Apa yang Terjadi di Ruang Isolasi Rumah Sakit saat Tangani Coronavirus?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro

Novel coronavirus telah menginfeksi ratusan orang di dunia dan puluhan di antaranya meninggal. Di Indonesia, beberapa orang yang diduga mengalami infeksi mulai dari di Jakarta hingga Sorong, Papua, telah dirawat di rumah sakit. 

Orang yang terduga kena Novel coronavirus biasanya langsung diisolasi. Di sana, dia akan mendapat perawatan khusus, mulai dari diagnosis sampai pengobatan. Nah, apa saja yang terjadi di ruang isolasi rumah sakit ketika seorang pasien disinyalir terinfeksi oleh coronavirus? Simak ulasan di bawah ini.

Ruang Isolasi di rumah sakit tempat perawatan suspect coronavirus

gejala novel coronavirus

Wabah coronavirus yang terjadi di Wuhan, Tiongkok, atau disebut sebagai 2019-nCoV (Novel coroanvirus) membuat pemerintah Indonesia bergerak melakukan pencegahan. Salah satunya dengan memeriksa sejumlah pasien terduga infeksi virus. 

Mulai dari RSPI Sulianti Saroso Jakarta, RSUD Raden Mattaher Jambi, hingga RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung (RSHS), dilaporkan sudah melakukan observasi terhadap pasien-pasien yang menunjukkan gejala terinfeksi virus. 

Pada Jumat (24/1), Direktur Medik dan Perawatan RSPI Sulianti Saroso, dr. Diany Kusumawardhani, Spa. memberi penjelasan soal proses pemeriksaan terhadap seorang pasien terduga infeksi coronavirus. Ia  juga membeberkan beberapa fasilitas rumah sakit yang didapatkan oleh pasien coronavirus sampai akhirnya dinyatakan positif atau negatif. 

Menurut dr. Diany, rumah sakit telah menyediakan ruang isolasi khusus, laboratorium, dan radiologi untuk menunjang pasien yang terinfeksi. 

karantina adalah

Seperti yang dilansir dari laman Medline Plus, ruangan isolasi dibuat untuk menciptakan penghalang antara orang lain, pasien, dan virus. Tujuannya adalah mengurangi penyebaran virus di rumah sakit.

Normalnya, pengunjung pasien yang berada di ruangan isolasi dibatasi dan wajib melapor di ruang perawat sebelum mendekat ke ruangan. Tindakan isolasi di rumah sakit sangat normal dilakukan, terutama ketika terdapat seorang pasien yang terkena influenza dan virus seperti coronavirus. 

Pasien juga diwajibkan untuk tetap berada di ruangan sesering mungkin selama penelitian terhadap virus berlangsung. Walaupun sangat jarang terjadi, mereka mungkin diperbolehkan untuk keluar kamar dengan menggunakan masker dan baju pelindung.

Selain itu, tenaga medis yang menangani pasien juga memakai alat pelindung lengkap untuk menghindari penularan. Dengan begitu, virus yang masih dikatakan baru ini tidak menyebar ke mana-mana. 

Walaupun demikian, pasien masih dapat berkomunikasi dengan orang luar. Menurut penuturan dr. Pompini Agustina, Sp.P, Pokja Penyakit Infeksi Emerging RSPI, pasien masih dapat berkomunikasi dengan orang luar atau keluarganya.

Di ruangan tersebut terdapat monitor agar pasien dapat melihat, berbicara, dan mendengar dari luar ruangan. Begitu juga sebaliknya. 

Penanganan Novel coronavirus di rumah sakit

pemeriksaan laboratorium demam berdarah

Seperti yang dilansir dari dr. Pompini, novel coronavirus adalah jenis virus baru, sehingga penularan dan penyebabnya pun masih diteliti. Ruang isolasi di rumah sakit bertujuan agar pasien terduga coronavirus aman dan tidak terjadi penyebaran ke orang lain. 

Rumah sakit yang dijadikan rujukan ketika terdapat pasien terduga coronavirus biasanya petugas medis dan fasilitas ketika menangani kasus yang sama. Misal, SARS dan jenis coronavirus lainnya. 

Penanganan yang diberikan oleh dokter dan rumah sakit ketika terduga pasien tiba adalah diberikan obat pereda demam terlebih dahulu. Hal ini dikarenakan gejala awal dari Novel coronavirus adalah demam tinggi, sehingga sangat penting untuk mengobati gejala awalnya. 

pemeriksaan laboratorium

Selanjutnya, jika pasien batuk, dokter akan memberikan obat batuk. Apabila pasien memiliki penyakit lain di luar infeksi virus, dokter juga mencoba mengobati gejala dari penyakit tersebut. 

Walaupun demikian, pencegahan infeksi virus merupakan hal yang paling utama. Maka itu, ketika pasien tiba, para tenaga medis akan mencoba mengambil sampel dari hidung, tenggorokan, dan dahak. 

Kemudian, sampel tersebut akan dikirimkan ke Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan untuk diteliti. Hasil dari penelitian tersebut sangat diharapkan cepat keluar agar tenaga medis mengetahui apa yang diperlukan oleh pasien selanjutnya. 

Perawatan di rumah sakit yang didapatkan oleh pasien terduga novel coronavirus lebih ke upaya mencegah adanya penularan dengan menyediakan ruang isolasi dan mengobati gejala. Tenaga medis masih memerlukan hasil dari laboratorium untuk melakukan langkah selanjutnya. 

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Januari 28, 2020 | Terakhir Diedit: Maret 31, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca