Ada Darah di Air Liur Setelah Operasi Amandel, Wajar Atau Tidak, Ya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21/06/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Operasi amandel alias tonsilektomi dilakukan dengan cara mengangkat jaringan amandel yang meradang. Terkadang, setelah melakukan prosedur ini, perdarahan masih terus terjadi. Makanya, Anda dianjurkan makan eskrim supaya mengurangi perdarahan. Namun, bagaimana darah terus-terusan keluar? Apakah hal ini wajar terjadi?

Darah keluar terus-terusan setelah operasi amandel, wajarkah?

operasi amandel

Sebetulnya, hal yang wajar ketika Anda menemukan setitik darah di dalam air liur setelah operasi amandel. Dilansir dari Healthline, perdarahan kecil ini umum terjadi tepat setelah operasi atau sekitar satu minggu kemudian saat Anda dalam masa pemulihan.

Akan tetapi pada beberapa kasus, perdarahan yang terjadi bisa lebih parah dan menandakan kondisi darurat medis yang harus cepat-cepat ditangani. Pasalnya, jaringan amandel terletak di dekat pembuluh arteri utama, sehingga jika arteri ini terluka, maka akan terjadi perdarahan hebat yang berbahaya.

Ketika Anda menemukan air liur bercampur darah yang banyak, maka segera konsultasikan ke dokter. Waspadai juga tanda dan gejala perdarahan lainnya yang meliputi:

  • Keluar darah merah dari mulut atau hidung
  • Terasa menelan banyak darah, sehingga menyebabkan mulut terasa logam
  • Sering menelan
  • Muntah darah berwarna merah terang atau kecokelatan. Darah kecokelatan adalah darah tua yang bentuknya menyerupai bubuk kopi.

Penyebab perdarahan setelah operasi amandel

tonsil dan amandel

Ada dua jenis perdarahan yang dapat terjadi setelah operasi amandel, yaitu perdarahan primer dan sekunder. Jenis perdarahan ini tergantung dengan kapan perdarahan tersebut muncul dan penyebab perdarahan itu sendiri.

Supaya lebih jelas, berikut perbedaan perdarahan primer dan perdarahan sekunder.

1. Perdarahan primer

Perdarahan primer adalah jenis perdarahan yang terjadi dalam 24 jam setelah operasi amandel. Perdarahan ini berhubungan dengan pembuluh arteri utama yang terhubung dengan amandel.

Sebenarnya, ada sekitar 5 pembuluh arteri utama yang berada di sekitar jaringan amandel. Nah, untuk mencegah perdarahan selama operasi, pembuluh darah ini akan ditutup dengan suatu alat yang disebut dengan forcep elektris. Setelah itu, barulah amandel akan diangkat dan dikeluarkan satu persatu.

Jika jaringan di sekitar amandel tidak tertutup dengan sempurna oleh jahitan, maka ini akan memicu perdarahan pada pembuluh arteri. Kondisi ini biasanya dibarengi dengan muntah darah dan perdarahan dari mulut atau hidung.

2. Perdarahan sekunder

Jika perdarahan terjadi 24 jam setelah operasi amandel dilakukan, maka perdarahan ini disebut dengan perdarahan sekunder. Jenis perdarahan ini biasanya disebabkan oleh bekas jahitan yang lepas setelah operasi amandel.

Bekas jahitan memang akan mulai lepas 5-10 hari setelah operasi. Hal ini adalah proses yang normal dan umumnya menyebabkan sedikit perdarahan. Karena itulah, jangan buru-buru cemas dulu jika Anda melihat bercak darah kering di air liur dalam jangka waktu tersebut.

Namun, jika Anda mengalami perdarahan dari mulut lebih dari 5 hari pasca operasi, maka jangan tunda lagi untuk konsultasi ke dokter. Hal ini dikhawatirkan terjadi perdarahan berlanjut yang perlu penanganan segera.

Bagaimana cara mengatasi perdarahan setelah operasi amandel?

mengobati amandel tanpa operasi

Jika Anda menemukan bercak darah kering dalam air liur kurang dari 5 hari setelah operasi, maka hal ini termasuk perdarahan ringan dan tidak perlu dikhawatirkan. Segera minum air putih yang banyak dan istirahat yang cukup untuk menghentikan perdarahannya.

Sebaliknya, bila perdarahan terjadi lebih dari 5 hari setelah operasi, maka jangan tunda lagi untuk konsultasi ke dokter. Sebagai langkah awal, segera kumur-kumur dengan air dingin untuk membantu menghambat perdarahan.

Selain itu, pastikan kepala Anda tetap dalam posisi yang lebih tinggi untuk mengurangi perdarahan. Jika perdarahan setelah operasi amandel terus berlanjut, terlebih disertai demam dan sesak napas, maka segera periksakan diri ke dokter terdekat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Menguak Manfaat Power Nap dan Bedanya Dengan Tidur Siang Biasa

Badan lemas, ngantuk, dan mata berat? Itu tandanya Anda butuh tidur siang! Yuk, intip trik power nap ini agar tidur siang lebih berkualitas dan bermanfaat.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Fakta Unik 23/07/2020 . Waktu baca 4 menit

6 Penyebab Otak Anda Sulit Mengingat dan Mudah Lupa

Baru kenalan 5 menit yang lalu, sudah lupa namanya? Ada janji nanti sore, tapi Anda tak ingat? Ini berbagai penyebab sulit mengingat yang Anda alami.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Fakta Unik 22/07/2020 . Waktu baca 4 menit

5 Hal yang Sering Jadi Penyebab Mati Rasa pada Kaki dan Tangan

Mati rasa sering terasa pada jari, tangan, kaki, lengan, maupun telapak kaki Anda. Apa sebenarnya yang menjadi penyebab mati rasa?

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Hidup Sehat, Fakta Unik 22/07/2020 . Waktu baca 3 menit

5 Manfaat Buah Melon yang Menyehatkan Tubuh

Suka makan buah melon? Tapi, tahukah Anda kalau manfaat buah melon sangat baik untuk kesehatan tubuh manusia? Apa saja manfaatnya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Fakta Unik 22/07/2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bibir gatal

7 Penyebab Bibir Hitam untuk Anda yang Tidak Merokok

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 12/08/2020 . Waktu baca 3 menit
manfaat virgin coconut oil minyak kelapa dara; virgin coconut oil

Manfaat Virgin Coconut Oil untuk Kesehatan

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 04/08/2020 . Waktu baca 4 menit
minum madu

Minum Madu Setelah Minum Obat, Boleh atau Tidak?

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 27/07/2020 . Waktu baca 3 menit

Tidur yang Sehat, Dengan Lampu Menyala atau Mati?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Dipublikasikan tanggal: 23/07/2020 . Waktu baca 4 menit