Cara Mencegah Pattern Baldness, Kebotakan yang Umum Terjadi Pada Pria

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 08/01/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Kebotakan, yang disebut juga androgenic alopecia, merupakan salah satu jenis kerontokan rambut yang paling umum terjadi pada pria. Terdapat beberapa cara mencegah kebotakan pada pria, tapi tentu perlu ketekunan dan ketelitian untuk melakukannya karena untuk sebagian orang kebotakan sulit dihindari.

Apa yang menyebabkan kebotakan pada pria?

Menurut U.S. National Library of Medicine (NLM) sebagaimana dilansir dari laman Healthline, lebih dari 50% pria berumur lebih dari 50 tahun akan terkena kebotakan suatu saat nanti.

Salah satu penyebab kebotakan pada pria adalah faktor gen atau memiliki keturunan keluarga yang mengalami kebotakan. Para peneliti menemukan bahwa kebotakan ini terkait dengan hormon seksual pria yang disebut androgen.

Setiap helai rambut memiliki siklus pertumbuhan. Ketika kebotakan mulai terjadi, siklus ini mulai melemah dan folikel rambut menyusut. Hasilnya, helai rambut yang tumbun pun lebih pendek dan halus.

Cepat atau lambat, siklus pertumbuhan pada setiap helai rambut pun akhirnya berakhir hingga tak ada lagi rambut yang tumbuh.

Kondisi kesehatan lain juga mungkin menyebabkan kebotakan. Ruam, kemerahan, nyeri, kulit kepala terkelupas, kerusakan rambut, hal itu juga menyebabkan kerontokan.

Siapa saja yang berisiko mengalami kebotakan?

Kebotakan dapat mulai terjadi saat Anda masih remaja. Meski begitu, hal ini lebih umum terjadi pada orang dewasa akibat pertambahan usia.

Faktor genetik juga berperan besar dalam hal ini. Pria yang memiliki anggota keluarga dekat yang juga mengalami kebotakan berisiko lebih tinggi mengalaminya.

Cara mencegah kebotakan pada pria

Sebenarnya tidak ada cara khusus untuk mencegah kebotakan apabila disebabkan oleh faktor genetik. Namun beberapa upaya yang dapat Anda lakukan, antara lain:

1. Menjauhi stres

Sebuah teori mengatakan, stres mungkin dapat menyebabkan kerontokan akibat meningkatnya produksi hormon seksual dalam tubuh.

Itu sebabnya, untuk mencegah kebotakan pada pria, Anda perlu menghindari stres. Cobalah lakukan berbagai hal yang membuat Anda relaks, seperti jalan-jalan santai dan mendengarkan musik.

Anda mungkin juga perlu meluangkan waktu untuk me time demi mendapatkan ketenangan.

2. Minoxidil

Sekali lagi, gen berperan besar dalam menentukan apakah Anda akan mengalami kebotakan atau tidak. Akan tetapi, Adam Penstein, MD, kepala dermatologis dari North Shore-Long Island Jewish Health System di Lake Success, New York mengatakan, nasib Anda belum tentu sepenuhnya ditentukan oleh gen.

Penstein mengatakan, Anda dapat menyelamatkan rambut yang sudah ada dan (setidaknya dalam beberapa kasus) menumbuhkan kembali rambut yang hilang.

Minoxidil dapat digunakan sebagai salah satu cara mencegah kebotakan pada pria. Minoxidil adalah obat yang topikal atau yang dioleskan secara langsung pada kulit, dalam hal ini kulit kepala.

Anda dapat membeli minoxidil di apotek karena obat yang berbentuk losion dan busa ini dijual dengan bebas. Metode ini dilaporkan ampuh untuk mengatasi kebotakan.

Pada mulanya minoxidil diuji untuk mengobati masalah tekanan darah, tapi beberapa orang mengalami pertumbuhan rambut tambahan sebagai efek samping penggunaan obat ini.

Anda kemungkinan baru akan mendapatkan hasil dari penggunaan minoxidil setelah 3 sampai 6 bulan. Pengobatan juga harus dilakukan secara rutin untuk mempertahankan hasilnya.

3. Finasteride dan dutasteride

Cara mengatasi kebotakan pada pria selanjutnya yaitu dengan meminum pil. Pil yang pertama adalah finasteride. Obat ini hanya dapat dibeli dengan menggunakan resep dokter.

Finasteride bekerja dengan cara mencegah tumbuhnya dihydrotestosterone (DHT), yaitu hormon yang berperan dalam menyusutkan folikel rambut di kepala. Obat ini menahan pembentukan hormon dan memperlambat kebotakan yang berhubungan dengan DHT.

Cara mengobati kebotakan pada pria dengan pil lainnya, yaitu dengan meminum dutasteride. Obat ini memiliki peran yang sama dengan finasteride dan termasuk ke dalam golongan obat 5-Alpha Reductase Inhibitor juga.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

9 Trik Mudah Merawat Rambut Bagi Wanita Berhijab

Berhijab bukan alasan untuk mangkir merawat rambut bagi wanita. Justru, rambut Anda perlu perhatian ekstra. Bagaimana cara merawatnya?

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hari Raya, Ramadan 30/04/2020 . Waktu baca 6 menit

Jangan Asal Pilih, Begini Cara Menentukan Terapis Seks yang Cocok untuk Anda

Terapis seks hadir untuk Anda yang membutuhkan saran tentang persoalan hubungan intim yang mungkin sulit dikomunikasikan. Bagaimana memilih terapis seks?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Seks & Asmara 28/04/2020 . Waktu baca 6 menit

Tips Mengonsumsi Susu untuk Penderita Intoleransi Laktosa

Seseorang yang intoleransi laktosa umumnya akan mengalami gangguan pencernaan sesudah mengonsumsi produk susu. Berikut cara aman menghindarinya.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Hidup Sehat, Tips Sehat 24/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Cara Praktis Menakar Porsi Makan untuk Menjaga Berat Badan

Saat mengatur porsi makan, Anda mungkin terkendala cara menakar bahan makanan yang tepat. Berikut langkah yang bisa Anda lakukan.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Nutrisi, Hidup Sehat 17/04/2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mencium bau hujan

Ini Penjelasan Ilmiah Mengapa Beberapa Orang Suka Bau Hujan

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 15/05/2020 . Waktu baca 4 menit
hubungan poliamori

Mengenal Hubungan Poliamori, Saat Cinta Anda Tak Hanya untuk Satu Orang

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rena Widyawinata
Dipublikasikan tanggal: 13/05/2020 . Waktu baca 4 menit
pengaruh tbc pada ibu hamil

Apa Pengaruh TBC pada Ibu Hamil dan Janin?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 11/05/2020 . Waktu baca 4 menit
Rambut rontok remaja

Penyebab Rambut Rontok pada Remaja dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 02/05/2020 . Waktu baca 4 menit