Daging Apel yang Sudah Cokelat, Apakah Masih Layak Dimakan?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 September 2018 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Buah apel menawarkan segudang manfaat bagi kesehatan Anda. Rasanya yang manis dan segar juga bikin apel jadi buah kesukaan banyak orang. Sayangnya, kalau sudah dikupas dan dipotong buah apel cepat sekali berubah warnanya jadi kecokelatan. Buah apel yang sudah cokelat memang jadi tak menggiurkan lagi. Akan tetapi, apakah itu berarti apel yang cokelat sudah tidak bisa dimakan? Simak jawabannya di bawah ini, ya.

Kenapa apel bisa jadi kecokelatan setelah dikupas?

Banyak orang mengira buah apel berubah jadi kecokelatan karena sudah membusuk. Bukan, daging apel yang kecokelatan bukan berarti busuk. Warna daging buah apel jadi menua karena proses kimia yang disebut sebagai oksidasi. Waktu belum dikupas dan dipotong memang daging buah apel masih terlindungi oleh kulitnya. Namun saat apel dikupas dan dipotong, ada udara yang ikut masuk ke dalam jaringan-jaringan buah ini.

Oksigen yang ada dalam udara akhirnya bercampur dengan enzim khusus dalam jaringan apel. Reaksi kimia antara oksigen dan enzim ini menghasilkan warna kecokelatan yang tampak pada daging buah apel.  

Namun, ada apel yang memang lebih cepat berubah kecokelatan, yaitu apel dengan kandungan enzim yang tinggi. Kalau Anda tidak bisa menghabiskan apel yang sudah dikupas atau Anda ingin menyimpan apel untuk nanti, segera masukan ke dalam kulkas dengan wadah yang kedap udara. Jangan biarkan apel yang sudah dikupas terpapar udara ruangan terlalu lama. Ini lantaran semakin hangat udaranya, makin cepat pula proses oksidasinya.  

Amankah mengonsumsi apel yang sudah cokelat?

Ya, Anda bisa mengonsumsi apel yang sudah cokelat dengan aman. Namun, kalau sudah terlalu lama dibiarkan jadi cokelat, besar kemungkinan daging buahnya sudah terpapar berbagai jenis bakteri, kotoran, debu, dan partikel yang ada di udara. Apalagi kalau tidak disimpan dengan baik di dalam wadah makanan. Maka, sebaiknya Anda memang langsung mengonsumsi apel setelah dikupas atau dipotong.  

Nutrisi apa saja yang hilang kalau apel jadi kecokelatan?

Selain risiko kontaminasi bakteri atau partikel asing dari udara, apel yang sudah jadi cokelat manfaatnya sudah berkurang. Ini karena proses oksidasi yang terjadi bisa merusak kandungan nutrisi dalam daging buah.

Salah satu nutrisi yang mungkin berkurang atau hilang adalah vitamin C. Vitamin C atau asam askorbat akan hancur ketika proses oksidasi terjadi. Maka, semakin cokelat warna daging buah apel, kandungan vitamin C-nya semakin sedikit pula.

Selain vitamin C, zat gizi yang berkurang dalam apel yang sudah cokelat adalah senyawa kimia dihydroxyphenylalanine, atau disingkat DOPA. Senyawa ini sangat baik untuk kesehatan otak dan mental. Pasalnya, DOPA ini adalah cikal bakal dari hormon dopamin. Di dalam tubuh, DOPA akan diubah menjadi dopamin. Hormon dopamin diperlukan otak untuk mengirim beragam sinyal dari satu sel saraf ke sel saraf lainnya. Tanpa hormon ini, otak akan kesulitan memproses informasi dan mengirimkan perintah-perintah tertentu bagi tubuh. Selain itu, kadar dopamin yang seimbang juga diperlukan untuk menjaga suasana hati agar tetap stabil.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Alergi Binatang Kucing dan Anjing: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Suka gatal dan bersin saat di dekat hewan berbulu? Bisa jadi itu pertanda Anda alergi binatang seperti kucing atau anjing. Cari tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 15 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit

Berapa Lama Telat Datang Bulan Dapat Menjadi Pertanda Kehamilan?

Telat haid memang bisa jadi ciri hamil, tapi bisa juga tidak. Jadi berapa lama sejak telat datang bulan bisa menjadi pertanda kehamilan. Cek di sini ya!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Seks & Asmara 14 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Dari Mana Datangnya Intuisi? Dan Kenapa Harus Kita Turuti?

Setiap orang memiliki intuisi, sebagian mempercayai intuisinya dan sebagian lagi tidak. Sebenarnya, apa itu intuisi? Dan kenapa kita perlu mengikutinya?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Fakta Unik 13 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Mana yang Lebih Sehat Buat Payudara: Bra Biasa Atau Berkawat?

Saat memilih bra, Anda mungkin bimbang antara bra kawat atau bra biasa tanpa kawat. Yuk, simak pertimbangan dari para ahli berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

obat herbal dan alami untuk kanker prostat

Pedoman Memilih Suplemen dan Obat Herbal yang Aman Dikonsumsi

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
vaksin MMR

Vaksin MMR: Manfaat, Jadwal, dan Efek Samping

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit
efek samping imunisasi

Mengenal Berbagai Efek Samping Imunisasi: Bahaya Atau Tidak?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit
obat sakit gigi

Pilihan Obat Sakit Gigi Antibiotik dan Apotek yang Ampuh untuk Anda

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 13 menit