Apa Dampaknya Bila Terlalu Sering Menyalahkan Diri Sendiri?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 13 April 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Hampir semua orang mungkin pernah dirundung perasaan ingin menyalahkan diri sendiri. Biasanya perasaan ini muncul ketika Anda telah lalai atau ketika hal-hal yang terjadi tidak sesuai dengan apa yang telah Anda usahakan. Meski terkadang bisa membantu Anda dalam menyadari hal-hal yang harus diperbaiki, terlalu sering menyalahkan diri juga tidak akan memberikan dampak yang baik.

Mengapa orang-orang kerap menyalahkan dirinya sendiri?

tidak pantas sukses

Sebagian orang cenderung memiliki integritas dan kejujuran tinggi serta mau mengakui ketika telah melakukan kesalahan.

Selain menjadi lebih bertanggung jawab, sikap tersebut juga akan mengurangi kemungkinan munculnya konflik lebih besar pada orang lain yang akan berakibat saling menyalahkan. Lebih jauh lagi, ia bahkan akan menyalahkan dirinya sendiri.

Namun, bukan berarti kebiasaan menyalahkan diri sendiri selalu dibenarkan. Jika tidak segera diatasi, kebiasaan ini akan terus muncul dan menjadi refleks setiap saat bahkan ketika ia tidak sepenuhnya terlibat dalam peristiwa tersebut.

Menurut para ahli, ada kelompok-kelompok yang cenderung sering terjebak dalam perasaan bersalah. Kelompok tersebut terdiri dari orang-orang dengan masalah obsesif yang punya keyakinan bahwa mereka harus melakukan segalanya dengan sempurna.

Dua di antaranya adalah para korban kekerasan yang terus merasa bahwa mereka pantas menerima hal-hal buruk serta orang-orang yang mengalami depresi.

Walau demikian, ada juga yang melakukannya atas tujuan manipulatif. Entah untuk membuat orang lain mengaku bersalah atau hanya untuk merasa bahwa dirinya memilki tingkat moralitas lebih tinggi.

Dampak terlalu sering menyalahkan diri sendiri

rasa malu

Terlalu sering menyalahkan diri sendiri dapat memberikan dampak yang tidak baik untuk hidup Anda, terutama jika Anda tidak mengalami kondisi tertentu.

Ketika sudah terjebak dalam kebiasaan ini, Anda akan menghindari situasi yang memungkinkan Anda untuk melakukan sebuah kesalahan. Bukan tak mungkin jika setelahnya Anda akan cenderung main aman dan jadi ragu untuk melakukan sesuatu seperti memulai hal yang baru.

Tidak hanya menghambat Anda untuk melangkah maju, kebiasaan ini juga tidak akan memberi Anda kesempatan untuk berkembang menjadi lebih baik.

Dengan menyalahkan diri sendiri, Anda sama saja telah meragukan kemampuan yang Anda miliki. Terlalu sering merasa bersalah membuat Anda selalu merasa bahwa Anda tak cukup mumpuni untuk memikul tanggung jawab yang lebih besar.

Lama kelamaan, kebiasaan ini juga yang akan membuat Anda merasa tak berdaya.

Selain itu, kebiasaan menyalahkan diri sendiri ternyata dapat memberikan dampak buruk terhadap kesehatan tubuh Anda. Hal ini dibuktikan pada sebuah penelitian oleh sekelompok tim dari Universitas California.

Penelitian dilakukan untuk melihat bagaimana opini terhadap diri sendiri dapat berpengaruh terhadap sistem imunitas tubuh.

Ditemukan bahwa para peserta yang memiliki rasa malu dan terhina akibat menyalahkan diri sendiri memiliki peningkatan siginifikan pada aktivitas sitokin dalam tubuhnya.

Sitokin merupakan tanda-tanda peradangan yang mengindikasikan bahwa suatu penyakit mungkin sedang dalam proses kemunculan.

Mary Turner, PhD, seorang psikolog klinis, mengatakan ketika seseorang menerima pesan negatif tentang dirinya, baik dari orang lain maupun secara internal, mereka akan merasa buruk dan tidak berdaya untuk bisa melakukan perubahan.

Perasaan tersebut sering disertai dengan rasa malu yang jika tidak segera diatasi akan menghasilkan tingkat hormon stres yang tinggi.

Bagaimana caranya agar tidak terlalu sering menyalahkan diri sendiri?

mencintai diri sendiri

Baik ketika benar-benar melakukan kesalahan maupun ketika menghadapi tekanan, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi frekuensi menyalahkan diri sendiri. Berikut caranya.

  • Melakukan apa yang harus dilakukan. Berdiam dan terus menyalahkan diri tidak akan mengubah situasi yang telah terjadi. Sebaiknya, Anda mulai melakukan sesuatu yang bisa membuat keadaan lebih baik. Alih-alih takut, setiap Anda ragu ketika ingin mencoba, tanamkan kepada pikiran bahwa Anda bisa melakukannya.
  • Lihatlah peristiwa ini lewat gambaran lebih besar. Ada kalanya kita melalui kegagalan sebelum mencapai tujuan yang besar. Daripada menyalahkan sendiri, cobalah untuk melihat hikmahnya. Pikirkan lagi hal-hal yang bisa Anda pelajari dari kegagalan yang dialami agar tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan. Poin pentingnya adalah Anda tidak terlalu terlarut dalam perasaan bersalah dan berusaha melakukan yang terbaik agar Anda bisa terus berkembang.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber