Cara Mencegah Pattern Baldness, Kebotakan yang Umum Terjadi Pada Pria

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto

Kebotakan, yang disebut juga androgenic alopecia, merupakan salah satu jenis kerontokan rambut yang paling umum terjadi pada pria. Terdapat beberapa cara mencegah kebotakan pada pria, tapi tentu perlu ketekunan dan ketelitian untuk melakukannya karena untuk sebagian orang kebotakan sulit dihindari.

Apa yang menyebabkan kebotakan pada pria?

Menurut U.S. National Library of Medicine (NLM) sebagaimana dilansir dari laman Healthline, lebih dari 50% pria berumur lebih dari 50 tahun akan terkena kebotakan suatu saat nanti.

Salah satu penyebab kebotakan pada pria adalah faktor gen atau memiliki keturunan keluarga yang mengalami kebotakan. Para peneliti menemukan bahwa kebotakan ini terkait dengan hormon seksual pria yang disebut androgen.

Setiap helai rambut memiliki siklus pertumbuhan. Ketika kebotakan mulai terjadi, siklus ini mulai melemah dan folikel rambut menyusut. Hasilnya, helai rambut yang tumbun pun lebih pendek dan halus.

Cepat atau lambat, siklus pertumbuhan pada setiap helai rambut pun akhirnya berakhir hingga tak ada lagi rambut yang tumbuh.

Kondisi kesehatan lain juga mungkin menyebabkan kebotakan. Ruam, kemerahan, nyeri, kulit kepala terkelupas, kerusakan rambut, hal itu juga menyebabkan kerontokan.

Siapa saja yang berisiko mengalami kebotakan?

Kebotakan dapat mulai terjadi saat Anda masih remaja. Meski begitu, hal ini lebih umum terjadi pada orang dewasa akibat pertambahan usia.

Faktor genetik juga berperan besar dalam hal ini. Pria yang memiliki anggota keluarga dekat yang juga mengalami kebotakan berisiko lebih tinggi mengalaminya.

Cara mencegah kebotakan pada pria

Sebenarnya tidak ada cara khusus untuk mencegah kebotakan apabila disebabkan oleh faktor genetik. Namun beberapa upaya yang dapat Anda lakukan, antara lain:

1. Menjauhi stres

Sebuah teori mengatakan, stres mungkin dapat menyebabkan kerontokan akibat meningkatnya produksi hormon seksual dalam tubuh.

Itu sebabnya, untuk mencegah kebotakan pada pria, Anda perlu menghindari stres. Cobalah lakukan berbagai hal yang membuat Anda relaks, seperti jalan-jalan santai dan mendengarkan musik.

Anda mungkin juga perlu meluangkan waktu untuk me time demi mendapatkan ketenangan.

2. Minoxidil

Sekali lagi, gen berperan besar dalam menentukan apakah Anda akan mengalami kebotakan atau tidak. Akan tetapi, Adam Penstein, MD, kepala dermatologis dari North Shore-Long Island Jewish Health System di Lake Success, New York mengatakan, nasib Anda belum tentu sepenuhnya ditentukan oleh gen.

Penstein mengatakan, Anda dapat menyelamatkan rambut yang sudah ada dan (setidaknya dalam beberapa kasus) menumbuhkan kembali rambut yang hilang.

Minoxidil dapat digunakan sebagai salah satu cara mencegah kebotakan pada pria. Minoxidil adalah obat yang topikal atau yang dioleskan secara langsung pada kulit, dalam hal ini kulit kepala.

Anda dapat membeli minoxidil di apotek karena obat yang berbentuk losion dan busa ini dijual dengan bebas. Metode ini dilaporkan ampuh untuk mengatasi kebotakan.

Pada mulanya minoxidil diuji untuk mengobati masalah tekanan darah, tapi beberapa orang mengalami pertumbuhan rambut tambahan sebagai efek samping penggunaan obat ini.

Anda kemungkinan baru akan mendapatkan hasil dari penggunaan minoxidil setelah 3 sampai 6 bulan. Pengobatan juga harus dilakukan secara rutin untuk mempertahankan hasilnya.

3. Finasteride dan dutasteride

Cara mengatasi kebotakan pada pria selanjutnya yaitu dengan meminum pil. Pil yang pertama adalah finasteride. Obat ini hanya dapat dibeli dengan menggunakan resep dokter.

Finasteride bekerja dengan cara mencegah tumbuhnya dihydrotestosterone (DHT), yaitu hormon yang berperan dalam menyusutkan folikel rambut di kepala. Obat ini menahan pembentukan hormon dan memperlambat kebotakan yang berhubungan dengan DHT.

Cara mengobati kebotakan pada pria dengan pil lainnya, yaitu dengan meminum dutasteride. Obat ini memiliki peran yang sama dengan finasteride dan termasuk ke dalam golongan obat 5-Alpha Reductase Inhibitor juga.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Januari 8, 2020 | Terakhir Diedit: Januari 3, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca