Cara Terbaru untuk Menyembuhkan Infeksi Bakteri: Lawan Dengan Virus!

Oleh

Penyakit infeksi biasanya disebabkan oleh infeksi virus dan bakteri, yang menyebabkan pertahanan tubuh menjadi lemah. Dalam beberapa kasus penyakit infeksi yang terjadi, infeksi virus mengakibatkan komplikasi serta risiko kesehatan yang lebih besar ketimbang infeksi bakteri. Hal ini disebabkan oleh virus bisa lebih ‘pintar’ dari pada bakteri, sehingga menyebabkan infeksi yang lebih parah. Bahkan dalam beberapa studi, disebutkan jika virus dapat menyerang bakteri penyakit.

Lalu apa yang terjadi bila virus menyerang bakteri? Apakah akan lebih berbahaya bagi kesehatan?

Virus seperti apa yang bisa menyerang bakteri penyakit?

Virus adalah parasit yang jumlahnya paling banyak di muka bumi. Makhluk hidup yang satu ini hanya akan bertahan hidup jika menumpang pada makhluk hidup lain, sehingga dari sana ia mendapatkan makanan dan berbagai kebutuhan lainnya. Salah satu tempat tinggal yang paling ‘disukai’ virus adalah manusia, oleh karena itu virus sangat mudah menginfeksi Anda dan menyebabkan Anda mengalami sakit flu atau lainnya.

Namun, terdapat temuan baru dari California of Institute of Technology yang menemukan bahwa virus bisa menginfeksi bakteri. Virus yang menyerang bakteri ini disebut dengan bakteriofag.

Tapi jangan khawatir dulu, bakteriofage yang ditemukan ini tidak berbahaya bagi kesehatan, malah kehadirannya dapat membuat bakteri penyakit lebih mudah dan cepat dihilangkan dari tubuh. Ya, bisa dibilang bakteriofag adalah suatu terobosan baru di bidang medis yang dapat membantu mengobati berbagai penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri.  

Virus bakteriofag lebih efektif melawan bakteri penyakit ketimbang antibiotik

Sekarang ini, banyak bakteri penyakit yang sudah tidak mempan lagi dengan obat antibiotik yang diberikan. Walaupun memang kebalnya bakteri terhadap antibiotik dapat terjadi akibat berbagai alasan, seperti penggunaan obat yang salah dan tidak tepat. Oleh karena itu, para ahli mulai beralih menggunakan bakteriofag untuk mengatasi penyakit infeksi akibat bakteri. Malah, untuk beberapa kasus tertentu, bakteriofag bekerja lebih efektif, yaitu pada:

  • Pasien dengan imunitas buruk, bakteriofag bekerja lebih baik untuk membunuh bakteri penyakit. Sedangkan jika menggunakan antibiotik, bakteri hanya akan mati jika sistem imun membantu antibiotik bersama-sama menghancurkannya, padahal pasien tersebut memiliki imunitas yang kurang baik.
  • Pasien yang mengalami resistensi suatu bakteri penyakit. Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa bakteriofag dapat membunuh 84% bakteri Staphylococcus aureus (penyebab infeksi kulit) dan 53% Pseudomonas aeruginosa (penyebab gangguan pencernaan) yang keduanya kebal terhadap obat methycillin.

Cara kerja yang dimiliki bakteriofag berbeda dengan antibiotik, sehingga peluang untuk bakteri kebal terhadap bakteriofag lebih kecil. Selain itu, tak seperti antibiotik yang dapat menjadi racun dan berbahaya bagi ginjal, bakteriofag memiliki risiko yang lebih kecil untuk menyebabkan keracunan di dalam tubuh.

Pemberian dosis bakteriofag biasanya disesuaikan dengan jumlah bakteri penyakit yang menginfeksi tubuh. semakin banyak bakteri yang ada di dalam tubuh Anda, maka akan semakin besar dosis bakteriofag yang diberikan. Bakteriofag hanya diberikan satu kali dalam sehari, jadi diperkirakan akan meningkatkan kepatuhan pasien untuk meminum obat sesuai jadwal dan aturan – tidak seperti antibiotik yang jika kelupaan minum, bisa mengakibatkan bakteri penyakit resisten.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Maret 17, 2017 | Terakhir Diedit: September 6, 2017

Sumber
Yang juga perlu Anda baca