Headset vs. Headphone, Mana yang Lebih Baik untuk Digunakan?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 6 Juni 2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Tahukah Anda bahwa memilih antara headphone atau headset untuk mendengarkan lagu sangat berpengaruh terhadap kesehatan Anda? Jika dilihat dari kualitas suara, keduanya sama-sama memiliki keistimewaan masing-masing. Nah, kalau dipilih dari segi kesehatan, manakah yang lebih baik, menggunakan headphone atau headset?

Headphone mempunyai kualitas suara yang lebih baik

Menurut World Health Organization, 50% pendengaran orang dewasa beresiko turun akibat dari penggunaan headphone untuk mendengarkan musik. Selain itu, CDC atau setara dengan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit mengungkapkan bahwa terdapat 5.2 juta orang yang menderita gangguan pendengaran akibat suara bising.

Kisaran umur penderitanya adalah 6-19 tahun. Di sisi lain, penderita pada usia 20-69 tahun mencapai 26 juta. Tentu saja hal ini sangat meresahkan.

Walaupun lebih nyaman mendengarkan musik dengan headphone, ternyata terdapat bahaya yang mengintai Anda jika tidak digunakan dengan benar.

Jika Anda mendengarkan suara atau musik yang terlalu keras ke telinga Anda, rambut-rambut kecil yang ada di telinga dapat terbunuh. Nah, matinya rambut-rambut kecil yang bertugas untuk mengirimkan sinyal suara ke otak Anda ini bisa membuat Anda kehilangan pendengaran.

Di sisi lain, penggunaan headphone ternyata lebih baik dibandingkan headset. Headphone melakukan tugasnya memblokir suara dari luar dengan baik. Hal tersebut tentu membuat Anda mendengarkan lagu dengan suara yang lebih kecil ketimbang saat memakai headset.

Oleh karena itu, sangat penting bagi Anda untuk memilih headphone berkualitas tinggi agar resiko gangguan pendengaran dapat berkurang. Nah, jika ditanya lagi manakah yang lebih baik antara headphone atau headset dari segi suara, jelas jawabannya adalah headphone.

Headset mudah dibawa kemana-mana

Desainnya yang begitu sederhana dan mudah dibawa kemana-mana membuat headset digemari oleh orang-orang.

Akan tetapi, suara bising justru akan lebih banyak Anda dapatkan dari pemakaian headset. Oleh karena itu, biasanya orang akan cenderung untuk mengeraskan suaranya hingga merusak telinga Anda.

Suara gergaji atau motor menciptakan 100 desibel suara. Dengan tingkatan desibel setinggi itu, pendengaran Anda bisa rusak setelah mendengarnya selama setengah jam.

Pada umumnya, suara pemutar musik yang digunakan adalah 70% dari volume maksimal yaitu sekita 85 desibel. Jika Anda menambah volumenya dan mendengarkan dalam waktu yang lama, kehilangan pendengaran secara permanen sangat mungkin Anda alami.

Oleh karena itu, alangkah baiknya apabila Anda tidak menggunakan headset dalam jangka waktu yang panjang. Walaupun memang dari segi desain lebih praktis dan baik daripada headphone, tentu saja Anda tidak ingin bukan tidak dapat menikmati suara musik selamanya?

Lebih baik headphone atau headset?

kecanduan game online

Kesimpulannya, Anda bisa memilih headphone sebagai alternatif untuk mendengarkan musik dengan kualitas yang bagus dan mengurangi resiko kehilangan pendengaran.

Akan tetapi, jika Anda ingin tetap menggunakan headset, silahkan ikuti anjuran di bawah ini agar tidak menyesal nantinya.

  • Mendengarkan musik tidak lebih dari 60% dari batas maksimal suara headset.
  • Batasi penggunaan headset setidaknya paling lama 1 jam.

Nah, sekarang Anda sudah tahu bukan bahwa pemilihan alat tambahan mendengar sangat berpengaruh terhadap kesehatan telinga Anda. Oleh karena itu, silahkan sesuaikan kebutuhan untuk memilih mana yang lebih baik diantara headphone atau headset.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Gejala Hiperakusis Pada Anak, Kondisi Langka Saat Si Kecil Terlalu Peka Dengan Suara

Hiperakusis pada anak menyebabkan telinga anak sangat senstif dengan suara. Bagaimana gejala hiperakusis jika terjadi pada anak? Baca di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Anak, Parenting 1 Maret 2019 . Waktu baca 4 menit

6 Hal yang Perlu Anda Tahu Tentang Kebersihan dan Kesehatan Telinga

Merawat kebersihan dan kesehatan telinga ternyata tidak bisa sembarangan, lho! Perhatikan beberapa hal berikut ini supaya Anda tidak salah langkah.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Tips Sehat 22 November 2018 . Waktu baca 5 menit

Kotoran Telinga Kok Berubah Jadi Hitam, Apa Sebabnya?

Warna kotoran telinga bisa berubah setiap waktu; kuning atau cokelat. Namun dapat juga berubah jadi hitam. Apa saja penyebab kotoran telinga berwarna hitam?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Tips Sehat 8 November 2018 . Waktu baca 4 menit

Dari Kuning Sampai Hitam, Ketahui Arti 6 Warna Kotoran Telinga Anda

Kotoran telinga punya warna yang bervariasi dan bisa berubah-ubah setiap kali Anda membersihkannya. Ketahui apa arti warna kotoran telinga Anda di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Fakta Unik 29 Oktober 2018 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Makan Makanan Sehat Dapat Membantu Menjaga Fungsi Pendengaran, Lho!

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 25 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit
merawat telinga memakai headset

4 Tips Merawat Telinga untuk Anda yang Sering Memakai Headset

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 1 September 2019 . Waktu baca 4 menit
mendengarkan lagu dengan headset

Batas Volume dan Durasi yang Aman Ketika Menggunakan Headset

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 4 Juli 2019 . Waktu baca 4 menit
tidur pakai sumbatan telinga

Menggunakan Penutup Telinga untuk Tidur, Aman Tidak, Ya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 17 Juni 2019 . Waktu baca 3 menit