Minum Minuman Beralkohol Bikin Kurus, Mitos atau Fakta?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 22/03/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Banyak cara ditempuh demi mendapatkan berat badan ideal. Nah, katanya, minum minuman beralkohol juga bisa bikin kurus. Benar tidak, ya?

Minum minuman beralkohol membuat kurus, apa benar?

lapar tengah malam bangun tidur langsung lapar

Minuman beralkohol tinggi kalori

Minuman beralkohol mengandung gula yang cukup tinggi. Oleh sebab itu, minuman yang satu ini memiliki kalori yang cukup tinggi tanpa mengandung nutrisi yang berguna di dalamnya.

Alkohol sendiri mengandung 7 kalori per gramnya, hampir dua kali lipat dari karbohidrat dan protein.

Sayangnya, tidak seperti karbohidrat atau protein, minum minuman beralkohol tidak membuat Anda kenyang.

Akibatnya, Anda dengan mudah mengonsumsi makanan tinggi kalori lainnya untuk menghilangkan rasa lapar yang menyerang.

Minuman beralkohol mengganggu metabolisme tubuh

Minuman beralkohol dapat menganggu proses pembakaran lemak tubuh. Ketika Anda minum alkohol, tubuh akan membakar kalori dari alkohol sebagai sumber bahan bakar utama.

Padahal, biasanya tubuh menggunakan glukosa, lemak, dan protein cadangan di dalam tubuh sebagai bahan bakar.

Dampaknya, kelebihan glukosa dan lemak yang tak terpakai ini terus menumpuk di dalam tubuh. Alih-alih menurunkan berat badan, minum minuman beralkohol justru membuat angka timbangan terus bergerak naik.

Selain itu, alkohol juga mengganggu metabolisme tubuh karena bisa merusak hati. Terlalu banyak minum alkohol bisa menyebabkan penyakit alcoholic fatty liver. Kondisi ini membuat hati tak mampu menjalankan fungsinya dengan benar.

Alhasil, metabolisme tubuh pun akan terganggu. Ketika hal ini terjadi, tubuh mengalami perubahan cara tubuh dalam menyimpan energi yang akan membuat Anda semakin gemuk.

Menambah lemak perut

Alkohol termasuk minuman tinggi kalori yang bisa menaikkan berat badan dengan cepat. Pasalnya, kelebihan kalori di dalam tubuh biasanya disimpan sebagai lemak.

Perlu diketahui bahwa tubuh cenderung menumpuk lemak di daerah perut. Jika Anda tidak menerapkan gaya hidup sehat dan terus minum minuman beralkohol, tumpukan lemak di perut tidak bisa dihindarkan.

Hal itulah yang membuat peminum alkohol bisanya memiliki perut buncit.

Memicu sinyal rasa lapar

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Nature Communications menunjukkan fakta bahwa tikus yang diberikan etanol selama tiga hari mengalami peningkatan asupan makanan.

Penelitian ini menunjukkan fakta bahwa ternyata alkohol bisa memicu sinyal rasa lapar di otak.

Oleh karena itu, jangan heran jika nafsu makan Anda mengalami peningkatan yang cukup besar jika terbiasa minum minuman beralkohol. Untuk itu, yuk hentikan kebiasaan minum alkohol jika Anda berniat menurunkan berat badan.

Alkohol menyebabkan gangguan tidur

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam National Institute on Alcohol Abuse and Alcoholism menunjukkan fakta bahwa alkohol membuat seseorang lebih terjaga.

Seseorang akan jadi sulit tidur dengan nyenyak dan berkualitas. Ketika seseorang kurang tidur, akan muncul ketidakseimbangan hormon yang berkaitan dengan rasa lapar, kenyang, dan penyimpanan energi.

Minuman beralkohol mengacaukan hormon

Alkohol memengaruhi kadar hormon di dalam tubuh, terutama testosteron. Hormon seks yang satu ini berperan penting dalam proses metabolisme, termasuk pembentukan otot dan pembakaran lemak.

Jika kadarnya terlalu rendah, kondisi ini bisa memicu sindrom metabolik yang ditandai dengan tingginya kadar kolesterol, tekanan darah, gula darah, dan indeks massa tubuh.

Untuk Anda yang sedang berencana menurunkan angka timbangan, sebaiknya hindari minum minuman beralkohol.

Jika keinginan ini tak bisa ditahan, coba minum alkohol dengan kadar kalori yang lebih rendah, seperti vodka, whiskey, gin, tequila, atau brandy. Namun, usahakan untuk tetap membatasi meminum alkohol.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal Somniphobia, Ketika Seseorang Takut Akan Jatuh Tertidur

Tidur seharusnya menjadi kegiatan yang nyaman dan menenangkan. Namun, hal ini berbanding terbalik bagi orang-orang yang punya somniphobia.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Hidup Sehat, Gangguan Tidur 22/06/2020 . Waktu baca 7 menit

Mengapa Perlu Matikan Lampu Saat Tidur?

Sebagian dari Anda mungkin lebih suka tidur dalam keadaan terang. Namun riset menunjukkan matikan lampu saat tidur itu lebih baik. Kenapa?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hidup Sehat, Fakta Unik 29/05/2020 . Waktu baca 5 menit

Mitos atau Fakta: Minum Alkohol Dapat Membunuh Coronavirus?

Baru-baru ini terdengar kabar bahwa minum alkohol dapat membunuh coronavirus di dalam tubuh. Benarkah demikian? Simak penjelasannya di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 23/05/2020 . Waktu baca 5 menit

3 Suplemen Penambah Hormon Testosteron untuk Para Pria

Selain mengubah gaya hidup lebih sehat, ternyata ada lain yang disebut-sebut bisa dipakai untuk menambah hormon testosteron, yaitu konsumsi suplemen.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Perawatan Pria, Hidup Sehat 16/05/2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

lemak paha

Mana yang Lebih Susah Dihilangkan, Lemak Perut Atau Paha?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 24/07/2020 . Waktu baca 4 menit
mengigau saat tidur

Sering Mengigau Saat Tidur Bisa Jadi Tanda Penyakit Demensia

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 20/07/2020 . Waktu baca 3 menit
drunkorexia

Drunkorexia, Fenomena Rela Tak Makan Demi Minum Alkohol

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 04/07/2020 . Waktu baca 6 menit
sleep texting adalah

Mengulik Sleep Texting, Gangguan yang Bikin Anda Berkirim Pesan Saat Tidur

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 23/06/2020 . Waktu baca 5 menit