home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Benarkah Kopi dan Biji Rami Bisa Menyebabkan Kanker?

Benarkah Kopi dan Biji Rami Bisa Menyebabkan Kanker?

Apakah Anda pernah mendengar bahwa minum kopi terlalu banyak dapat menyebabkan kanker? Sampai saat ini tidak ada bukti yang menyebutkan bahwa kopi maupun kafein dapat menyebabkan kanker. Penelitian menyebutkan bahwa tidak ada hubungan pasti antara kopi dengan penyebab kanker. Namun untuk lebih jelasnya, silakan simak hal apa yang diduga bisa menyebabkan kanker di bawah ini.

Adakah hubungan minum kopi dan kanker?

kinerja tim efek minum kopi

Fitokimia yang disebut methylxanthin, adalah zat yang ditemukan dalam kopi. Ini zat yang dapat menyebabkan benjolan payudara dan merupakan gejala penyakit payudara fibrokistik yang terjadi pada beberapa perempuan. Namun, tidak ada bukti yang menyebutkan bahwa kopi dapat meningkatkan risiko kanker payudara atau kanker jenis lainnya.

Kafein dalam kopi memiliki efek diuretik yang terjadi setelah beberapa jam mengonsumsi kopi. Oleh karena itu, minum kopi dapat menyebabkan dehidrasi. Selain itu penambahan krimer pada kopi tidak menambahkan kebutuhan kalori pada tubuh. Minum kopi dalam jumlah besar juga dapat menyebabkan gangguan dan iritasi pada perut.

Jadi, meskipun sebagian besar penelitian yang dilakukan untuk mengetahui hubungan antara asupan kopi dengan resiko kanker namun hasilnya tidak menunjukan resiko kanker akan meningkat pada orang yang rajin minum kopi.

Bagaimana dengan biji rami?

Biji rami

Kebalikannya dari kopi, biji rami atau flaxseed justru disebut-sebut ampuh mencegah kanker. Rami adalah tanaman biji-bijian yang kaya serat. Biji dan minyak rami juga digunakan dalam pengobatan herbal.

Biji rami umumnya terkandung dalam tepung atau makanan yang terbuat dari gandum utuh seperti roti dan sereal. Anda bisa mengonsumsi biji rami dalam adonan roti atau ditaburkan di atas salad, yoghurt, dan sereal. Minyak biji rami juga terkadang dicampurkan dalam keju atau makanan lainnya. Selain itu, minyak rami juga tersedia dalam bentuk kapsul soft gel. Untuk mempertahankan kualitas biji rami, maka harus disimpan dalam freezer.

Biji rami telah banyak dipromosikan sejak tahun 1950 sebagai nutrisi makanan yang bersifat anti-kanker. Beberapa penelitian terakhir menunjukkan bahwa suplemen biji rami yang dikonsumsi bersama dengan makanan rendah lemak dapat berguna untuk pria yang menderita dengan kanker prostat stadium awal. Namun, penelitian lain diperlukan untuk mengetahui manfaatnya dalam mencegah dan mengobati kanker pada manusia.

Manfaat biji rami yang telah terbukti

Biji rami yang diekstrak menjadi minyak mengandung asam alphalinolenic dan asam lemak omega-3 yang tinggi. Sehingga ketika dikonsumsi, biji rami ini memiliki efek yang menguntungkan bagi penderita kanker.

Biji rami mengandung zat lignan yang bertindak sebagai senyawa anti-estrogen atau mampu melemahkan estrogen. Zat lignan mampu memainkan peran dalam mencegah kanker yang dipengaruhi estrogen seperti pada kanker payudara. Lignan juga dapat berfungsi sebagai antioksidan karena mampu memperlambat pertumbuhan sel.

Ketika biji rami dikonsumsi, zat lignan ini akan diaktifkan oleh bakteri di dalam tubuh manusia. Sebagian besar bukti bahwa biji rami memiliki fungsi antikanker didapat dari uji coba yang dilakukan terhadap hewan dan sel tumbuhan.

Ada penelitian yang menguji fungsi dari biji rami ini dengan meminta 15 orang untuk menambahkan biji rami ke dalam makanan mereka. Dalam beberapa waktu setelahnya peneliti memeriksa, hasilmenunjukkan adanya tingkat antigen yang dapat memperlambat pertumbuhan sel prostat jinak.

Selain itu, studi lain dari 25 orang menunjukkan bahwa biji rami mampu menurunkan serum testoteron dan mampu memperlambat laju pertumbuhan sel kanker serta membunuh sel-sel kanker.

Dampak kesehatan dari konsumsi biji rami

Biji rami yang belum matang tidak boleh dikonsumsi karena beracun. Minyak biji rami dan biji rami pun dapat rusak jika tidak disimpan dalam lemari es. Oleh karena itu, biji rami harus terhindar dari cahaya, panas, udara, dan kelembapan. Beberapa efek samping biji rami yang dapat terjadi ketika tubuh mencerna biji rami yaitu diare dan mual. Minyak biji rami juga tidak boleh digunakan sebagai obat pencahar.

Biji rami dicurigai dapat berinteraksi dengan obat bernama tamoxifene. Oleh karena itu, pasien yang sedang dalam pengobatan tamoxifene sebaiknya jangan mengkonsumsi biji rami. Sejauh ini biji rami memberikan hasil yang cukup memuaskan dalam pencegahan dan pengobatan kanker. Namun penelitian tambahan perlu dilakukan untuk mengetahui kegunaan lain yang didapatkan dari biji rami terhadap pengobatan dan pencegahan kanker.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

(Nutrition for Cancer Survivor – Hot Topics in Nutrition and Cancer – P39)

Flaxseed and prostate cancer https://www.healthline.com/health/prostate-cancer/flaxseed-and-prostate-cancer#benefits Diakses pada 28 September 2018.Coffee, tea, caffeine, and risk of breast cancer: a twenty two-year follow-up https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4186696/ Diakses pada 28 September 2018.

Intake of coffee, caffeine and other methylxanthines and risk of Type I vsType II endometrial cancer https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3790186/ Diakses pada 28 September 2018.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Novita Joseph Diperbarui 22/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x