memutuskan Anda akan memaafkannya atau masih memerlukan waktu. Jangan terburu-buru. Biarkan pikiran dan hati Anda bekerja sama untuk membuat keputusan.

Bila Anda memaafkan dengan ikhlas tapi tidak ingin memberitahunya, tidak masalah. Simpan baik-baik dalam diri hingga Anda merasa damai. Jika tidak, semuanya kembali pada diri Anda. Tenangkan diri, bermeditasi, atau menulislah dalam jurnal bila perlu.

Anda tidak perlu memaksakan diri untuk memaafkan orang lain, sebab memaafkan adalah proses yang panjang. Memaafkan ataupun tidak, ambillah keputusan terbaik yang akan membuat Anda belajar dan merasa lebih damai.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Masih Terbayang-bayang Trauma Masa Lalu? Ini yang Mesti Dilakukan

Trauma di masa lalu memang akan terus mengganggu hidup Anda jika tidak diatasi. Oleh karena itu, berikut hal-hal yang perlu diperhatikan untuk mengatasinya

Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Psikologi 16 Mei 2019 . Waktu baca 6 menit

3 Trik Menata Emosi yang Memuncak Saat Bertengkar Dengan Pasangan

Tidak ada hubungan asmara yang bebas dari pertengkaran antar kedua pasangan. Agar kondisi tidak semakin runyam, yuk, pahami cara mengendalikan emosi diri!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 2 Februari 2019 . Waktu baca 3 menit

Benarkah Dengan Makan Cokelat Saja Bisa Bikin Mood Membaik?

Setiap orang bisa mengalami mood buruk, kapan saja dan di mana saja. Namun, apakah perubahan suasana hati bisa diperbaiki hanya dengan makanan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Psikologi 23 November 2018 . Waktu baca 5 menit

Sering Ribut dengan Ipar Atau Mertua? 3 Hal Ini Mungkin Penyebabnya

Anda mungkin merasa tidak akur dan sering bertengkar dengan ipar atau mertua. Sebenarnya, apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Seks & Asmara 18 Oktober 2018 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

optimis dan toxic positivity

Jangan Salah, Ini Bedanya Sikap Optimis dan Toxic Positivity

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 3 Mei 2020 . Waktu baca 6 menit
melerai anak bertengkar di rumah karena bosan

Begini Caranya Melerai Anak yang Kerap Berkelahi saat Karantina di Rumah

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 22 April 2020 . Waktu baca 6 menit
cara melerai anak bertengkar

4 Cara Melerai Si Anak yang Bertengkar Dengan Temannya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 20 November 2019 . Waktu baca 4 menit
depresi menular

Jika Orang Terdekat Mengalami Depresi, Bisakah Menular Kepada Anda?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 24 Oktober 2019 . Waktu baca 4 menit