Begini Trik Cerdik Mengakali Makanan yang Digoreng Supaya Lebih Sehat

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 9 September 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Hampir setiap orang mungkin pernah makan makanan yang digoreng, setidaknya sekali saja. Memang, makanan yang digoreng punya rasa yang lebih lezat dan gurih. Ini yang membuat banyak orang suka makan gorengan. Namun terlalu sering makan gorengan katanya bisa bikin tubuh jadi gemuk. Sebenarnya, apakah semua makanan yang digoreng sudah pasti tidak sehat? Adakah cara supaya gorengan tersebut jadi lebih sehat? Simak jawabannya di sini.

Tidak semua makanan yang digoreng sama, tergantung dengan proses memasaknya

Tak semua makanan yang digoreng dimasak dengan proses yang sama. Ada dua jenis teknik menggoreng, yaitu:

  • Teknik deep frying, yaitu menggoreng makanan menggunakan minyak banyak. Teknik ini membuat makanan tercelup ke dalam minyak panas.
  • Teknik shallow frying, yaitu teknik yang menggunakan minyak dikit. Biasanya teknik ini membutuhkan waktu lebih lama untuk bisa bikin makanan matang ketimbang teknik deep frying.

Makanan yang digoreng telah punya cap yang buruk, karena bisa menyebabkan timbulnya penyakit kronis seperti jantung. Ya, memang telah banyak penelitian yang membuktikan hal tersebut.

Semua makanan yang digoreng cenderung memiliki kandungan kalori yang lebih tinggi ketimbang makanan yang tak digoreng. Jadi akan sangat mudah membuat tumpukan lemak menebal dan akhirnya berat badan pun naik.

Teknik menggoreng juga memengaruhi kandungan kalori yang ada di dalam makanan. Makanan yang digoreng dapat menyerap minyak sebanyak 2-13 gram per 100 gram makanan yang mentah, seperti misalnya daging, ikan, kentang, bahkan hingga sayuran.

Tidak hanya itu, kandungan lemak trans dan lemak jenuh pada gorengan ternyata juga dapat meningkatkan kadar kolesterol buruk anda dan meningkatkan risiko anda terkena penyakit jantung.

Teknik deep frying cenderung menghasilkan makanan yang lebih tinggi kalori ketimbang shallow frying, karena metode ini membuat makanan menyerap lebih banyak minyak. Semakin banyak minyak yang diserap, makin banyak pula lemak dan kalori yang Anda dapatkan.

Tak masalah jika sesekali makan makanan yang digoreng

Meski predikat makanan yang digoreng sudah buruk tapi sebenarnya tak masalah jika Anda ingin sesekali makan makanan yang digoreng. Makanan ini juga tak sejahat yang Anda pikirkan, karena kandungan vitamin B1, B2, B6 dan vitamin C dalam makanan tersebut cenderung bertahan, tak seperti ketika Anda mengukus atau merebus. Asalkan Anda bisa mengendalikan dan membatasi diri, maka sah-sah saja jika mau makan gorengan sesekali.

Mungkin terkadang Anda merasa sangat ingin makan makanan yang digoreng. Jika sedang ngidam seperti itu, Anda bisa kok mengakali makanan tersebut jadi lebih sehat, sehingga Anda tak merasa begitu bersalah ketika memakannya.

Untuk dapat membuat camilan gorengan Anda menjadi lebih sehat, ada beberapa tips yang bisa Anda lakukan:

Pilih minyak dengan smoke point tinggi

Smoke point sendiri merupakan istilah yang digunakan untuk menunjukkan pada suhu berapa minyak akan dipecah. Semakin tinggi kadarnya, ternyata semakin baik, karena Anda dapat memasak dengan lebih cepat dan lebih sedikit pula minyak yang akan diserap.

Salah satu minyak yang memiliki kadar smoke point yang tinggi adalah minyak canola, jadi tidak ada salahnya bila anda ingin mencoba menggoreng menggunakan minyak tersebut.

Pilih minyak dengan kandungan lemak tak jenuh

Anda juga dapat mencoba menggunakan minyak yang mengandung lemak tak jenuh, karena jenis lemak ini baik bagi tubuh anda. Beberapa contoh minyak yang mengandung lemak jenis ini, yaitu minyak canola, minyak jagung dan sunflower oil.

Jangan gunakan minyak berulang kali

Jangan sampai Anda menggunakan minyak goreng berkali-kali. Maksimal penggunaan minyak yang sehat adalah 2 kali saja. Lebih dari itu, minyak Anda sudah mengandung lemak trans yang tinggi dan ini yang membuat Anda berisiko alami penyakit kronis.

Hindari menggoreng makanan dalam waktu yang lama

Jangan menggoreng makanan terlalu lama karena dapat menurunkan kandungan nutrisi pada makanan. Bahkan, makanan yang digoreng terlalu lama, atau pada suhu yang terlalu tinggi, hingga gosong, ternyata dapat berbahaya bagi kesehatan anda.

Pasalnya, semakin gelap dan gosong makanan tersebut, maka semakin tinggi kandungan acrylamide. Pada mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik, mungkin tidak ada masalah saat memakan makanan yang mengandung acrylamide dalam batasan tidak terlalu banyak.

Namun, pada mereka yang memiliki keluarga dengan riwayat kanker, hal ini perlu sangat diwaspadai, karena kandungan acrylamide dapat memicu terjadinya kanker.

Lakukan tips sehat ini setelah makan makanan yang digoreng

Setelah makan makanan yang digoreng, pasti Anda merasa sangat kenyang dan takut jika berat badan Anda telah naik. Nah, untuk mencegah hal itu terjadi Anda bisa melakukan tips berikut ini:

  • Berolahraga dengan teratur
  • Minumlah air putih sebanyak 8 gelas per hari.
  • Batasi asupan makanan yang kaya akan lemak dan gula. Sebaliknya, perbanyaklah konsumsi makanan yang kaya akan serat, seperti pada buah dan sayuran.
  • Jangan melewatkan waktu makan anda, karena hal ini hanya dapat membuat menjadi terlalu lapar dan akan makan dalam jumlah yang berlebih
  • Tidurlah secara cukup, yaitu selama 7-9 jam per hari.
  • Cobalah untuk memakan makanan yang diproses dengan cara dikukus atau direbus.

Sekali lagi, tak masalah jika sesekali Anda makan makanan yang digoreng. Namun, ingat jika makanan yang digoreng tetap punya kandungan kalori yang lebih tinggi dibandingkan dengan makanan yang diolah dengan cara lain.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Cara Praktis Membuat Kopi Anda Lebih Sehat dan Nikmat

Kenikmatan kopi sudah tidak diragukan. Namun, tahukan Anda ada beberapa cara membuat kopi yang dapat menjadikan manfaatnya lebih baik untuk kesehatan.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Kenapa Ada Orang yang Mengalami Alergi Bawang Putih dan Bisakah Diobati?

Selain alergi susu dan kacang, ada juga alergi bawang putih. Apa penyebabnya dan adakah cara mengatasinya? Simak penjelasan berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Alergi, Alergi Makanan 20 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

Anda suka nekat makan daging ayam belum matang? Awas, akibatnya bisa fatal. Ini dia berbagai bahaya dan ciri-ciri daging ayam yang belum dimasak sempurna.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Vaksin MMR: Manfaat, Jadwal, dan Efek Samping

MMR adalah singkatan dari tiga macam penyakit infeksi fatal yang paling rentan menyerang anak-anak di tahun pertama kehidupannya. Kapan harus vaksin MMR?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 16 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit

Direkomendasikan untuk Anda

makanan untuk penderita thalasemia

Panduan Makanan Bergizi untuk Orang dengan Thalassemia

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
masalah seks pada pria

5 Masalah Seks yang Paling Mengganggu Pria (Plus Cara Mengatasinya)

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
ibu hamil makan daging kambing

Bolehkah Ibu Hamil Makan Daging Kambing?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
pekerjaan rumah tangga saat hamil

Pekerjaan Rumah Tangga Ini Dilarang Bagi Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit