Kena Rheumatoid Arthritis Saat Muda, Apakah Harus Menjalani Pengobatan Selamanya?

Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 29/07/2019
Bagikan sekarang

Rheumatoid arthritis adalah salah satu jenis penyakit rematik yang kerap ditandai dengan munculnya nyeri dan kaku pada jari serta pergelangan tangan. Kebanyakan kasus penyakit rheumatoid arthritis biasanya dialami oleh orang dewasa. Meski begitu, penyakit autoimun ini juga bisa dialami oleh remaja yang notabene masih berusia muda. Untuk lebih jelasnya, saya akan mengulas lebih dalam mengenai rheumatoid arthritis pada remaja.

Mungkinkah rheumatoid arthritis terjadi pada remaja?

Rheumatoid arthritis, atau disingkat RA, adalah penyakit rematik autoimun yang dapat menyebabkan peradangan pada sendi tubuh. Penyakit ini memang umumnya dialami oleh wanita, dengan gejala awal biasanya muncul di usia 30-40 tahun. 

Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan rheumatoid arthritis juga bisa terjadi pada laki-laki, anak-anak, bahkan remaja. Sama halnya seperti rheumatoid arthritis pada orang dewasa, penyebab RA pada remaja juga belum diketahui secara pasti. 

Interaksi antara faktor genetik dan lingkungan diduga menjadi pencetus timbulnya rheumatoid arthritis ini. Secara rincinya, molekul HLA-DR 4 merupakan genetik yang turut andil sebagai penyebab rheumatoid arthritis, termasuk pada remaja. 

Sedangkan faktor lingkungan yang berperan dalam penyakit rheumatoid arthritis yakni merokok, hormon estrogen, infeksi bakteri, virus, dan mikrobakteria. 

Orang yang memiliki molekul HLA-DR 4 di dalam tubuhnya berisiko 4-5 kali lebih besar untuk terkena RA, dibandingkan orang yang tidak punya molekul genetik tersebut. 

Samakah gejala rheumatoid arthritis pada remaja dengan orang dewasa?

Pada dasarnya, gejala rheumatoid arthritis yang terjadi di usia muda, seperti pada anak-anak dan remaja, sama saja dengan orang dewasa. Anda biasanya akan mengeluhkan sendi yang terasa nyeri, kaku, bahkan bengkak, terutama di bagian jari dan pergelangan tangan. 

Gejala RA berupa rasa nyeri dan kaku pada tangan sebenarnya bisa muncul kapan pun. Namun, keluhannya biasanya paling sering terjadi pada pagi hari. Setelah melakukan berbagai aktivitas fisik, seperti menyapu, mencuci, dan lainnya, gejala RA tersebut bisa segera membaik. 

Lambat-laun, nyeri, kaku, dan bengkak tidak hanya menyerang tangan. Keluhan tersebut bisa berkembang sampai ke lutut, pergelangan kaki, bahu, siku, maupun leher. 

Apakah rheumatoid arthritis pada remaja bisa disembuhkan?

Rheumatoid arthritis pada remaja tidak bisa disembuhkan, sehingga akan terus terbawa sampai dewasa. Meski begitu, pengobatan sedini mungkin harus segera diberikan guna mencegah terjadinya cacat sendi yang lebih parah di kemudian hari. 

Selain itu, tujuan pengobatan rheumatoid arthritis sejak muda yaitu mengurangi peradangan sendi, mengatasi nyeri, serta mencegah kerusakan sendi permanen.

Dengan begitu, remaja tetap dapat beraktivitas normal seperti teman-teman seusianya, sekaligus mencegah munculnya komplikasi jangka panjang dari RA. Meliputi masalah kardiovaskular seperti stroke dan serangan jantung.

Apa saja pengobatan rheumatoid arthritis pada remaja?

Penyebab dan gejala rheumatoid arthritis pada remaja boleh sama dengan orang dewasa. Namun, pengobatan yang didapatkan remaja umumnya berbeda dengan orang dewasa. 

Baik itu dari segi pemilihan jenis obat, maupun dosis obat yang diberikan. Adanya perbedaan pengobatan pada masing-masing pasien RA ini disebabkan oleh beberapa hal, seperti:

  • Tingkat keparahan penyakit.
  • Kondisi tubuh dan penyakit yang dimiliki.
  • Riwayat pengobatan sebelumnya. 
  • Respon pengobatan. Ada yang gejalanya bisa membaik hanya dengan minum satu jenis obat dengan dosis kecil, tapi ada juga yang butuh kombinasi beberapa jenis obat.
  • Efek samping pengobatan berbeda. Ada yang minum dosis maksimal tapi tidak mengalami efek samping, tapi ada juga yang mengalami efek samping meski hanya minum dosis kecil.

Secara khususnya, ada beberapa jenis obat yang bisa diberikan untuk pasien rheumatoid arthritis, termasuk pada remaja. Pertama yakni, DMARD (Disease-modifying antirheumatic drug), dan kedua yakni biologik agent. 

DMARD adalah golongan obat yang bertugas untuk memperlambat perkembangan penyakit, sekaligus mencegah sendi dari cacat dan kerusakan permanen. Contoh obat ini meliputi metotreksat, sulfasalasin , hidroksikloroquin, lefluonamid dll.

Sementara biologik agent adalah golongan obat yang disuntikkan atau diinfuskan ke dalam tubuh. Obat ini dapat memberikan efek pengobatan yang lebih cepat ketimbang DMARD. Contoh obat ini meliputi adalimumab, golimumab, toxilizumab, etanercept, infliximab, certolizumab, dll.

Di samping membantu meredakan nyeri pada sendi, kedua jenis obat tersebut juga dapat mencegah terjadi kerusakan atau cacat sendi. 

Apakah pengobatan rheumatoid arthritis harus dilakukan selamanya?

Ya, pengobatan rheumatoid arthritis, pada anak, remaja, maupun dewasa harus dilakukan seumur hidup. RA memang tidak bisa disembuhkan sepenuhnya, tapi penyakit ini masih bisa dikendalikan. 

Cara utamanya yaitu dengan melakukan pengobatan secara rutin, sehingga pasien rheumatoid arthritis bisa masuk ke fase remisi. Fase remisi adalah suatu kondisi ketika gejala penyakit rheumatoid arthritis berada dalam keadaan stabil. 

Mudahnya, remaja yang sedang fase remisi pada rheumatoid arhtritis tidak mengalami nyeri sendi, bengkak, serta laju endap darahnya normal. Itu sebabnya, pengobatan RA sangat penting untuk diberikan sedini mungkin. 

Meski tidak dapat menyembuhkan penyakit autoimun ini sepenuhnya, tapi pengobatan yang tepat setidaknya dapat mengontrol perkembangan penyakit. Alhasil, kualitas hidup remaja yang memiliki rheumatoid arthritis pun bisa lebih baik. 

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"

    dr. Sandra Sinthya Langow, Sp.PD-KR, atau akrab disapa dengan dr. Sandra merupakan dokter spesialis penyakit dengan peminatan ...

    Artikel dari ahli dr. Sandra Sinthya Langow, Sp.PD-KR

    Berbagai Komplikasi Lupus yang Mungkin Terjadi dan Harus Diwaspadai

    Gejala lupus di awal memang ringan. Namun, jika tidak diobati secepatnya, lupus bisa berkembang menjadi komplikasi yang memperparah kondisinya.

    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    komplikasi lupus

    Mungkinkah Lupus Bisa Menimbulkan Komplikasi Pada Organ Paru?

    Selain menyerang sendi dan kulit, lupus juga menimbulkan komplikasi pada organ lain, termasuk paru. Seperti apa gejala dan pengobatan yang perlu diketahui?

    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

    Semua Hal yang Perlu Anda Tahu Seputar Lupus dan Kehamilan

    Lupus banyak terjadi pada wanita usia muda. Lantas, bisakah hamil jika memiliki lupus? Dan apa pengobatan yang aman untuk menangani lupus pada ibu hamil?

    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    lupus pada ibu hamil lupus saat hamil
    READ MORE FROM dr. Sandra Sinthya Langow, Sp.PD-KR

    Yang juga perlu Anda baca

    Benarkah Penyakit Rematik Pasti Diturunkan Dalam Keluarga?

    Dikenal sebagai penyakit orang tua, rematik menjadi penyakit yang cukup banyak ditakuti. Banyak anggapan bahwa penyakit ini pasti diturunkan. Benar begitu?

    Ditulis oleh: Widya Citra Andini

    Efek Rematik pada Bagian Tubuh Lain yang Harus Diwaspadai

    Rematik merupakan penyakit yang bisa memberikan efek berbahaya seperti merusak organ-organ penting jika tidak ditangani dengan segera. Berikut ulasannya.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini

    Penelitian Buktikan Gemar Makan Ikan Ternyata Bisa Kurangi Gejala Rematik

    Penelitian terbaru menunjukkan fakta bahwa gemar makan ikan bisa membantu meringankan gejala rematik. Mengapa bisa begitu?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini

    Cara Mudah Mengatasi dan Mencegah Pegal Linu Pada Lansia

    Keluhan yang umumnya dilontarkan ketika sudah lanjut usia adalah pegal linu. Tak perlu cemas, begini cara mengatasi pegal linu dengan mudah.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: dr. Ivena
    dr. Sandra Sinthya Langow, Sp.PD-KR, atau akrab disapa dengan dr. Sandra merupakan dokter spesialis penyakit dengan peminatan ...

    Direkomendasikan untuk Anda

    diabetes meningkatkan risiko rematik

    Diabetes Meningkatkan Risiko Rematik Hingga 20 Persen

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Dipublikasikan tanggal: 10/02/2020
    pemeriksaan badan pegal rematik

    Ke Mana Harus Memeriksakan Diri Saat Badan Pegal Seperti Rematik?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Dipublikasikan tanggal: 08/11/2019

    Mengenali Penyakit Autoimun dari Gejala Hingga Cara Mencegahnya

    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Dipublikasikan tanggal: 06/06/2019
    demam rematik dan penyakit jantung rematik

    Apa Bedanya Rematik, Demam Rematik, dan Penyakit Jantung Rematik?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Dipublikasikan tanggal: 01/06/2019