Agar Stamina Tubuh Tetap Terjaga, Coba 4 Latihan Olahraga Ini

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 06/11/2019
Bagikan sekarang

Agar dapat menjalani berbagai aktivitas, stamina tubuh harus terjaga. Stamina tubuh yang stabil ini bisa Anda dapatkan dengan olahraga. Pada dasarnya, semua olahraga bisa digunakan sebagai latihan untuk meningkatkan stamina tubuh. Namun, ada beberapa yang paling direkomendasikan. Apa saja?

Jenis latihan untuk meningkatkan stamina tubuh

Olahraga memberikan banyak manfaat untuk kesehatan, salah satunya untuk meningkatkan stamina tubuh. Jika stamina tubuh stabil, Anda dapat beraktivitas dengan optimal.

Menurut American Heart Association, latihan aerobik dapat menjaga kebugaran karena mencakup aktivitas yang meningkatkan pernapasan dan detak jantung. Saat latihan dilakukan, jantung dan paru-paru akan bekerja secara maksimal. Bila dilakukan secara rutin, fungsi jantung dan paru-paru akan meningkat.

Peningkatan kedua organ ini tentu membuat sistem peredaran ke seluruh tubuh jadi lebih lancar. Akibatnya, tubuh jadi lebih bugar dan risiko berbagai penyakit, seperti diabetes, stroke, dan penyakit jantung akan menurun.

Jika Anda tertarik meningkatkan stamina dengan olahraga, ikuti beberapa jenis latihan yang direkomendasikan berikut, seperti:

1. Joging atau lari

olahraga jogging

Lari dan joging masuk dalam daftar olahraga yang bisa menjaga tubuh Anda tetap bugar. Pasalnya, olahraga ini melatih fungsi otak, jantung, dan paru-paru serta penggunaan energi tubuh lebih baik. Hal ini akan berimbas pada kemampuan Anda untuk bekerja lebih lama.

Contohnya, Anda yang terbiasa joging atau lari tidak akan mudah lelah jika harus melakukan pekerjaan di lapangan. Alasannya, karena otot sudah terbiasa bergerak aktif dan organ lain juga bisa menyesuaikan dengan baik.

Sebagai pemula, Anda bisa memulai latihan untuk meningkatkan stamina tubuh ini dari intensitas yang rendah, yakni jaraknya lebih dekat dan durasinya lebih cepat. Seiring waktu, Anda boleh meningkatkan kecepatan dan jarak yang Anda inginkan. Namun, ingat jangan lupa luangkan waktu untuk beristirahat di sela latihan.

2. Berenang

epilepsi tidak boleh berenang

Selain lari, berenang juga menjadi pilihan latihan untuk meningkatkan stamina tubuh. Pasalnya, saat berenang, otot dalam tubuh membutuhkan banyak oksigen untuk menghasilkan energi lebih besar. Proses pernapasan dan pembentukan energi ini melatih fungsi jantung sekaligus meningkatkan kapasitas paru.

Jika latihan ini Anda lakukan secara rutin, tubuh akan terlatih untuk memproduksi energi lebih besar. Anda tentu tidak akan mudah lelah dan mengikuti semua aktivitas dengan lancar.

3. Bersepeda

manfaat bersepeda

Sama seperti olahraga lainnya, bersepeda juga meningkatkan kinerja otot kaki, tangan, dan punggung Anda. Jika latihan ini dilakukan secara rutin, otot jadi lebih terlatih dan tidak mudah stres. Tubuh jadi tidak gampang lelah dan tidak mudah pegal setelah beraktivitas.

Sepeda adalah latihan untuk meningkatkan stamina yang aman bagi semua usia. Sekalipun hujan, Anda tetap bisa melakukan latihan ini di dalam ruangan, seperti di gym. Rutin bersepeda juga dapat mendukung otot kaki sehingga performa Anda dalam olahraga lari jadi lebih baik.

4. Olahraga permainan

manfaat tenis meja

Olahraga tenis, bulu tangkis, maupun basket tidak hanya mengandalkan ketangkasan tangan, tapi juga kekuatan kaki. Anda harus memfokuskan diri membaca serangan lawan, ke sana dan kemari untuk menangkap bola ataupun menangkisnya.

Semua gerakan tersebut ternyata memengaruhi kinerja paru-paru dan jantung dalam memasok oksigen sekaligus energi. Otot di dalam tubuh juga bisa beradaptasi dengan stres maupun tekanan dari berbagai gerakan. Alhasil, tubuh akan terbiasa untuk melakukan berbagai aktivitas setiap hari dan Anda jadi tidak mudah lelah.

Meski olahraga di atas direkomendasikan, Anda tetap bisa memilih olahraga yang paling Anda sukai. Yang terpenting, ingatlah untuk melakukannya dengan konsisten sehingga daya tahan dan stamina tubuh Anda bisa tetap stabil.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bagaimana Atlet Menjaga Fisik dan Mental Selama Pandemi COVID-19?

Saat pandemi COVID-19 semua kejuaraan olahraga harus tertunda, ini bisa mempengaruhi performa, kesehatan fisik, dan kesehatan mental para atlet.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 14/04/2020

Tips Cepat Meningkatkan Imunitas Anak Saat DBD

Orangtua perlu menerapkan beberapa cara untuk meningkatkan sistem imunitas anak saat DBD. Konsumsi jus buah ini membantu menguatkan daya tahan tubuh anak.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda

4 Jenis Olahraga Saat Menopause untuk Menurunkan Berat Badan

Saat menopause, tubuh wanita cenderung mengalami berat badan. Lantas, apa jenis olahraga saat menopause yang disarankan untuk menurunkan berat badan?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila

Panduan Olahraga untuk Pasien Kanker Tulang

Olahraga untuk Anda yang memiliki kondisi kanker tulang mungkin memang sulit, tapi bukan berarti mustahil dilakukan. Inilah panduannya.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

Direkomendasikan untuk Anda

cara menurunkan berat badan tanpa olahraga

10 Cara Mudah Turun Berat Badan Tanpa Olahraga

Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
tips olahraga

Agar Tetap Bugar Selama Liburan, Sontek 4 Tips Olahraga Mudah Ini

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 25/05/2020
Manfaat yoga bridge pose

Manfaat Rutin Melakukan Yoga Bridge Pose pada Fisik dan Mental

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 06/05/2020
manfaat jalan kaki bagi penderita diabetes

6 Manfaat Jalan Kaki untuk Penderita Diabetes

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 26/04/2020