home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

6 Jenis Obat yang Bisa Menyebabkan Kerusakan Gigi

6 Jenis Obat yang Bisa Menyebabkan Kerusakan Gigi

Anda mungkin tidak menyadari bahwa banyak obat tertentu yang beredar di pasaran ataupun yang berasal dari resep dokter bisa merusak gigi, terutama jika Anda sering minum obat ini. Lebih dari 400 obat nyatanya telah terbukti secara klinis menyebabkan mulut kering, atau dalam bahasa medisnya xerotomia.

Sebenarnya, mulut kering adalah salah satu efek samping dari mengonsumsi obat yang paling umum terlihat, namun banyak orang yang tidak menyadarinya. Padahal, mulut kering adalah penyebab utama seseorang mengalami gangguan mulut seperti infeksi gusi dan kerusakan gigi. Berikut beberapa obat yang bisa merusak gigi.

Obat yang berisiko merusak gigi

1. Antasida

Jika Anda sering minum obat antasida, obat yang digunakan untuk menetralkan asam lambung, Anda rentan mengalami kerusakan gigi. Antasida tidak hanya menyebabkan mulut kering, tapi sering kali mengandung banyak gula.

Anda bisa mengurangi penggunaan obat-obatan antasida dengan memilih versi antasida yang bebas gula. Selain itu, Anda juga bisa melakukan perawatan gigi seperti flossing untuk membantu mencegah kerusakan gigi lebih lanjut.

2. Obat pereda nyeri

Sering minum obat pereda nyeri seperti NSAID (obat anti inflamasi nonsteroid) juga terbukti merusak gigi akibat dari mulut kering. Jika Anda terbiasa mengonsumsi obat sakit nyeri dalam waktu yang lama, maka Anda akan rentan mengalami masalah gigi yang lebih serius bahkan sampai menimbulkan nyeri kronis.

Untuk mengatasi hal ini, Anda bisa memperbanyak minum air putih, rutin sikat gigi, dan gunakan semprotan pelembab mulut.

3. Antihistamin dan dekongestan

Antihistamin adalah obat alergi yang bisa menghalau reseptor histamin dalam mencegah berbagai macam alergi dalam tubuh. Namun nyatanya terdapat efek samping yang ditimbulkan pada bagian tubuh lain, seperti mulut dan lidah. Pasalnya, antihistamin menghambat produksi air liur sehingga membuat mulut kering. Sedangkan mengonsumsi dekongestan (obat flu dan pilek) dalam bentuk sirup akan menyebabkan erosi pada gigi karena terdapat kandungan asam yang sangat tinggi.

Anda bisa menggunakan pasta gigi berfluorida setelah mengonsumsi sirup obat batuk agar membantu mencegah erosi gigi.

4. Obat tekanan darah tinggi

Beta blocker adalah obat yang berfungsi menghambat reseptor beta-adrenergik pada memodulasi fungsi jantung, pernapasan, pelebaran pembuluh darah yang memiliki efek samping menyebabkan mulut kering sehingga bisa meningkatkan risiko kerusakan gigi.

Namun, ada beberapa pilihan obat lain untuk tekanan darah tinggi seperti Lisinopril yang telah menunjukkan efek samping oral lebih sedikit. Jika setelah mengonsumsi obat darah tinggi malah merusak gigi Anda, mintalah dokter Anda untuk mengganti.

5. Antidepresan

Sebuah penelitian pada tahun 2016 yang dilakukan di Universitas Buffalo’s School of Dental Medicine telah berhasil mengamati hubungan antara penggunaan obat antidepresan dengan kegagalan implan gigi. Meskipun informasi baru ini perlu dikonfirmasi dengan melakukan penelitian yang lebih besar, namun penggunaan antidepresan telah dikaitkan dengan kehilangan metabolisme tulang selama lebih dari satu dekade. Sehingga, ini dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami kerusakan gigi yang merajalela seperti bau mulut, penyakit gusi, Infeksi ragi mulut, dan masalah kesehatan mulut lainnya.

6. Kortikosteroid

Kortikosteroid digunakan untuk mengobati berbagai penyakit seperti asma, lupus, dan rheumatoid arthritis. Namun penggunaan kortikosteroid jangka panjang akan menyebabkan kalsifikasi pulpa gigi. Penyakit batu pulpa ini bisa menyebabkan rasa sakit, infeksi mulut, abses gigi, dan pengerasan jaringan pulpa yang sangat parah sehingga harus dilakukan perawatan saluran akar gigi.

Mengurangi obat kortikosteroid untuk pasien penyakit tertentu memang sangat sulit, oleh karena itu penting bagi Anda untuk melakukan dialog terbuka dengan dokter dan dokter gigi Anda.

Kesimpulan

Memang akan menjadi pilihan yang sulit ketika Anda diharuskan mengonsumsi obat untuk mengobati penyakit tertentu, namun obat itu malah memiliki efek samping yang bisa menyebabkan kerusakan gigi. Oleh sebabnya, Anda harus rutin berkonsultasi ke dokter untuk memastikan bahwa mengonsumsi obat tertentu tidak merusak gigi. Selain itu, rutin menggosok gigi dengan teknik yang benar dan banyak minum air putih bisa mencegah kerusakan lebih lanjut.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

7 Medication That May Be Causing Your Teeth To Decay – https://mydental.guardianlife.com/blog/2016/03/7-medications-that-may-be-causing-your-teeth-to-decay/ diakses pada 27 April 2017

Oral Side Effect Of Medication – http://www.webmd.com/oral-health/guide/oral-side-effects-of-medications#1 diakses pada 27 April 2017

Medicines and Drug That Can Destroy Your Teeth – http://www.dentistrytoday.com/science-a-medicine/4209-medicines-and-drugs-that-can-destroy-your-teeth diakses pada 27 April 2017

Foto Penulis
Ditulis oleh Risky Candra Swari pada 23/04/2021
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
x