home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Benarkah Gelang Giok Hitam Bermanfaat, Atau Cuma Hoax?

Benarkah Gelang Giok Hitam Bermanfaat, Atau Cuma Hoax?

Banyak orang yang tergiur mencoba pengobatan alternatif demi bisa terhindar atau bahkan sembuh dari penyakit tertentu. Di pusat perbelanjaan, Anda mungkin cukup familiar dengan pemandangan kios yang menjajakan batu giok hitam dalam bentuk gelang, cincin, hingga kalung. Mereka yang menggunakan percaya bahwa batu giok hitam dapat menyembuhkan diabetes, rematik, asam urat, dan lain sebagainya. Benarkah? Yuk, cari tahu fakta medisnya dalam ulasan berikut.

Klaim manfaat batu giok tidak terbukti secara ilmiah

Khasiat gelang batu giok hitam untuk kesehatan disinyalir datang dari energi positif yang dipancarkannya. Energi positif tersebut dikatakan dapat menyerap racun dalam tubuh dan melancarkan sirkulasi darah, sehingga energi negatif yang jadi penyebab penyakit bisa keluar dari tubuh.

Meski begitu, sebetulnya klaim manfaat batu giok hitam atau disebut juga black jade belum terbukti valid secara medis. Sampai saat ini tidak ada penelitian ilmiah yang secara khusus membahas manfaat dan cara kerja terapi batuan giok untuk kesehatan. Sekalipun ada, klaim manfaat batu giok masih bersifat empiris, alias hanya berdasarkan pengalaman pengguna.

Digali lebih jauh lagi, klaim manfaat terapi batu giok hitam yang dirasakan beberapa penggunanya cenderung berasal dari efek plasebo, seperti dikutip dari hasil penelitian tim Goldsmiths College University of London dalam laman Livescience. Efek plasebo adalah efek psikologis yang muncul dan dirasakan seseorang setelah menggunakan obat atau suatu perawatan medis tertentu. Efek yang dihasilkan dari plasebo bisa negatif maupun positif.

Namun dalam hal ini, orang-orang sudah lebih dulu percaya bahwa gelang giok bermanfaat untuk kesehatan. Maka, mereka yang menggunakannya juga semakin yakin bahwa penyakitnya sembuh dan merasa lebih sehat setelah pakai gelang tersebut. Terlebih setelah mendengar cerita dari orang-orang yang dulu juga pernah pakai dan merasa kondisinya lebih baik.

Efek plasebo inilah yang membuat rata-rata testimoni gelang giong baik buat kesehatan. Orang yang memakai gelang atau cincin batu giok mungkin merasa tubuhnya jauh lebih sehat dan sembuh atau terhindar dari penyakit. Padahal sebenarnya tidak ada efeknya sama sekali. Itu kenapa plasebo juga sering disebut sebagai “obat kosong”.

Selain itu, tidak ada penelitian ilmiah yang menunjukkan bahwa manfaat batuan alam dapat dibedakan berdasarkan komposisi kimia atau warnanya.

Manfaat batu giok hanya sekadar sugesti

Pendukung terapi ini percaya bahwa batuan alam seperti batu giok hitam dan batu kristal memiliki sifat penyembuhan. Klaim manfaat giok hitam didasarkan pada paduan konsep chi atau qi dalam budaya Tiongkok yang berarti energi kehidupan, serta konsep chakra dari Hindu atau Budha yang berarti pusaran energi kehidupan untuk menggabungkan elemen fisik dan supranatural dari tubuh.

Intinya, pendukung terapi ini percaya bahwa energi yang tidak seimbang dalam tubuh bisa memicu berbagai penyakit. Itu sebabnya ketika energi di dalam tubuh berhasil diseimbangkan lagi, kita bisa sembuh dan terlindungi dari segala penyakit.

Akan tetapi, lagi-lagi tidak ada bukti ilmiah yang bisa mengukuhkan klaim tersebut. Sebagian besar peneliti dan ahli medis menyebutkan terapi batuan alam sebagai pseudosains alias ilmu semu. Pasalnya, penyakit tidak pernah terbukti disebabkan oleh ketidakseimbangan energi dalam tubuh.

Cara mengobati atau menyembuhkan penyakit dalam (misalnya seperti diabetes, asam urat, atau penyakit jantung) juga tidak dilandasi oleh kontak antara sebuah benda dan kulit semata.

Jangan tergiur label produk alternatif

Sejak dulu pengobatan alternatif, termasuk terapi batu alam seperti gelang giok hitam, banyak disukai daripada obat-obatan kimia karena dinilai lebih aman dan murah. Ironisnya, banyak orang sering kali salah paham dengan istilah pengobatan alternatif.

Seperti namanya, kata “alternatif” berarti “pilihan lain”. Dengan begitu pengobatan ini seharusnya berfungsi sebagai terapi tambahan atau pelengkap. Bukan untuk menggantikan pengobatan medis konvensional.

Jadi, jika Anda mengalami masalah medis tertentu, Anda sebaiknya berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu. Ingat, penggunaan obat-obatan herbal dan produk alternatif tidak dapat menggantikan konsultasi serta pengobatan medis dari dokter.

Penting juga dipahami bahwa pengobatan alternatif tidak selalu efektif dan aman. Selain bukti ilmiahnya sangat terbatas, pengobatan alternatif juga punya potensi efek samping dan komplikasi. Jadi, jangan mudah tergiur dengan klaim manfaat batu giok hitam dan batu alam lainnya di pasaran, ya!

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Ishaque, S., Saleem, T., & Qidwai, W. (2009). Knowledge, attitudes and practices regarding gemstone therapeutics in a selected adult population in Pakistan. BMC Complementary And Alternative Medicine9(1). doi:10.1186/1472-6882-9-32

Science, L. (2017). Crystal Healing: Stone-Cold Facts About Gemstone TreatmentsLive Science. Retrieved 25 May 2019, from https://www.livescience.com/40347-crystal-healing.html

Can Crystals Heal? Separating Facets from Facts. (2019). WebMD. Retrieved 25 May 2019, from https://www.webmd.com/balance/news/20180116/can-crystals-heal-separating-facets-from-facts

The Placebo Effect: What Is It?. (2019). WebMD. Retrieved 25 May 2019, from https://www.webmd.com/pain-management/what-is-the-placebo-effect#1

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Risky Candra Swari
Tanggal diperbarui 07/06/2019
x