Hati-hati, Pemanis Buatan Juga Bisa Bikin Anda Gemuk

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 9 November 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Pemanis buatan sebagai pengganti gula saat ini sangat diminati oleh banyak orang, karena dianggap lebih menyehatkan daripada gula pasir atau gula merah. Namun, penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi pemanis rendah kalori dalam jumlah banyak justru dapat merangsang pembentukan lemak, terutama bagi individu yang mengalami obesitas.

Menurut penelitian, pemanis buatan justru mendorong produksi lemak

Menurut Badan Pengawas Obat dan Minuman (BPOM), pemanis buatan adalah jenis pemanis yang bahan bakunya tidak dapat ditemukan di alam dan dihasilkan melalui proses kimiawi. Contoh dari pemanis yang disebut juga dengan pemanis rendah kalori ini adalah aspartam, siklamat, sukralosa, dan sakarin. Jenis pemanis rendah kalori ini biasa digunakan pada makanan olahan seperti sirup, soda, selai, hingga makanan khusus yang ditujukan bagi penderita diabetes atau makanan khusus diet.

Para peneliti di Universitas Washington, meneliti mengenai efek sukralosa (salah satu jenis pemanis buatan) pada sel induk yang berasal dari jaringan lemak manusia dan sampel lemak perut.

Penelitian ini menemukan bahwa sel-sel induk menunjukkan peningkatan suatu gen yang merupakan indikator produksi lemak. Selain itu, sel-sel induk menunjukkan peningkatan akumulasi lemak, terutama ketika terkena dosis sukralosa yang lebih tinggi.

Penelitian ini selanjutnya melibatkan delapan orang yang akan melakukan biopsi lemak perut.  Delapan orang ini aktif mengonsumsi pemanis buatan, terutama sukralosa dan aspartam. Empat orang diantaranya menderita obesitas, dan empat lainnya dalam kondisi sehat, dan tidak memiliki kondisi medis tertentu.

Sampel dari delapan orang ini, kemudian dibandingkan dengan sampel yang diambil dari orang yang tidak mengonsumsi pemanis buatan. Hasilnya, sampel dari delapan orang yang aktif mengonsumsi pemanis rendah kalori ini tidak hanya menunjukkan peningkatan transportasi glukosa ke dalam sel, tetapi mereka juga menunjukkan peningkatan pada gen yang terkait dengan produksi lemak. Sementara sampel orang yang tidak mengonsumsi pemanis buatan tidak menghasilkan hasil yang sama dengan orang yang mengonsumsi pemanis buatan.

Bagaimana cara aman konsumsi pemanis buatan agar tidak gemuk?

Aspartam dan sukralosa keduanya disetujui oleh FDA untuk konsumsi manusia, namun FDA juga menetapkan batas konsumsi harian untuk setiap pemanis buatan, yang merupakan jumlah maksimum dianggap aman untuk dikonsumsi setiap hari selama seumur hidup.

Untuk aspartam sendiri, FDA telah menetapkan jumlah maksimum sebanyak 50 mg per kilogram (mg/kg) berat badan. Maka jika Anda memiliki berat badan 50 kg, konsumsi aspartam maksimal per hari adalah 2.500 mg.

Menurut ahli gizi dan pangan Jennifer McDaniel mengatakan, walau satu kaleng minuman soda umumnya hanya mengandung 200 mg aspartam, Anda tetap harus mempertimbangkan untuk membatasi asupannya. Mengapa?

Karena, aspartam memiliki rasa manis 200 kali lipat ketimbang gula, sehingga menyebabkan Anda ingin terus mengonsumsi minuman manis dan meningkatkan keinginan makanan olahan lebih banyak.

Meskipun FDA menyatakan pemanis rendah kalori ini aman untuk dikonsumsi, nyatanya belum ada penelitian yang sepenuhnya mengetahui efek jangka panjang bagi kesehatan.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy

Yang juga perlu Anda baca

Diabetes Tipe 2

Diabetes tipe 2 adalah tingginya kadar gula darah karena berkurangnya kemampuan tubuh memakai insulin. Umumnya, ini terjadi karena gaya hidup tak sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 8 September 2020 . Waktu baca 9 menit

Panduan Menjaga Kesehatan Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan

Menjaga kesehatan anak dengan penyakit jantung bawaan memang bukan tugas mudah. Jangan khawatir, simak panduannya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Jantung, Penyakit Jantung Lainnya 1 Juli 2020 . Waktu baca 10 menit

Frozen Yogurt Versus Es Krim, Lebih Sehat Mana?

Benarkah frozen yogurt memiliki kandungan lemak yang lebih sedikit dari es krim? Cari tahu di sini untuk memastikan apakah frozen yogurt memang lebih sehat.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 17 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Dua Resep Sorbet, Camilan Segar Sehat yang Mudah Dibuat

Doyan camilan dingin yang manis, tapi takut gemuk kalau keseringan makan es krim? Sudahkah Anda mencoba sorbet? Anda bisa membuatnya sendiri di rumah, lho!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 14 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pemanis buatan saat hamil

Apakah Pemanis Buatan Aman untuk Ibu Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 18 November 2020 . Waktu baca 3 menit
DVT deep vein thrombosis adalah trombosit vena dalam

Deep Vein Thrombosis (DVT)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 16 November 2020 . Waktu baca 7 menit
mengurangi gula

Begini Trik Mudah untuk Mengurangi Konsumsi Gula

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 12 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
multivitamin gummy dewasa

Multivitamin Gummy untuk Dewasa, Benarkah Lebih Sehat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 4 menit