Cuci Tangan Pakai Sabun Antiseptik dan Air Ternyata Lebih Efektif Bunuh Kuman

Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: | Oleh

Tanggal update Mei 13, 2020
Bagikan sekarang

Penyebaran dan penularan COVID-19 dapat dicegah dengan mudah, yaitu dengan mencuci tangan. Ketika kebersihan terjaga dengan baik, tentunya Anda telah berupaya meminimalkan risiko penularan penyakit. Anda bisa cuci tangan dengan sabun antiseptik supaya pencegahan bekerja lebih optimal.

Manfaat cuci tangan dengan sabun antiseptik

Cuci tangan adalah langkah mudah dan sederhana untuk menghindari penularan penyakit. Cuci tangan dengan air dan sabun lebih disarankan, daripada hanya menggunakan air saja.  Ini dikarenakan sabun memiliki zat aktif yang mampu mengangkat mikroba atau kuman pada permukaan tangan.

Ada banyak pilihan sabun cuci tangan di pasaran. Banyak orang yang ingin memilih sabun terbaik agar penggunaannya dapat melindungi tangan secara optimal. Beberapa orang juga memilih sabun antiseptik untuk mencuci tangan. Mungkin sekilas terpikir di dalam benak Anda, apa yang membedakan sabun antiseptik ini dengan sabun cuci tangan lainnya? 

Dalam artikel Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), antiseptik merupakan zat yang digunakan untuk menghentikan atau memperlambat pertumbuhan mikroba. Karena sifatnya ini, zat antiseptik digunakan oleh rumah sakit dan bidang kesehatan lainnya. Penggunaan antiseptik bertujuan untuk mengurangi risiko infeksi kuman penyakit.

Biasanya antiseptik ini digunakan untuk membersihkan tangan, salah satunya hadir dalam bentuk produk cuci tangan. Kandungan aktif dalam sabun cuci tangan antiseptik biasanya berupa Chloroxylenol (PCMX). Kandungan ini bersifat antimikroba, sehingga membantu menonaktifkan dan menekan pertumbuhan kuman.

cuci tangan setelah dari toilet

Sebuah penelitian dari jurnal African Jurnal of Biotechnology menjelaskan bahwa sabun yang bersifat mengandung antibakteri dapat menghambat perkembangan bakteri. Disebutkan dalam jurnal penelitian bahwa agen antibakteri ini dapat membunuh atau menghambat perkembangan sel-sel bakteri.

Sifat antibakteri di dalam sabun juga dapat mencegah penyebaran infeksi. Terutama ketika Anda sedang merawat seseorang yang sakit di rumah. Antibakteri di dalam sabun cuci tangan dapat memberikan perlindungan untuk menekan kemungkinan penularan penyakit.

Maka itu, sabun cuci tangan antiseptik sering menjadi pilihan dalam melindungi keluarga dari serangan kuman penyakit. Setidaknya cara ini dapat menekan risiko penularan penyakit, termasuk di tengah wabah COVID-19.

Hal lain yang perlu diperhatikan saat mencuci tangan

mencuci tangan cara mencegah cacar air

Pastinya Anda telah mengetahui langkah mencuci tangan dengan benar selama 20 detik. Namun, ada hal lain yang perlu diperhatikan. Selain mencuci tangan dengan sabun antiseptik, jangan lupa untuk memperhatikan temperatur air yang digunakan.

Sebagian orang mungkin lebih nyaman mencuci tangan dengan air hangat. Sebagian lainnya mencuci tangan dengan air keran bersuhu ruangan pun tidak masalah. Namun, mana yang lebih baik digunakan?

Tidak ada penelitian yang membuktikan bahwa air pada suhu tertentu lebih baik. Namun, sebaiknya gunakan air dengan suhu hangat atau suhu ruangan agar tidak menimbulkan iritasi pada kulit.

Setelah mencuci tangan dengan air mengalir, jangan lupa untuk mengeringkan tangan. Tangan yang masih basah masih memiliki peluang transmisi atau penularan bakteri. Maka itu, pengeringan tangan adalah langkah yang tak boleh terlewatkan.

Bila di rumah Anda biasanya berbagi handuk yang digantung di sebelah wastafel untuk mengeringkan tangan, lebih baik ganti cara ini. Hal tersebut sangat memudahkan perpindahan bakteri ke tangan Anda yang sudah dibersihkan. Mengeringkan dengan mesin pengering tangan juga tidak lebih efektif.

Langkah yang lebih aman, Anda bisa mengeringkan tangan dengan tisu kertas. Saat mengeringkan, jangan menggosok tangan dan sela-sela jari. Keringkan dengan cara menepuknya, sehingga kulit tidak terkelupas. 

Kini, Anda telah mengetahui pentingnya cuci tangan dengan sabun antiseptik sebagai cara untuk mengurangi risiko penularan penyakit. Jangan lupa, untuk menggunakan air keran mengalir untuk membasuh tangan dan selalu keringkan tangan dengan tisu kertas. Dengan begitu, Anda bisa senantiasa melindungi diri dari serangan penyakit.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Panduan Aman Gerak Jalan yang Direkomendasikan Selama Pandemi

Anda tetap bisa melakukan olahraga gerak jalan atau jalan kaki saat pandemi dengan tetap mengikuti beberapa protokol kesehatan berikut ini.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Winona Katyusha
Coronavirus, COVID-19 Mei 22, 2020

COVID-19 Bisa Sebabkan Sindrom Peradangan Multisistem pada Anak, Apa Artinya?

WHO baru-baru ini melaporkan komplikasi COVID-19 pada anak yang dikenal sebagai sindrom peradangan multisistem. Apa gejala dan dampaknya bagi anak?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Diah Ayu
Coronavirus, COVID-19 Mei 21, 2020

Alasan Penderita Lupus Lebih Berisiko Terhadap Komplikasi COVID-19

Penyakit lupus termasuk dalam kategori kelompok yang rentan terhadap gejala COVID-19 yang lebih parah. Bagaimana risiko COVID-19 pada penderita lupus?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 Mei 20, 2020

Potensi Penularan COVID-19 di Desa, Bagaimana Kesiapannya?

Arus mudik yang tak bisa dikendalikan membuat masyarakat di desa harus siaga kedatangan potensi sumber penularan COVID-19. Bagaimana kesiapannya?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 Mei 20, 2020

Direkomendasikan untuk Anda

Gejala COVID-19 pada Anak Disebut Mirip dengan Penyakit Kawasaki

Gejala COVID-19 pada Anak Disebut Mirip dengan Penyakit Kawasaki

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Diah Ayu
Tanggal tayang Mei 24, 2020
Panduan bagi Penderita Asma Selama Pandemi COVID-19

Panduan bagi Penderita Asma Selama Pandemi COVID-19

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Nabila Azmi
Tanggal tayang Mei 24, 2020
Mitos atau Fakta: Minum Alkohol Dapat Membunuh Coronavirus?

Mitos atau Fakta: Minum Alkohol Dapat Membunuh Coronavirus?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Nabila Azmi
Tanggal tayang Mei 23, 2020
Pengaruh Pandemi Terhadap Kesehatan Mental Remaja, Apa Saja?

Pengaruh Pandemi Terhadap Kesehatan Mental Remaja, Apa Saja?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Nabila Azmi
Tanggal tayang Mei 23, 2020