Ini Bahayanya Jika Makan Makanan Pasien Rumah Sakit Saat Menjenguk

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 30/07/2019 . 3 mins read
Bagikan sekarang

Menjenguk orang sakit tidak berbeda jauh dengan bertamu. Di sana Anda harus mematuhi peraturan yang ada dan diterapkan oleh rumah sakit. Salah satunya, tidak makan makanan pasien. Meskipun kelihatannya sepele, hal ini ternyata berdampak buruk bagi pasien, bahkan Anda juga. Apa saja yang mungkin terjadi?

Bahaya makan makanan pasien saat menjenguk

Orang yang menjenguk seseorang di rumah sakit lebih rentan terkena penyakit. Wajar, mengingat rumah sakit adalah tempat berkumpulnya orang sakit yang membawa bakteri dan kuman penyakit.

Terlebih jika yang menjenguk tidak memiliki kekebalan tubuh yang kuat. Saat kekebalan tubuh Anda sedang lemah, virus atau bakteri akan lebih cepat menyebabkan infeksi. Mereka dapat tertular penyakit dengan mudah jika tidak berhati-hati.

Salah satu hal yang juga membuat Anda mudah tertular penyakit ketika berkunjung ke rumah sakit adalah makan makanan pasien.

Saat menjenguk anggota keluarga yang sakit, Anda mungkin mendapati mereka diberikan berbagai makanan bernutrisi. Mulai dari nasi, sayur, lauk, buah, hingga camilan. Tidak jarang, makanan yang disediakan oleh rumah sakit ini tidak dihabiskan.

Ketika melihat makanan tidak habis dimakan atau bahkan tidak disentuh, ada perasaan sayang jika makanan kemudian jadi mubazir dan dibuang begitu saja. Meski begitu, Anda tidak dianjurkan untuk makan makanan yang disajikan untuk pasien.

Dilansir dari laman Ministry of Health, bakteri maupun virus bisa berpindah melalui air liur, bersin, dan batuk. Bila air liur yang terinfeksi tersebut mengenai sendok atau makanan yang ada di nampan, dan Anda menyentuh atau bahkan memakan makanan tersebut, virus atau bakteri akan berpindah ke tubuh Anda.

Ini juga akan berdampak pada kesehatan pasien

makanan untuk pasien kemoterapi

Nutrisi memainkan peran besar dalam pemulihan kesehatan pasien rumah sakit. Pola makan yang sehat akan membantu pasien agar sistem tubuhnya jadi lebih kuat, bertenaga, dan tentunya lebih cepat sembuh.

Untuk alasan itulah, makanan pasien di rumah sakit sangat penting dan berperan bagi kesembuhan pasien.

Makanan untuk pasien yang disajikan di rumah sakit tentunya berbeda dengan makanan yang disajikan di rumah. Makanan di rumah sakit disajikan sesuai dengan kebutuhan pasien, mulai dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin, hingga mineral.

Selain menyediakan, tim gizi rumah sakit juga memantau kebutuhan nutrisi pasien terpenuhi atau tidak. Jika Anda makan makanan pasien, tentu tim gizi akan mengira pasien menghabiskan semua makanan dengan baik.

Tim gizi bisa saja menyimpulkan kondisi pasien mulai membaik karena nafsu makan yang meningkat. Hal ini bahkan bisa menjadi pertimbangan dokter untuk memulangkan pasien ke rumah, tanpa mengetahui bahwa makanan pasien habis oleh mereka yang menjenguk.

Apabila hal ini sampai terjadi, pasien tentu tidak mendapatkan perawatan yang maksimal dan tuntas. Akibatnya, bisa saja fatal bagi kesehatan pasien itu sendiri.

Itu sebabnya, sekalipun terlihat aman dan pasien mulai sembuh, Anda tetap tidak disarankan untuk makan makanan pasien ketika menjenguk.

Jika pasien tidak menghabiskan makanannya karena tidak nafsu makan, Anda dapat membantu melaporkannya pada perawat atau dokter sebagai laporan perkembangan kesehatan pasien.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Diet DEBM Turunkan 2 Kg Dalam Seminggu, Apa Sehat? Cek Faktanya di Sini!

Diet DEBM mengklaim dapat menurunkan berat badan hingga 2 kilogram hanya dalam seminggu. Cara kerja diet ini mirip diet keto, tapi apa aman?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Nutrisi, Berat Badan Ideal, Hidup Sehat 09/03/2019 . 6 menit baca

3 Poin Penting yang Perlu Ditanyakan ke Dokter Tiap Kali Berobat

Jangan sungkan untuk banyak tanya dokter ketika berobat. Dokter justru senang, kok, kalau pasiennya aktif bertanya. Ingat, malu bertanya sesat di jalan!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Tips Sehat 30/01/2019 . 7 menit baca

3 Hal yang Bisa Jadi Penyebab Anda Sering Pusing Setelah Makan Daging

Meski daging menawarkan banyak manfaat kesehatan bagi tubuh Anda, makanan satu ini juga bisa menimbulkan masalah. Salah satunya bikin sering pusing.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Fakta Unik 17/01/2019 . 3 menit baca

Benarkah Bisa Ketularan Batuk Pilek dari Makan dan Minum Bareng-Bareng?

Katanya, orang yang sakit batuk pilek tidak boleh berbagi makanan dan minumannya karena takut orang lain ketularan. Kenapa begitu?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Flu, Health Centers 15/01/2019 . 3 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

False Hunger: Membedakan Lapar Asli dan Lapar Palsu

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . 5 menit baca
frozen yogurt vs es krim sehat mana

Frozen Yogurt Versus Es Krim, Lebih Sehat Mana?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 17/06/2020 . 5 menit baca
tata cara menjenguk orang sakit

Etika yang Perlu Diperhatikan saat Membesuk Pasien di Rumah Sakit

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 05/08/2019 . 5 menit baca
makan sehat banyak aktivitas

4 Kiat Menerapkan Pola Makan Sehat untuk Orang yang Banyak Kegiatan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 31/07/2019 . 4 menit baca