Cara Mengajukan Double Claim dari Asuransi yang Berbeda

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 30/08/2019
Bagikan sekarang

Saat pertama kali mendaftar asuransi kesehatan, Anda mungkin tergiur dengan iming-iming fasilitas double claim alias dobel klaim. Ya, fasilitas klaim asuransi ini memang kerap jadi daya tarik bagi para calon anggota walaupun sebagian besar dari kita belum paham betul apa fungsinya. Yang terbayang dalam pikiran mungkin adalah Anda bisa mendapatkan ganti rugi sebesar dua kali lipat dengan meng-klaim dobel. Padahal, tidak demikian, lho!

Nah, untuk itu Anda perlu memahami maksud dari double claim dan mengetahui cara melakukan klaimnya dengan benar.

Apa itu double claim?

Fasilitas double claim sebetulnya tidak berbeda jauh dengan klaim asuransi biasa, yaitu untuk membantu Anda mendapat ganti rugi biaya pengobatan yang telah Anda keluarkan. Meski begitu, kata “double” atau “dobel” bukan berarti Anda lantas mendapatkan ganti rugi dua kali lipat.

Maksud klaim dobel di sini adalah, Anda bisa mengajukan klaim tambahan pada pihak asuransi lain jika biaya pengobatannya tidak bisa ditanggung seluruhnya oleh asuransi utama (tempat Anda terdaftar).

Contohnya begini: Anda berobat dan mengeluarkan biaya sebesar Rp 600.000,00. Namun sesuai perjanjian di awal yang tertera pada polis, asuransi utama Anda hanya bisa mengganti biaya pengobatan sebesar Rp 450.000. Nah, sisa biaya yang tidak ditanggung sebesar Rp 150.000 bisa klaim pada pihak asuransi lain. Inilah cara kerja dan pengertian sebenarnya dari fasilitas double claim.

Kapan Anda bisa pakai fasilitas klaim asuransi ini?

Sama seperti klaim asuransi pada umumnya, Anda bisa segera mengajukan double claim saat atau segera setelah Anda melakukan pembayaran biaya rumah sakit. Namun dengan catatan: double claim hanya bisa digunakan saat biaya pengobatan tidak seluruhnya ditanggung oleh pihak asuransi utama dan ada sisa tagihan yang harus Anda bayar sendiri.

Fasilitas ini pun juga tergantung dengan sistem asuransi yang Anda miliki. Setiap perusahaan asuransi memiliki kebijakan dan peraturan yang berbeda-beda, termasuk dalam hal double claim. Kemungkinan ada syarat dan ketentuan serta proses kelengkapan berkas yang berbeda antara perusahaan asuransi satu dengan yang lainnya.

Pada umumnya, jika Anda memiliki dua asuransi yang sistemnya cashless, maka Anda bisa menggunakan kedua kartu asuransi tersebut sekaligus untuk melunasi pembayaran rumah sakit.

Sementara jika Anda memiliki dua asuransi yang sistemnya cashless dan reimbursement, Anda bisa menggunakan kartu asuransi cashless untuk pembayaran pertama. Selanjutnya, sisa tagihan harus Anda bayar sendiri. Bukti pembayaran sisa tagihannya kemudian Anda ajukan pada pihak asuransi untuk diganti.

Cara melakukan dobel klaim dari dua asuransi yang berbeda

Langkah melakukan double claim tidak berbeda jauh dengan klaim asuransi pada umumnya, yaitu:

1. Setelah pengobatan, minta dan simpan rincian biaya yang tidak ditanggung asuransi utama

jenis asuransi, Hospital Cash Plan adalah

Setelah mendapatkan perawatan, mintalah rincian biaya apa saja yang tidak ditanggung oleh pihak asuransi utama. Sertakan pula beberapa dokumen asli yang dilegalisasi. Rincian biaya ini digunakan sebagai bukti besarnya sisa tagihan yang Anda harus keluarkan untuk diganti oleh asuransi tambahan.

2. Lengkapi surat keterangan dokter

biaya medical check up

Selain kuitansi pembayaran, Anda juga perlu surat keterangan dokter. Surat ini wajib disertakan untuk mengajukan klaim pada pihak perusahaan asuransi. Jangan lupa untuk mengecek kembali dengan cermat; apakah pengisian surat keterangan dokter sudah benar atau belum.

3. Penuhi syarat dan ketentuan lainnya dari pihak asuransi terkait

biaya pengobatan stroke

Mengurus klaim kemungkinan besar akan menyita banyak waktu, tenaga, dan bahkan biaya karena Anda bisa saja harus bolak-balik ke kantor asuransi. Untuk itu, sebelum Anda mengajukan klaim, Anda harus mempersiapkan segala hal dibutuhkan.

Anda bisa membaca syarat dan ketentuan mengajukan klaim pada berkas asuransi yang Anda miliki atau menghubungi pihak asuransi bila Anda mengalami kesulitan. Jika syarat dan ketentuan sudah Anda penuhi, Anda akan dipermudah untuk melakukan double claim asuransi.

Jangan lupa, mengajukan klaim juga ada masa berlakunya. Jadi, proses pengurusan pengajuan klaim sebaiknya tidak lebih dari 30 hari setelah Anda menerima pengobatan atau dipulangkan dari rumah sakit setelah rawat inap.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Mau punya berat badan ideal? Diet sehat jawabannya. Namun, agar diet yang Anda lakukan tidak sia-sia, simak dulu panduan lengkap berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri

Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

Katanya, minum madu saat sahur bisa memberikan segudang manfaat baik bagi tubuh selama menjalani puasa. Tertarik ingin coba? Simak beragam khasiatnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hari Raya, Ramadan 17/05/2020

3 Buah Selain Kurma yang Baik untuk Berbuka Puasa

Kurma bukan satu-satunya buah yang baik dimakan saat berbuka puasa. Lihat berbagai pilihan lainnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Monika Nanda
Hari Raya, Ramadan 14/05/2020

Direkomendasikan untuk Anda

warna rambut

Warna Rambut Sesuai Karakteristik Diri, yang Manakah Anda?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
gerimis bikin sakit

Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
resep membuat bakwan

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020