Besar premi alias iuran asuransi mungkin menjadi salah satu bahan pertimbangan Anda saat memilih asuransi kesehatan. Walaupun iuran asuransi yang mahal juga memberikan manfaat yang lebih banyak, sebetulnya ini bukan jaminan bahwa Anda benar-benar membutuhkannya. Sebetulnya bagaimana cara menghitung premi asuransi kesehatan yang tepat?

Cara menghitung premi asuransi kesehatan

Setiap perusahaan asuransi kesehatan menawarkan besar premi dan manfaat yang berbeda-beda. Ada yang fokus menawarkan asuransi kesehatan untuk wanita, ada pula yang fokus dengan asuransi penyakit kritis.

Nah, tergantung dari jenis asuransi apa yang Anda pilih, besarnya premi asuransi kesehatan akan dihitung berdasarkan beberapa faktor. Di antaranya adalah:

  • Usia dan jenis kelamin
  • Profesi
  • Tanggungan keluarga
  • Riwayat penyakit

Bila Anda memilih asuransi kesehatan swasta, akan ada tim khusus dari perusahaan asuransi yang akan memperkirakan dan memperhitungkan kira-kira berapa besarnya biaya kesehatan yang akan Anda klaim. Dari situlah asuransi akan menetapkan premi asuransi Anda.

Misalnya Anda adalah seorang pria berusia 30 tahun yang bekerja sebagai pekerja kantoran. Anda ternyata punya riwayat tekanan darah tinggi. Dari situ, asuransi akan memperkirakan risiko penyakit dan gangguan kesehatan yang mungkin Anda alami di masa depan, seperti hipertensi atau penyakit jantung.

Perusahaan asuransi kemudian menganalisis besarnya biaya pengobatan penyakit jantung yang akan Anda klaim jika sewaktu-waktu jatuh sakit. Berdasarkan analisis data tersebut, perusahaan asuransi akan mendapatkan jumlah premi asuransi yang sesuai dengan kondisi Anda pribadi.

Faktor apa saja yang dilihat sebagai cara menghitung premi asuransi?

1. Sesuaikan dengan usia dan jenis kelamin

mudik dengan lansia

Besar iuran asuransi pemerintah, yaitu BPJS Kesehatan, umumnya sama untuk semua kalangan usia. Anak-anak, orang dewasa, hingga lansia memiliki besaran premi yang sama. Yang membedakan hanyalah kelas pelayanan yang diambil, apakah Anda mengambil kelas I, II, atau III.

Beda dengan asuransi pemerintah, beberapa asuransi kesehatan swasta menetapkan jumlah iuran yang berbeda berdasarkan usia pesertanya. Semakin tua umur seseorang, semakin mahal pula premi yang harus dikeluarkan.

Pasalnya, lansia cenderung lebih rentan terkena penyakit sehingga lebih banyak memerlukan pengobatan atau perawatan. Apalagi kalau pola hidupnya sudah tidak sehat sejak masih muda, maka risiko penyakitnya juga akan lebih besar saat usia tua.

Selain itu, jumlah iuran untuk peserta laki-laki dan perempuan mungkin juga bisa berbeda, lho. Ini dikarenakan penyakit yang biasanya menyerang wanita dan pria tidaklah sama.

2. Profesi Anda

kesuburan pria

Cara menghitung premi asuransi kesehatan yang penting selanjutnya adalah mempertimbangkan jenis pekerjaan atau profesi Anda. Pasalnya, hal ini ada kaitannya dengan pendapatan Anda setiap bulannya.

Besar iuran BPJS Kesehatan tergantung dari jenis pekerjaan Anda sehari-hari. Misalnya, jumlah premi bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) tentu berbeda dengan premi yang dibebankan pada pedagang, bukan? Ya, ini karena penghasilan orang yang bekerja sebagai PNS lebih besar daripada penghasilan pedagang, sehingga iurannya pun juga berbeda.

Sementara itu, premi untuk asuransi swasta cenderung lebih mahal dibandingkan dengan asuransi kesehatan dari pemerintah. Hal ini pun tergantung dari perusahaan asuransi dan jenis asuransi yang Anda ambil.

Sebelum Anda menentukan premi asuransi kesehatan, sesuaikan dengan pendapatan Anda terlebih dahulu. Tak perlu memaksakan untuk memilih iuran yang mahal demi mendapatkan pelayanan yang banyak. Yang terpenting, Anda dapat membayar premi asuransi kesehatan tepat waktu dan sesuai dengan kesanggupan Anda.

3. Pertimbangkan biaya hidup dan tanggungan keluarga

merawat anak mengasuh anak

Besarnya tanggungan keluarga turut memengaruhi jumlah iuran asuransi kesehatan Anda. Pasalnya, iuran premi untuk asuransi perorangan tentu akan berbeda dengan premi untuk asuransi keluarga.

Itulah mengapa, salah satu cara menghitung premi asuransi kesehatan adalah dengan menghitung jumlah tanggungan dan biaya hidup keluarga. Caranya adalah dengan menghitung jumlah istri, anak, maupun anggota keluarga yang hidup serumah dengan Anda dan besar biaya kebutuhan sehari-hari.

Dengan begitu, Anda akan lebih mudah menyisihkan biaya untuk kebutuhan hidup keluarga dan biaya untuk asuransi kesehatan. Ini juga bermanfaat untuk menghindari over budget setiap bulannya.

4. Riwayat penyakit

cara menggunakan BPJS rawat inap

Dalam dunia asuransi, jenis penyakit yang Anda idap bisa menentukan besaran iuran yang harus dikeluarkan. Semakin parah jenis penyakit yang Anda idap, biasanya semakin mahal pula iuran yang harus Anda korbankan.

Terlebih lagi, tidak semua jenis penyakit ditanggung oleh asuransi kesehatan swasta. Ya, ada beberapa penyakit yang ternyata tidak ditanggung oleh pihak asuransi, misalnya HIV/AIDS, penyakit bawaan, penyakit akibat wabah, dan sebagainya.

Maka itu, pahami betul-betul mengenai hak dan kewajiban Anda dengan pihak asuransi supaya tidak salah langkah. Pastikan besar premi asuransi Anda sesuai dengan kesanggupan dan kondisi Anda.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca