5 Langkah Memaafkan untuk Hidup Lebih Ikhlas dan Mental Lebih Sehat

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Sebuah studi pada tahun 2014 yang diterbitkan oleh Journal of Consulting and Clinical Psychology mengatakan, seseorang yang sedang merasakan, kebencian, sakit hati, dendam menahun, atau segala yang berhubungan dengan luka emosional di masa lalu masih bisa diobati dengan melakukan “terapi memafkan”.

Apa itu terapi memaafkan?

Terapi memaafkan adalah sebuah latihan serta cara untuk ikhlas terhadap masalah dan luka emosional, yang telah digunakan sejak tahun 1980. Praktik penggunaannya meningkat sampai tahun 1990, dan dapat diadaptasi sebagai bagian dari setiap psikoterapi tradisional, selama tetap mengikuti persyaratan dan langkah-langkah yang dianjurkan.

Bagaimana cara memaafkan dengan menerapkan terapi ini?

Nathaniel Wade, seorang profesor psikologi di Iowa State University meneliti 54 kasus psikoterapi dengan masalah seputar luka batin, luka traumatis, pengkhianatan, bahkan penghinaan sekalipun. Wade menemukan hasil baik ketika orang-orang yang mengalami pengalaman tersebut mengikuti sesi “terapi memafkan” yang dilakukan oleh ia dan timnya.

Hasil yang didapat para peserta setelah mengikuti terapi tersebut yaitu bisa mengurangi adanya kecemasan, depresi dan bahkan meningkatkan harapan hidup untuk masa depan. Selain itu, terapi individual lebih efektif hasilnya daripada terapi kelompok. Berikut merupakan contoh tahapan yang bisa diikuti:

1. Komitmen dan yakin untuk mau melepaskan beban di hati

Cara memaafkan yang pertama adalah perlunya membuat komitmen untuk melepaskan semua masalah yang selama ini membuat hati Anda tidak tenang. Agar tidak kembali menghidupkan rasa sakit masa lalu, berhentilah untuk memikirkan dan menceritakan masalah tersebut pada orang lain.

2. Ungkapkan perasaan Anda

Anda masih boleh, kok, untuk mengungkapkan rasa sakit yang dirasakan. Lakukan dengan menggunakan batas kesadaran yang tinggi. Biasanya, orang-orang melampiaskan perasaan yang dibendung menggunakan media-media tertentu, contohnya seperti bercerita dengan sahabat, menulis diary, atau bahkan dengan sekadar menulis surat tanpa tujuan mengirim. Melakukan hal tersebut juga akan membantu Anda memahami diri dan luka yang sedang Anda rasakan.

3. Fokus saja dengan masa depan

Memang tidak enak rasanya kalau batin terus menerus dihantui sakit hati yang tidak berkesudahan. Tapi, sampai kapan Anda mau seperti ini? Toh, orang yang menyakiti Anda belum tentu memikirkan perasaan Anda juga, kan? Anda pun perlu bertanggung jawab atas kebahagiaan diri sendiri, dan tidak mengharap datangnya bahagia dari orang lain. Tidak ada yang bisa mengembalikan waktu di kejadian masa lalu, yang bisa Anda lakukan adalah menjadikan hari ini menjadi hari terbaik di hidup Anda.

4. Berhenti menyalahkan orang lain

Berhentilah untuk menganggap diri Anda adalah seorang protagonis yang menjadi korban. Pasti ada saja kenangan masa lalu yang mampir muncul sewaktu-waktu. Tenang, yang harus Anda lakukan adalah mengakui. Dengan mengakui bahwa itu pernah terjadi, tandanya Anda sudah hampir mencapai tahap mengikhlaskan.

Ini saatnya untuk berlapang dada untuk bisa menerima diri untuk tidak lagi menyalahkan siapa saja ataupun keadaan. Ketika Anda menyalahkan orang lain, itu berarti menandakan bahwa rasa sakit Anda adalah identitas diri Anda yang sekarang. Setelahnya, jangan lupa untuk menyadarkan diri bahwa Anda sudah berada di posisi sekarang, yang mana latihan dan cara untuk ikhlas hampir berhasil Anda taklukan.

5. Maafkan mereka dan maafkan diri sendiri

Kita mungkin tidak perlu melupakan perilaku buruk orang lain, tapi nyatanya tiap orang berhak untuk dimaafkan, begitupun sebaliknya dengan Anda. Terkadang, banyak orang yang terjebak dalam rasa sakit hari, keras kepala,  dan merasa tidak bisa memaafkan. Nyatanya itu sia-sia dan merugikan diri sendiri.

Memaafkan bukanlah tanda bahwa Anda lemah. Sebaliknya, ini hanyalah sebuah isyarat nyata  yang menyatakan bahwa Anda mengakui kalau seseorang menyakiti diri Anda, tapi Anda ingin memiliki kemajuan dalam hidup tanpa memikirkan hal itu lagi. Selain sebagai sebuah cara untuk ikhlas, memaafkan juga bertujuan untuk berempati dengan orang lain, dan mencoba melihat sesuatu dari sudut pandang mereka.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

Kenapa Cuaca Dingin Bikin Rematik Kumat dan Bagaimana Mengatasinya?

Istilah 'dingin sampai menusuk tulang' bisa terjadi pada penderita rematik Nyeri sendi akibat rematik kambuh bisa disebabkan oleh cuaca, bagaimana bisa?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 24 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Terapi Urine dengan Minum Air Kencing, Benarkah Efektif?

Terapi urine dengan minum air kencing yang terdengar menjijikkan telah dipercaya sejak berabad-abad lalu. Apakah manfaatnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Urologi, Kandung Kemih 23 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Benarkah Terlalu Sering Minum Paracetamol Sebabkan Gangguan Pendengaran?

Hati-hati jika Anda sering minum obat penghilang nyeri, seperti paracetamol. Efek samping paracetamol berlebihan dapat menimbulkan gangguan pendengaran.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 23 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Alergi Paracetamol

Paracetamol sering diresepkan untuk merdakan demam dan nyeri. Tapi tahukah Anda bahwa ada orang yang alergi obat paracetamol?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 22 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

ensefalopati uremikum

Ensefalopati Uremikum, Komplikasi Gangguan Ginjal yang Menyerang Otak

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit
hubungan suami istri terasa hambar

3 Hal yang Membuat Seks Tidak Lagi Terasa Memuaskan, dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 4 menit
melihat bullying

5 Hal yang Harus Anda Lakukan Ketika Menyaksikan Bullying

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit
kencing berdiri

Apakah Posisi Kencing Berdiri Berbahaya untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit