Berapa Batas Asupan Karbohidrat yang Ideal Per Hari?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Setiap makanan yang Anda konsumsi sehari-hari memiliki bermacam-macam kandungan zat gizi yang penting bagi tubuh. Di antara zat gizi tersebut, ada yang berfungsi untuk menyumbang energi yang diperlukan oleh tubuh dalam jumlah yang besar, biasanya disebut makronutrien (zat gizi penting). Salah satu zat gizi penting yang sering Anda temui dalam makanan sehari-hari adalah karbohidrat. Sebenarnya, seberapa pentingkah peran karbohidrat dalam tubuh? Berapa kebutuhan karbohidrat Anda setiap harinya?

Apa itu karbohidrat?

Karbohidrat adalah senyawa yang menyediakan energi pada tubuh dalam bentuk kalori. Karbohidrat terbagi menjadi dua macam, yaitu karbohidrat kompleks dan sederhana.

Sesuai namanya, karbohidrat kompleks mengandung banyak molekul gula dan kaya akan serat sehingga memerlukan proses yang lebih lama untuk dicerna dalam tubuh. Sedangkan karbohidrat sederhana memiliki kandungan molekul gula yang lebih sedikit sehingga proses pencernaannya pun menjadi lebih cepat.

Berapa kebutuhan karbohidrat per hari?

Kebutuhan karbohidrat per orang setiap harinya berbeda-beda. Jenis kelamin, umur, tingkat aktivitas yang dilakukan, serta kondisi kesehatan akan mempengaruhi kebutuhan karbohidrat Anda. Untuk mengetahui berapa seharusnya kebutuhan karbohidrat harian, Anda dapat mengacu pada Angka Kecukupan Gizi (AKG) oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Sehingga, AKG akan digunakan sebagai acuan zat gizi rata-rata yang diperlukan oleh sekelompok orang berdasarkan jenis kelamin dan usianya. Berikut rincian karbohidrat yang dibutuhkan laki-laki dan perempuan berdasarkan usia:

1. Perempuan

  • Anak-anak: 155-254 gram (gr)/ hari
  • Usia 10-12 tahun: 275 gr/ hari
  • Usia 13-18 tahun: 292 gr/ hari
  • Usia 19-29 tahun: 309 gr/ hari
  • Usia 30-49 tahun: 323 gr/ hari
  • Usia 50-64 tahun: 285 gr/ hari
  • Usia 65-80 tahun: 252 gr/ hari
  • Usia di atas 80 tahun: 232 gr/ hari

2. Laki-laki

  • Anak-anak: 155-254 gr/ hari
  • Usia 10-12 tahun: 289 gr/ hari
  • Usia 13-15 tahun: 340 gr/hari
  • Usia 16-18 tahun: 368 gr/ hari
  • Usia 19-29 tahun: 375 gr/ hari
  • Usia 30-49 tahun: 394 gr/ hari
  • Usia 50-64 tahun: 349 gr/ hari
  • Usia 65-80 tahun: 309 gr/ hari
  • Usia di atas 80 tahun: 248 gr/ hari

Namun yang perlu Anda ingat, acuan dari AKG ini harus tetap Anda pertimbangkan sesuai dengan aktivitas, berat badan, dan tinggi badan Anda. Sehingga bisa diketahui secara pasti kebutuhan karbohidrat Anda.

Apa saja sumbernya?

Setelah mengetahui berapa kebutuhan karbohidrat Anda setiap hari, saatnya mengetahui sumber makanan apa saja yang dapat dikonsumsi guna memenuhi kebutuhan karbohidrat tubuh.

1. Pati

Sebagian besar orang memenuhi kebutuhan karbohidrat dari sumber pati. Pati termasuk dalam karbohidrat kompleks sehingga membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna oleh tubuh. Sumber makanan ini di antaranya nasi, gandum, roti, pasta, kacang-kacangan, kentang, dan jagung.

2. Buah-buahan dan sayuran

Buah dan sayuran juga merupakan sumber energi, hanya mengandung sedikit molekul gula sehingga mempercepat proses pencernaan. Seperti pisang, anggur, apel, jeruk, brokoli, bayam, wortel.

3. Susu

Sama halnya dengan buah dan sayur, susu juga merupakan sumber karbohidrat sederhana. Tidak hanya susu, yogurt juga dapat menyumbang kalori dalam tubuh Anda.

Manfaat karbohidrat bagi tubuh dan otak

Karbohidrat merupakan salah satu sumber zat gizi yang memberi keuntungan pada kerja tubuh dan otak karena mengandung glukosa. Dimana glukosa berperan sebagai bahan bakar utama untuk menghasilkan energi yang akan digunakan oleh sel tubuh untuk menjalankan fungsi metabolisme dan biologisnya. Glukosa sangat penting bagi sel darah merah, otak, maupun sel-sel tubuh lainnya.  

Jika kecukupan karbohidrat yang ada dalam tubuh Anda tidak menjalankan tugasnya dengan baik sebagai penghasil energi, maka tugas ini akan dialihkan pada protein dan lemak. Di mana seharusnya protein dan lemak memiliki peran penting lain bagi tubuh, protein yang memiliki fungsi utama untuk membangun otot dan jaringan akan beralih fungsi menjadi glukosa jika ketersediaan karbohidrat dalam tubuh tidak mencukupi.

Apa efeknya jika kebanyakan makan karbohidrat?

Karbohidrat jika dikonsumsi berlebihan dapat memberikan efek yang kurang baik bagi tubuh Anda, diantaranya akan menimbulkan masalah pada pencernaan, gula darah, serta penimbunan kalori yang dapat berujung pada peningkatan berat badan.

Maka dari itu, Livestrong merekomendasikan untuk membatasi konsumsinya hanya sebatas kebutuhan tubuh Anda. Selain itu, bisa juga dilakukan dengan mengimbangi konsumsi karbohidrat dengan melakukan aktivitas fisik seperti olahraga.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Cara Praktis Membuat Kopi Anda Lebih Sehat dan Nikmat

Kenikmatan kopi sudah tidak diragukan. Namun, tahukan Anda ada beberapa cara membuat kopi yang dapat menjadikan manfaatnya lebih baik untuk kesehatan.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Kenapa Ada Orang yang Mengalami Alergi Bawang Putih dan Bisakah Diobati?

Selain alergi susu dan kacang, ada juga alergi bawang putih. Apa penyebabnya dan adakah cara mengatasinya? Simak penjelasan berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Alergi, Alergi Makanan 20 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

Anda suka nekat makan daging ayam belum matang? Awas, akibatnya bisa fatal. Ini dia berbagai bahaya dan ciri-ciri daging ayam yang belum dimasak sempurna.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Vaksin MMR: Manfaat, Jadwal, dan Efek Samping

MMR adalah singkatan dari tiga macam penyakit infeksi fatal yang paling rentan menyerang anak-anak di tahun pertama kehidupannya. Kapan harus vaksin MMR?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 16 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit

Direkomendasikan untuk Anda

KDRT konflik rumah tangga

Alasan Psikologis Mengapa Korban KDRT Susah Lepas dari Jeratan Pasangan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
tips menghindari perceraian

7 Rahasia Menghindari Perceraian dalam Rumah Tangga

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
masalah seks pada pria

5 Masalah Seks yang Paling Mengganggu Pria (Plus Cara Mengatasinya)

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
pekerjaan rumah tangga saat hamil

Pekerjaan Rumah Tangga Ini Dilarang Bagi Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit