Angka Kematian Akibat Kanker Terus Menurun Setiap Tahun

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: | Oleh

Tanggal tayang Januari 14, 2020
Bagikan sekarang

Penyakit kanker hingga kini masih menjadi salah satu penyebab utama kematian di seluruh dunia. Akan tetapi, laporan tahunan terbaru oleh American Cancer Society menunjukkan bahwa rata-rata angka kematian akibat kanker menurun dengan konsisten selama 26 tahun terakhir.

Penurunan tersebut terjadi pada berbagai jenis kanker yang cukup banyak ditemukan, termasuk kanker paru-paru, payudara, kolorektal (usus besar dan rektum), dan prostat. Lantas, mengapa hal ini dapat terjadi?

Penurunan angka kematian akibat kanker

harapan hidup kanker otak

Terhitung sejak tahun 1991 hingga 2017, rata-rata angka kematian akibat kanker telah menunjukkan penurunan sebanyak 29 persen. Menurut laporan tersebut, penurunan terbesar terjadi selama tahun 2016 hingga 2017, yakni sebesar 2,2 persen.

Jika digambarkan ke dalam jumlah penduduk yang sesungguhnya, ini berarti sekitar 2,9 juta penderita kanker mampu bertahan hidup setelah terdiagnosis. Penurunan ini terbilang lebih cepat dibandingkan penyakit terkait jantung, obesitas, hingga Alzheimer.

Angka kematian akibat kanker paru-paru menurun sebesar 51 persen pada laki-laki dan 26 persen pada perempuan. Meski demikian, kanker paru-paru masih tetap menjadi penyebab seperempat dari total angka kematian akibat kanker.

Jenis kanker yang lain pun menunjukkan penurunan angka kematian yang bervariasi. Berikut gambarannya:

  • Angka kematian akibat kanker payudara berkurang sebanyak 40 persen pada 1989-2017.
  • Angka kematian akibat kanker prostat berkurang sebanyak 52 persen pada 1993-2017.
  • Angka kematian akibat kanker kolorektal berkurang sebanyak 53 persen pada laki-laki (1980-2017) dan 57 persen pada perempuan (1969-2017).
  • Angka kematian rata-rata akibat kanker hati menurun pada laki-laki dan perempuan.
  • Rata-rata, angka harapan hidup penderita kanker terus bertambah sejak tahun 1970 kecuali kanker serviks dan rahim.

Penurunan angka kematian tercepat terjadi pada kanker kulit melanoma, yakni sebesar 7 persen per tahun selama tahun 2013-2017. Dengan adanya pengobatan terbaru yang disetujui pada tahun 2011, angka harapan hidup pasien kanker selama setahun ke depan yang tadinya sebesar 42 persen bahkan meningkat hingga 55 persen.

Bisakah angka kematian kanker diturunkan lebih jauh lagi?

kanker serviks stadium 3

Angka kematian kanker menggambarkan persentase penderita yang meninggal dunia setelah terdiagnosis kanker dalam jangka waktu tertentu. Baik bertambah ataupun berkurang, perubahan pada angka tersebut bisa dipengaruhi oleh beragam faktor.

Angka kematian akibat kanker kolorektal misalnya, menurun dengan cepat pada tahun 2000-an sejak maraknya penggunaan kolonoskopi untuk mendeteksi penyakit lebih dini. Sementara itu, kematian terkait kanker paru-paru menurun seiring berkurangnya jumlah perokok.

Meski angka kejadian kanker payudara tidak berkurang, angka kematiannya menurun hingga 34 persen pada tahun 2010. Hal ini disinyalir berkaitan dengan berkembangnya pengobatan dan metode screening untuk mendeteksi kanker lebih awal.

Sebaliknya, angka kematian kanker juga dapat bertahan atau meningkat tanpa upaya pencegahan, deteksi dini, dan perkembangan pengobatan. Misalnya, angka kematian kanker tiroid dan pankreas bertambah seiring meningkatnya obesitas yang menjadi faktor risikonya.

Sementara itu, angka kematian akibat kanker serviks dan rahim cenderung tidak menurun, namun juga tidak mengalami peningkatan. Hal ini disebabkan karena belum ada perkembangan pengobatan pada pasien kanker serviks dan rahim yang sudah menyebar.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penurunan angka kematian akibat kanker tidak terjadi begitu saja. Perkembangan pengobatan, deteksi dini, dan perbaikan gaya hidup pasien memiliki penting dalam menurunkan angka kematian dari waktu ke waktu.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Kerja Pengobatan Imunoterapi pada Pasien Kanker Paru

Imunoterapi dinilai menjadi metode pengobatan masa depan pada pasien kanker paru. Seperti apa kriteria pasien dan cara kerjanya?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Diah Ayu
Kanker Paru, Health Centers Februari 7, 2020

Mengenal Terapi Imuno Onkologi, Cara Baru untuk Mengobati Kanker Paru

Terapi imuno onkologi dinilai memiliki manfaat yang sama dengan kemoterapi bagi pasien kanker paru, tapi dengan risiko lebih kecil. Seperti apa terapi ini?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Diah Ayu
Kanker Paru, Health Centers Februari 6, 2020

Apa Itu Kanker Paru?

DefinisiApa itu kanker paru? Kanker paru – dalam hal ini kanker paru primer – adalah tumor ganas yang berasal dari epitel bronkos/karsinoma bronkos adalah kondisi ketika sel-sel jaringan di paru-paru ...

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Lika Aprilia Samiadi
dr. Arif R. Hanafi, Sp.P (K)
Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z Januari 16, 2020

Kenali Jenis, Penyebab, Pengobatan, dan Pencegahan Kanker Usus

Kanker bisa bertumbuh di mana saja, termasuk usus Anda. Namun, beda lokasi pertumbuhannya, beda pula gejalanya. Simak info lengkapnya di sini.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat November 27, 2019

Direkomendasikan untuk Anda

Manusia Hidup dengan Sebelah Paru, Kok Bisa?

Manusia Hidup dengan Sebelah Paru, Kok Bisa?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh Ulfa Rahayu
Tanggal tayang Maret 25, 2020
Berapa Lama Harapan Hidup Pasien Kanker Paru?

Berapa Lama Harapan Hidup Pasien Kanker Paru?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Fidhia Kemala
Tanggal tayang Februari 13, 2020
Mengurangi Risiko Kanker Paru, Mulai dengan Berhenti Merokok!

Mengurangi Risiko Kanker Paru, Mulai dengan Berhenti Merokok!

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Fidhia Kemala
Tanggal tayang Februari 13, 2020
Data Prevalensi Kanker Paru di Indonesia, Perokok Kelompok Paling Berisiko

Data Prevalensi Kanker Paru di Indonesia, Perokok Kelompok Paling Berisiko

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Fidhia Kemala
Tanggal tayang Februari 11, 2020