Tubuh kita memang memproduksi minyak alami untuk melembapkan kulit. Namun, produksi minyak alias sebum yang berlebih justru dapat memberikan masalah baru pada kulit wajah, misalnya jerawat dan komedo. Masalah kulit ini bisa makin parah apalagi jika Anda tidak melakukan perawatan wajah yang tepat. Untuk mencegah hal tersebut terjadi, simak berbagai cara mengurangi minyak di wajah dalam artikel ini.

Apa penyebab wajah saya memproduksi minyak yang berlebih?

makanan yang harus dihindari jenis kulit berminyak

Penyebab kulit wajah berminyak bisa karena berbagai faktor, dari kebiasaan yang sebenarnya bisa diubah hingga penyebab yang tidak bisa Anda hindari. Berikut beberapa penyebab paling umum mengapa kulit wajah Anda berminyak:

  • Genetik. Genetik nyatanya memengaruhi kesehatan Anda secara keseluruhan, termasuk produksi minyak di wajah. Jika orangtua, adik, kakak, nenek, bahkan kakek Anda memiliki kulit dengan jenis yang berminyak, maka Anda juga bisa memiliki jenis kulit serupa.
  • Hormonal. Perubahan hormon, terutama pada wanita ketika menjelang menstruasi atau menopause, dapat memicu produksi minyak lebih banyak. Tak heran jika pada masa menstruasi maupun menopause, kulit wajah wanita cenderung lebih berminyak dari biasanya. Kondisi wajah yang cenderung berminyak inilah yang juga memicu jerawat menjelang datang bulan.
  • Perawatan wajah yang tidak tepat. Penggunaan produk skincare atau bahkan kosmetik yang tidak sesuai dengan jenis kulit juga dapat memicu kulit wajah memproduksi lebih banyak minyak.

Berbagai cara mengurangi minyak di wajah yang harus diketahui

krim steroid untuk perawatan wajah

Yang harus dilakukan:

  • Rutin membersihkan wajah setiap pagi dan malam, serta setelah beraktivitas.
  • Membersihkan wajah dengan pembersih (cleanser) yang lembut. Jangan menggunakan cleanser yang agresif, karena hanya akan memperparah kondisi berminyak di kulit.
  • Pilih produk skincare yang bebas minyak dan berlabel “non-komedogenik (noncomedogenic)”.
  • Menggunakan pelembap secara rutin.
  • Selalu memakai sunscreen terutama bila berkegiatan di luar ruangan.
  • Pilih produk kosmetik yang bebas minyak dan berbasis air.
  • Pakai kertas minyak untuk menyerap “genangan” minyak pada siang hari.
  • Hindari makanan-makanan yang akan memperparah atau memperbanyak produksi kelenjar minyak sepert: makanan pedas, makanan berlemak, alkohol, tinggi gula, junk food/fast food.
  • Pastikan jika Anda memperhatikan asupan makanan harian dengan mengonsumsi makanan porsi seimbang, banyak sayur, banyak buah, minum air putih minimal 8 gelas sehari.

Yang tidak boleh dilakukan:

  • Menggunakan cleanser yang oil-based atau alcohol-based.
  • Terlalu agresif membersihkan muka dengan menggunakan scrub setiap hari.
  • Tidur dengan kondisi wajah masih menggunakan makeup.
  • Memegang-megang wajah tanpa tujuan.

Perlu dipahami bahwa penggunaan masker dan eksfoliasi wajah dari bahan alami tidak akan bekerja optimal untuk mengurangi produk minyak di wajah tanpa disertai dengan langkah merawat wajah yang tepat.

Bagaimana urutan pakai skincare yang tepat untuk wajah berminyak?

mitos skin care

Berikut panduan menggunakan skincare yang tepat sebagai cara mengurangi minyak di wajah:

1. Cuci muka

Cuci muka adalah perawatan paling dasar untuk kulit berminyak. Anda bisa menggunakan air hangat suam-suam kuku untuk membantu mengangkat minyak di wajah. Setelah itu, pilihlah produk pembersih khusus untuk kulit berminyak. Biasanya yang bebas minyak dan berlabel “non-komedogenik”.

Hindari pembersih yang mengandung bahan aktif seperti alkohol dan sodium lauryl/laureth sulfate. Pasalnya, kedua bahan tersebut dapat menghilangkan lapisan pelindung minyak alami kulit. Beberapa bahan lain yang juga sebaiknya dihindari jika Anda memiliki kulit berminyak adalah coconut oil, hazelnut oil, camellia oil, sunflower oil. Anda juga baiknya menghindari produk pelembap yang mengandung  mineral oil, beeswax, paraffin, dan lanolin. Bahan-bahan ini bisa menutup pori-pori, sehingga kulit Anda akan jadi semakin berminyak.

2. Toner (dengan kandungan AHA/BHA ringan)

Setelah memastikan wajah bersih, Anda bisa melanjutkan ke tahapan selanjutnya, yaitu penggunaan toner. Toner berfungsi untuk menghilangkan kotoran seperti minyak dan sisa makeup yang belum hilang sepenuhnya ketika menggunakan pembersih wajah. Tak hanya itu saja, toner juga berfungsi untuk menenangkan, memperbaiki dan menghaluskan permukaan kulit, serta mengurangi noda dan meminimalkan peradangan atau kemerahan pada kulit,

Anda bisa memilih toner yang mengandung AHA/BHA ringan. AHA dan BHA adalah senyawa asam yang bekerja mengelupaskan kulit mati dan merangsang pertumbuhan sel kulit baru.

3. Serum/essence

Serum wajah diperlukan untuk membantu meregenerasi dan mencerahkan kulit, melawan keriput, jerawat, noda hitam, atau warna kulit wajah yang tidak rata. Dibanding dengan pelembap biasa, kandungan bahan aktif di dalam serum mampu menembus ke bagian terdalam kulit lebih cepat dan efisien.

Setelah cuci muka dan menggunakan toner, oleskan serum ke seluruh wajah. Hindari mengoleskan di area sekitar mata, sudut mulut, dan lipatan hidung. Tunggu sekitar 10 menit agar serum dapat meresap ke dalam kulit.

4. Pelembap

Memiliki wajah yang berminyak bukan berarti Anda tidak membutuhkan pelembap. Kulit berminyak tetap membutuhkan pelembab, supaya kulit tetap terhidrasi dengan baik. Ketika kulit dehidrasi, maka kelenjar minyak akan semakin terpicu untuk memproduksi minyak lebih banyak lagi.

Jangan asal pilih pelembap. Sebelum membeli, lihat dulu pada kemasan produk skincare. Pelembab untuk kulit berminyak biasanya akan mengandung kata-kata seperti water based, non-comedogenic, non-acnegenic, dan oil-free.

5. Sunscreen

Yang tak kalah penting, selalu pastikan Anda menggunakan suncreen alias tabir surya apabila setiap kali ingin melakukan kegiatan di luar ruangan. Tabir surya tidak hanya melindungi kulit Anda dari paparan sinar matahari saja, tetapi juga dapat membantu melembapkan kulit Anda.

Anda bisa memilih tabir surya yang berspektrum luas, memiliki kandungan beta hidroksi, serta bersifat non-comedogenic, water based, dan oil free.

Adakah perawatan khusus di klinik kecantikan untuk mengurangi minyak di wajah?

laser ablatif

Selain yang sudah disebutkan di atas, ada pula cara mengurangi minyak di wajah lainnya yang bisa Anda coba. Cara mengurangi minyak di wajah ini melibatkan dokter atau tenaga ahli di bidang dermatologis untuk melakukannya. Beberapa perawatan di klinik kecantikan untuk mengurangi minyak di wajah di antaranya:

  • Photodynamic therapy alias PDT. Perawatan ini menggunakan obat khusus yang diterapkan pada kulit dan kemudian diaktifkan dengan cahaya LED. Fungsinya untuk mengurangi aktivitas sel-sel pada kelenjar sebum sehingga produksi sebum di wajah berkurang.
  • Laser.Tembakan cahaya yang intens dari laser dapat membantu mengurangi produksi kelenjar sebum.

Jika dilakukan oleh dokter profesional yang berpengalaman, kedua perawatan di atas tidak akan menimbulkan efek samping. Pun jika ada, efek samping yang muncul bisa diminimalisir dengan baik.

Oleh sebab itu, pastikan Anda selalu melakukan perawatan di klinik kecantikan yang sudah terpercaya dan punya reputasi baik dengan tenaga ahli tersertifikasi. Ingat, jangan pernah mengambil risiko dan tawar-menawar dalam melakukan perawatan wajah.

Baca Juga:

dr. Listya Paramita, Sp.KK Kulit & Kelamin
dr. Listya Paramita, Sp.KK menyelesaikan pendidikan dokter di Universitas Gadjah Mada dan melanjutkan pendidikan dokter spesialis Kulit dan Kelamin di ...
Selengkapnya
dr. Listya Paramita, Sp.KK Kulit & Kelamin
dr. Listya Paramita, Sp.KK menyelesaikan pendidikan dokter di Universitas Gadjah Mada dan melanjutkan pendidikan dokter spesialis Kulit dan Kelamin di Universitas yang sama. Meraih gelar Sp.KK dalam waktu 3,5 tahun, dokter yang akrab dipanggil dengan dr. Mita ini adalah salah satu lulusan tercepat dalam menempuh pendidikan spesialis. Kecintaan yang tinggi dalam dunia dermatologi diwujudkan dengan memberikan pelayanan yang profesional dan maksimal kepada pasien, meliputi semua keluhan mengenai kulit, mukosa, rambut dan kelamin, serta tindakan-tindakan medis dalam bidang dermatologi seperti bedah kulit hingga laser, filler, botox dan threadlift. dr. Mita peduli akan pentingnya pengetahuan untuk pencegahan timbulnya gangguan pada kulit dan kelamin sehingga sering memberikan edukasi secara berkala mengenai kesehatan.  
Selengkapnya
Artikel Terbaru