Air Kencing Saya, Kok, Berbau Manis, Normal Tidak?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Sangat wajar jika air kencing berbau menyengat, karena kandungan amonia di dalamnya. Nah, lain lagi jika air kencing berbau manis. Bisa jadi ada beberapa masalah kesehatan tertentu di balik kondisi tersebut.

Penyebab air kencing berbau manis

Diet dan asupan cairan Anda dapat memengaruhi bau dan warna urine. Jika urine berubah sementara, ini bisa disebabkan oleh sesuatu yang Anda makan sebelumnya. Jengkol atau petai misalnya, kedua makanan tersebut akan menimbulkan bau yang sangat menyengat pada air kencing Anda.

Beberapa gangguan, obat-obatan, dan suplemen juga dapat memengaruhi bau air kencing. Lantas, jika air kencing berbau manis, apa penyebab yang paling mungkin?

1. Diabetes

Seseorang dengan diabetes yang tidak terkendali mungkin memiliki kadar glukosa darah yang sangat tinggi. Tubuh mencoba untuk menyingkirkan kelebihan glukosa dalam urin hingga menyebabkan air kencing berbau manis.

Selain itu, biasanya orang dengan diabetes mungkin memiliki gejala lain, seperti kelelahan, mudah haus, sering buang air kecil, mudah lapar, dan penurunan berat badan tanpa alasan.

2. Ketoasidosis diabetik

Kondisi ini terjadi jika tubuh Anda tidak memiliki cukup insulin untuk memproses gula yang masuk. Alih-alih, tubuh akan membakar lemak sebagai energi.

Akibatnya asam yang disebut keton terakumulasi dalam darah. Jika tidak diobati, zat keton ini dapat meracuni Anda. Ketoasidosis diabetik merupakan salah satu komplikasi jangka pendek dari diabetes melitus yang tidak terkontrol.

Kondisi ini lebih umum terjadi pada orang dengan diabetes tipe 1. Meski begitu orang dengan diabetes tipe 2 dapat memiliki gejalanya.

Sama seperti mekanisme pada orang yang terkena diabetes, glukosa disingkirkan melalui urin hingga menimbulkan aroma manis.

3. Maple syrup urine disease

Penyakit urin sirup mapel atau maple syrup urine disease (MSUD) adalah kelainan genetik di mana seseorang tidak dapat mencerna protein tertentu. Kondisi ini adalah kelainan bawaan, yang biasanya menimbulkan air kencing berbau manis pada anak maupun bayi.

Gangguan ini bisa berakibat fatal jika tidak ditangani. Meski begitu, penyakit ini bisa diobati dengan perawatan medis. Bayi dengan kondisi ini juga memiliki gejala lain yaitu kelelahan, gerakan yang tidak biasa, perkembangan tertunda, makan sedikit, dan muntah.

4. Obat-obatan dan suplemen

Beberapa suplemen, khususnya suplemen vitamin B6, dapat mengubah bau urin. Obat-obatan tertentu juga dapat mengubah warna dan bau urin.

Jika Anda baru memulai pengobatan baru harus diskusikan dengan dokter jika mengalami perubahan warna dan bau urine.

5. Dehidrasi

Ketika seseorang mengalami dehidrasi, ini membuat urine lebih terkonsentrasi (lebih pekat). Urine mungkin tampak sangat kuning, atau bahkan coklat dan urine yang lebih pekat akan berbau lebih menyengat.

Sementara bau yang paling umum adalah bau amonia yang menyengat. Namun, beberapa orang melaporkan bahwa dehidrasi membuat air kencing bau manis atau bau buah.

Ketika air kencing Anda berwarna sangat gelap, Anda harus minum lebih banyak air. Jika gejala tidak membaik dalam beberapa jam, sebaiknya segera periksakan ke dokter.

6. Infeksi saluran kencing (ISK)

Infeksi saluran kencing adalah infeksi yang sangat umum pada sistem saluran kencing. Infeksi ini terjadi ketika bakteri ada di uretra (tempat urin mengalir dari kandung kemih ke luar tubuh).

Salah satu tanda pertama ISK adalah bau urine yang menyengat atau berbau manis. Hal ini karena adanya bakteri pada urine yang Anda keluarkan. Gejala lain adalah dorongan yang terus menerus untuk buang air kecil dan sensasi terbakar ketika buang air kecil.

7. Foetor hepaticus

Foetor hepaticus adalah suatu kondisi yang menyebabkan napas Anda berbau manis atau apak. Bau ini paling sering memengaruhi napas, tetapi juga bisa memengaruhi urine. Kondisi ini dijuluki “napas orang mati.”

Foetor hepaticus adalah efek samping dari hipertensi portal dan penyakit hati. Perawatan untuk kondisi ini bervariasi tergantung pada apa penyebabnya, dan dapat mencakup obat-obatan dan operasi.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca