Kenapa Masih Ada Saja yang Percaya Dengan Takhayul, Ya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 31/05/2019 . 4 menit baca
Bagikan sekarang

Pada zaman yang sudah sangat modern ini, masih ada beberapa orang yang percaya dengan mitos atau disebut juga dengan takhayul. Mulai dari jangan membuka payung di dalam rumah, tidak boleh duduk di depan pintu karena dapat menjauhkan jodohnya, hingga harus menghabiskan nasi jika tidak ingin mereka menangis. Jika dipikirkan secara logika memang tidak masuk akal, mengapa ya orang masih percaya dengan takhayul?

Apa itu takhayul?

mitos kebiasaan makan pada anak

Mitos atau takhayul adalah sesuatu hal yang dikarang oleh seseorang berdasarkan khalayan mereka, alias bohong. Akan tetapi, ternyata takhayul di Indonesia bersifat untuk mengajarkan anak-anak terhadap hal-hal tertentu. Biasanya, takhayul ini dibentuk oleh kakek nenek Anda ketika Anda masih kecil.

Misalnya, Anda pastinya sering mendengar kalau nasinya tidak dihabiskan, bisa-bisa nasi tersebut akan menangis. Di dalam pikiran seorang anak kecil, tentu mereka tidak ingin hal itu terjadi entah hal tersebut menyeramkan atau justru membuat mereka sedih.

Oleh karena itu, mereka akan berusaha untuk menghabiskan nasinya dan membentuk sebuah kebiasaan untuk menghabiskan makanannya.

Contoh lainnya adalah tidak boleh menyapu pada malam hari karena dapat mengurangi rejeki Anda. Nah, jika disangkut pautkan dengan zaman dahulu, tentu menyapu di malam hari adalah kebiasaan yang tidak baik.

Sebelum ada penerangan, akan sulit bagi nenek Anda untuk menyapu di dalam kegelapan, bisa-bisa yang tersapu bukanlah sampah, melainkan perhiasan atau uang yang terjatuh.

Mengapa masih ada orang yang percaya dengan takhayul?

Seiring dengan berjalannya waktu, sudah seharusnya mitos tersebut dipatahkan dengan penjelasan logika namun sebagian orang masih bertahan pada prinsip tersebut.

Hal tersebut dikarenakan keyakinan tersebut dikembangkan oleh mereka dan merasa terikat oleh takhayul tersebut. Misalnya, Anda diberikan seutas gelang yang dapat membawa ‘keberuntungan’.

Lalu, Anda pun memakainya pada ujian tertentu dan berhasil memperoleh nilai yang baik sejak memakai gelang tersebut. Nah, dari sinilah Anda mulai percaya dan mengembangkan keyakinan sendiri terhadap gelang tadi.

1. Membuat alasan yang dapat dipercaya terhadap suatu kejadian

pola pikir tidak bahagia sedih depresi stres pusing

Pada kasus gelang ‘keberuntungan’ tadi sebenarnya adalah satu dari sekian banyak contoh. Anda tidak percaya diri ketika mengerjakan ujian tersebut, sehingga membutuhkan ‘dorongan’ untuk memperbaiki hal tersebut.

Tidak dapat dipungkiri bahwa pikiran manusia senang memiliki kontrol atas kejadian yang tidak terduga. Oleh karena itu, kepercayaan terhadap takhayul tersebut berkembang karena Anda dapat menciptakan skenario yang menguntungkan Anda, meskipun Anda tahu itu tidak masuk akal.

2. Menenangkan pikiran

Walaupun takhayul adalah sebuah ilusi yang Anda ciptakan, ternyata berefek pada mental Anda yang menjadi jauh lebih tenang.

Para psikolog mengungkapkan bahwa tidak mengikuti ritual atau aturan dapat meningkatkan kekhawatiran pada manusia. Oleh karena itu, menciptakan sebuah ramalan yang menguntungkan dirinya sendiri tentu dapat menambah kepercayaan dan memuaskan diri sendiri ketika menjalani aktivitas.

Nah, sekarang sudah cukup jelas bukan mengapa orang masih ada yang percaya terhadap takhayul? Walaupun tidak terlihat berbahaya, memiliki kepercayaan seperti ini ternyata membuat benteng untuk Anda sulit berargumen di luar kepercayaan Anda.

Oleh karena itu, terkadang takhayul memberikan efek yang cukup negatif terhadap pola pikir Anda terhadap dunia. Bukannya sulit untuk diubah, tetapi seringkali tidak adanya kemauan untuk berubah pola pikirlah yang membuat takhayul tetap menetap di sana.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Drunkorexia, Fenomena Rela Tak Makan Demi Minum Alkohol

Kebiasaan konsumsi alkohol berlebihan mungkin sudah biasa. Lantas, bagaimana dengan rela tidak makan karena ingin minum alkohol atau disebut drunkorexia?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Fakta Unik 04/07/2020 . 6 menit baca

Para ‘Pria Tangguh’ Lebih Berisiko Bunuh Diri, Mengapa Begitu?

Laki-laki sering dikaitkan dengan image tangguh. Padahal, tuntutan untuk menjadi pria tangguh berdampak negatif dan bisa meningkatkan risiko bunuh diri.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Psikologi 04/07/2020 . 4 menit baca

Mengenal Seluk Beluk Laser Lipolysis untuk Menyingkirkan Lemak

Laser lipolysis dapat menjadi pilihan tepat bagi Anda yang ingin menghilangkan lemak dengan cepat. Seperti apa prosedurnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Berat Badan Ideal, Hidup Sehat 04/07/2020 . 5 menit baca

Teledermatologi, Layanan Konsultasi Masalah Kulit Online di Tengah Pandemi

Banyak orang yang cukup was-was saat hendak pergi ke rumah sakit di tengah pandemi. Untungnya, teledermatologi hadir saat pandemi COVID-19. Apa itu?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 04/07/2020 . 6 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

pasangan borderline personality disorder

Tips Awet Bersama Pasangan dengan Borderline Personality Disorder

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 05/07/2020 . 7 menit baca
diet eliminasi

Mengenal Diet Eliminasi (Elimination Diet) untuk Tahu Intoleransi Makanan

Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 05/07/2020 . 5 menit baca
time blocking

Mengenal Time Blocking yang Bisa Jadi Alternatif Atasi Stres

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 05/07/2020 . 5 menit baca
meditasi jalan walking meditation

Mengenal Walking Meditation, Meditasi Sambil Jalan yang Bikin Pikiran Tenang

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 05/07/2020 . 6 menit baca