5 Dampak Makan Permen Karet yang Mengganggu Kesehatan

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 06/09/2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Anda suka makan permen karet? Mungkin di saku atau tas Anda sudah ada persediaan permen karet supaya Anda bisa mengunyahnya kapan saja. Permen karet memang banyak disukai karena rasanya yang segar dan bisa membantu mengendalikan nafsu makan. Ada juga yang bilang mengunyah permen karet bisa membuat pikiran lebih fokus dan terjaga. Namun, di balik nikmatnya, ada berbagai dampak makan permen karet yang mungkin belum Anda ketahui. Simak apa saja efek samping mengunyah permen karet berikut ini.

1. Lebih sering makan junk food

Banyak orang sengaja makan permen karet supaya tidak cepat lapar dan tak ingin ngemil terus. Namun, menurut sebuah penelitian oleh Department of Exercise and Nutrition Sciences di Amerika Serikat, Anda yang sering makan permen karet akan mengurangi konsumsi makanan bergizi. Anda justru semakin bernafsu untuk makan junk food seperti gorengan, keripik kentang, atau bakso.

Ini karena biasanya perasa mint dan buah-buahan yang terkandung dalam permen karet membuat sayur dan buah-buahan jadi terasa pahit. Anda pun jadi ingin makanan yang terasa kuat dan gurih seperti junk food.

2. Memicu gangguan sendi rahang

Kalau Anda biasanya mengunyah permen karet pada satu sisi mulut tertentu, Anda berisiko mengalami otot rahang tak seimbang dan besar sebelah. Sementara jika Anda sudah bertahun-tahun sering sekali makan permen karet, Anda rentan mengalami gangguan sendi rahang. Gangguan sendi rahang terjadi kalau Anda memaksakan serangkaian otot dan sendi untuk bekerja terus. Gejala gangguan ini antara lain adalah sakit kepala, nyeri rahang, nyeri telinga, dan sakit gigi.  

3. Diare

Hati-hati kalau Anda kerap mengalami diare. Diare bisa jadi salah satu dampak makan permen karet terlalu sering. Sebuah penelitian laboratorium di Jerman yang dipublikasikan dalam British Medical Journal menguak bahwa permen karet, bahkan yang jenisnya bebas gula, mengandung pemanis buatan yang dikenal dengan sebutan sorbitol. Jika Anda mengonsumsi pemanis buatan ini dalam dosis yang tinggi, efeknya pada tubuh sama seperti obat pencahar. Anda pun berisiko mengalami diare dan dehidrasi.

Dalam sebuah kasus yang dilansir dari situs kesehatan pemerintah Inggris NHS, seorang pria yang makan 20 lembar permen karet setiap hari mengalami diare berkepanjangan. Ia harus bolak-balik ke kamar mandi sebanyak 10 kali sehari dalam setahun. Kasus yang serupa juga melibatkan seorang wanita berusia 21 tahun yang mengunyah 16 permen karet sehari. Dalam waktu 8 bulan, ia harus bolak-balik ke kamar mandi selama 12 kali sehari.  

4. Gangguan pencernaan

Selain diare, dampak makan permen karet bagi pencernaan adalah perut kembung, sakit perut, dan produksi asam lambung berlebihan. Perut jadi kembung karena saat makan permen karet Anda secara tak sadar menelan banyak udara yang masuk.

Makan permen karet juga bisa menipu sistem pencernaan Anda. Sistem pencernaan menduga bahwa Anda akan makan sesuatu, sehingga lambung pun memproduksi enzim yang asam untuk mengurai makanan. Pada kenyataannya, Anda tak makan apa pun selain permen karet. Akibatnya, lambung jadi terlalu asam. Ketika akhirnya Anda benar-benar makan sesuatu, enzim pun sudah tak akan diproduksi lagi sehingga makanan yang masuk tak bisa dicerna dan diurai. Hal ini berisiko menyebabkan penyakit irritable bowel syndrome (IBS).

5. Merusak gigi

Dalam permen karet, terdapat pengawet, pemanis, dan asam buatan yang bisa merusak gigi. Meskipun Anda memilih permen karet yang bebas gula, tetap ada bahan kimia yang keras di dalamnya. Terlalu sering makan permen karet sama saja dengan membalut gigi dengan bahan-bahan kimia berbahaya tersebut. Gigi Anda pun jadi lebih cepat keropos dan rusak.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

Banyak gejala penyakit yang sering kali kita abaikan karena terkesan remeh. Padahal, jika dibiarkan justru efeknya bisa fatal.

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 03/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Khasiat Mujarab Kacang Almond untuk Penderita Hipertensi

Camilan yang gurih memang menggoda. Namun, sebaiknya mulai ganti camilan Anda dengan kacang almond, terutama untuk penderita hipertensi.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hipertensi, Health Centers 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Apakah Anda Termasuk Orang yang Cukup Bersih? Cek Dulu di Sini!

Selama ini Anda sudah mahir menjaga kebersihan diri atau belum? Ini dia tips-tips supaya tubuh selalu bersih dan bebas dari penyakit.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Tips Sehat 22/06/2020 . Waktu baca 5 menit

7 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Tentang Kolesterol

Kadar kolesterol tinggi bisa menghantui siapa pun. Pelajari sekarang juga apa itu kolesterol dan semua pertanyaan seputar kolesterol yang sering diajukan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 22/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

manfaat bersepeda

Yuk, Ketahui Beragam Manfaat Bersepeda Bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit
penyebab cantengan; kuku cantengan

Mengapa Kuku Bisa Cantengan dan Bagaimana Mengobatinya?

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 5 menit
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit
anak disunat

Umur Berapakah Sebaiknya Anak Laki-laki Disunat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 07/07/2020 . Waktu baca 4 menit