Benarkah Lebih Mudah Membentuk Otot Jika Dulu Pernah Berotot?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24/10/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Muscle memory atau memori otot adalah sebuah fenomena ketika otot-otot pada tubuh Anda mengingat apa yang pernah Anda lakukan pada mereka. Sebagai contohnya, Anda telah menjalani latihan angkat beban dalam waktu yang lama, namun karena alasan tertentu Anda berhenti melakukannya selama 3-6 bulan. Hal itu mengakibatkan Anda kehilangan tenaga dan otot yang selama ini Anda bangun. Namun, ketika Anda mulai latihan lagi, Anda dapat mengembalikan otot-otot yang hilang dalam waktu beberapa minggu saja, seolah-olah otot mengingat apa yang telah Anda tinggalkan.

Banyak orang percaya bahwa muscle memory sebagian besar disebabkan oleh mekanisme sistem saraf. Mekanisme sistem saraf dapat menjelaskan meningkatnya kekuatan, namun tidak menjelaskan bagaimana seseorang bisa mendapatkan kembali ukuran otot dengan cepat.

Bagaimana otot bisa “mengingat”?

Tidak seperti sel lainnya, sel-sel otot memiliki lebih dari satu nukleus (inti sel) dan mungkin ribuan. Nukleus berfungsi sebagai pengontrol sel (yang memungkinkan untuk pertumbuhan otot secara cepat, stimultan, dan terkoordinasi, serta memperbaiki jaringan otot), dan karena otot Anda memiliki sel yang sangat banyak dan lebih kompleks daripada sel-sel lain yang terdapat dalam tubuh, maka satu atau dua nukleus saja tidak akan dapat melakukan tugasnya.

Ketika Anda memiliki otot lebih besar, Anda juga harus menambah banyak nukleus. Peningkatan nukleus dengan pertumbuhan otot telah ditunjukkan dalam beberapa penelitian. Telah terbukti bahwa orang yang mengonsumsi steroid dan yang menumbuhkan otot dengan mudah memiliki nukleus otot lebih dari normal.

Kita percaya bahwa ketika otot mengecil, nukleus juga akan hilang. Namun, baru-baru ini, studi yang menggunakan berbagai model hewan menunjukkan bahwa atrofi atau penyusutan otot tidak aktif hingga 3 bulan, sehingga kita tidak kehilangan nukleus seperti yang dibayangkan. 

Karena otot memiliki jumlah nukleus yang sama meskipun Anda telah berhenti berlatih, maka Anda akan dengan mudah membangun otot kembali ke ukuran sebelumnya. Jadi, nukleus ini tampaknya bertindak sebagai ‘sel memori’. Mereka tahu berapa banyak otot yang Anda miliki sebelum Anda berhenti olahraga.

Cara kerja muscle memory

Inilah yang sebenarnya terjadi selama siklus olahraga, penurunan/berhenti olahraga, dan olahraga kembali:

1. Olahraga menciptakan nukleus yang mengarah pada pertumbuhan otot

Ketika otot kelebihan beban akibat resistensi latihan, nukleus baru akan diperoleh. Olahraga lebih lanjut (bersamaan dengan diet yang tepat) memungkinkan nukleus untuk menyintesis protein otot yang membuat serat otot lebih besar dan kuat.

2. Penurunan/pemberhentian olahraga mengarah ke atrofi, namun nukleus tetap ada

Selama periode penurunan, otot bertahan melawan atrofi karena adanya nukleus. Dan bahkan jika periode penurunan latihan ini terus berlangsung, nukleus tidak akan hilang meskipun sel satelit akan menghilang dan menyebabkan otot menjadi kecil.

3. Ketika olahraga diteruskan, nukleus sudah siap dan bersedia

Inilah sebabnya mengapa setelah periode penurunan, otot yang sebelumnya telah dilatih akan berkembang lebih pesat saat pelatihan dilanjutkan. Bagian tersulit dari pertumbuhan otot (membentuk nukleus baru) telah dilakukan, dan nukleus tersebut dapat segera melakukan aksinya dan mulai menyintesis protein.

Mengapa banyak yang mengatakan bahwa nukleus menghilang saat otot berkurang?

Hal itu karena dalam studi sebelumnya, mereka menghitung nukleus yang dimiliki oleh jaringan ikat dan sel-sel lain (sel satelit). Dan nukleus tersebut memang menghilang atau mati akibat kurangnya olahraga. Penelitian tersebut memiliki kekeliruan mengenai nukleus otot yang dianggap mati bersamaan dengan mengurangnya otot. Faktanya, nukleus yang mereka teliti bukanlah nukleus otot yang sebenarnya.

Dibandingkan penelitian lama tersebut, penelitian baru menggunakan teknik yang berbeda untuk mempelajari nukleus tersebut. Studi baru hanya menghitung nukleus yang sebenarnya dan kita dapat melihat bahwa jumlah nukleus tidak ada yang berkurang.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    3 Resep Dessert Vegan yang Mudah dan Lezat

    Kata siapa seorang vegan tak bisa menikmati berbagai pencuci mulut yang menggugah selera? Tiga dessert vegan yang mudah dibuat ini nikmatnya berani diadu!

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Nutrisi, Hidup Sehat 15/06/2020 . 5 mins read

    Dua Resep Sorbet, Camilan Segar Sehat yang Mudah Dibuat

    Doyan camilan dingin yang manis, tapi takut gemuk kalau keseringan makan es krim? Sudahkah Anda mencoba sorbet? Anda bisa membuatnya sendiri di rumah, lho!

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Nutrisi, Hidup Sehat 14/06/2020 . 5 mins read

    7 Mitos yang Salah Tentang Membentuk Otot

    Sudah olahraga mati-matian tapi otot tak juga terbentuk? Mungkin karena Anda mengikuti aturan membentuk otot yang hanya mitos belaka.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Adinda Rudystina
    Kebugaran, Hidup Sehat 12/06/2020 . 4 mins read

    10 Jenis Cedera Olahraga yang Paling Sering Terjadi

    Saat berolahraga, tubuh Anda akan bergerak dan beraktivitas lebih intens dari biasanya sehingga Anda rawan mengalami 10 cedera olahraga berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Kebugaran, Hidup Sehat 11/06/2020 . 8 mins read

    Direkomendasikan untuk Anda

    apa itu kolesterol

    7 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Tentang Kolesterol

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . 5 mins read
    tidak cepat lapar

    10 Makanan Terbaik untuk Anda yang Cepat Lapar

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 21/06/2020 . 5 mins read
    pangan rekayasa genetika

    Yang Perlu Anda Tahu Seputar Pangan Rekayasa Genetika

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 15/06/2020 . 5 mins read
    arti kedutan

    Otot Sering Kedutan, Bahaya atau Tidak?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 15/06/2020 . 5 mins read