Apa yang Terjadi di Ruang Isolasi Rumah Sakit saat Tangani Coronavirus?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28/05/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel berita seputar coronavirus (COVID-19) di sini.

Novel coronavirus telah menginfeksi ratusan orang di dunia dan puluhan di antaranya meninggal. Di Indonesia, beberapa orang yang diduga mengalami infeksi mulai dari di Jakarta hingga Sorong, Papua, telah dirawat di rumah sakit. 

Orang yang terduga kena Novel coronavirus biasanya langsung diisolasi. Di sana, dia akan mendapat perawatan khusus, mulai dari diagnosis sampai pengobatan. Nah, apa saja yang terjadi di ruang isolasi rumah sakit ketika seorang pasien disinyalir terinfeksi oleh coronavirus? Simak ulasan di bawah ini.

Ruang Isolasi di rumah sakit tempat perawatan suspect coronavirus

gejala novel coronavirus

Wabah coronavirus yang terjadi di Wuhan, Tiongkok, atau disebut sebagai 2019-nCoV (Novel coroanvirus) membuat pemerintah Indonesia bergerak melakukan pencegahan. Salah satunya dengan memeriksa sejumlah pasien terduga infeksi virus. 

Mulai dari RSPI Sulianti Saroso Jakarta, RSUD Raden Mattaher Jambi, hingga RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung (RSHS), dilaporkan sudah melakukan observasi terhadap pasien-pasien yang menunjukkan gejala terinfeksi virus. 

Pada Jumat (24/1), Direktur Medik dan Perawatan RSPI Sulianti Saroso, dr. Diany Kusumawardhani, Spa. memberi penjelasan soal proses pemeriksaan terhadap seorang pasien terduga infeksi coronavirus. Ia  juga membeberkan beberapa fasilitas rumah sakit yang didapatkan oleh pasien coronavirus sampai akhirnya dinyatakan positif atau negatif. 

Menurut dr. Diany, rumah sakit telah menyediakan ruang isolasi khusus, laboratorium, dan radiologi untuk menunjang pasien yang terinfeksi. 

karantina adalah

Seperti yang dilansir dari laman Medline Plus, ruangan isolasi dibuat untuk menciptakan penghalang antara orang lain, pasien, dan virus. Tujuannya adalah mengurangi penyebaran virus di rumah sakit.

Normalnya, pengunjung pasien yang berada di ruangan isolasi dibatasi dan wajib melapor di ruang perawat sebelum mendekat ke ruangan. Tindakan isolasi di rumah sakit sangat normal dilakukan, terutama ketika terdapat seorang pasien yang terkena influenza dan virus seperti coronavirus. 

Pasien juga diwajibkan untuk tetap berada di ruangan sesering mungkin selama penelitian terhadap virus berlangsung. Walaupun sangat jarang terjadi, mereka mungkin diperbolehkan untuk keluar kamar dengan menggunakan masker dan baju pelindung.

Update Jumlah Sebaran COVID-19
Negara: Indonesia
Data Harian

68,079

Terkonfirmasi

31,585

Sembuh

3,359

Meninggal Dunia
Peta Penyebaran

Selain itu, tenaga medis yang menangani pasien juga memakai alat pelindung lengkap untuk menghindari penularan. Dengan begitu, virus yang masih dikatakan baru ini tidak menyebar ke mana-mana. 

Walaupun demikian, pasien masih dapat berkomunikasi dengan orang luar. Menurut penuturan dr. Pompini Agustina, Sp.P, Pokja Penyakit Infeksi Emerging RSPI, pasien masih dapat berkomunikasi dengan orang luar atau keluarganya.

Di ruangan tersebut terdapat monitor agar pasien dapat melihat, berbicara, dan mendengar dari luar ruangan. Begitu juga sebaliknya. 

Penanganan Novel coronavirus di rumah sakit

pemeriksaan laboratorium demam berdarah

Seperti yang dilansir dari dr. Pompini, novel coronavirus adalah jenis virus baru, sehingga penularan dan penyebabnya pun masih diteliti. Ruang isolasi di rumah sakit bertujuan agar pasien terduga coronavirus aman dan tidak terjadi penyebaran ke orang lain. 

Rumah sakit yang dijadikan rujukan ketika terdapat pasien terduga coronavirus biasanya petugas medis dan fasilitas ketika menangani kasus yang sama. Misal, SARS dan jenis coronavirus lainnya. 

Penanganan yang diberikan oleh dokter dan rumah sakit ketika terduga pasien tiba adalah diberikan obat pereda demam terlebih dahulu. Hal ini dikarenakan gejala awal dari Novel coronavirus adalah demam tinggi, sehingga sangat penting untuk mengobati gejala awalnya. 

pemeriksaan laboratorium

Selanjutnya, jika pasien batuk, dokter akan memberikan obat batuk. Apabila pasien memiliki penyakit lain di luar infeksi virus, dokter juga mencoba mengobati gejala dari penyakit tersebut. 

Walaupun demikian, pencegahan infeksi virus merupakan hal yang paling utama. Maka itu, ketika pasien tiba, para tenaga medis akan mencoba mengambil sampel dari hidung, tenggorokan, dan dahak. 

Kemudian, sampel tersebut akan dikirimkan ke Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan untuk diteliti. Hasil dari penelitian tersebut sangat diharapkan cepat keluar agar tenaga medis mengetahui apa yang diperlukan oleh pasien selanjutnya. 

Perawatan di rumah sakit yang didapatkan oleh pasien terduga novel coronavirus lebih ke upaya mencegah adanya penularan dengan menyediakan ruang isolasi dan mengobati gejala. Tenaga medis masih memerlukan hasil dari laboratorium untuk melakukan langkah selanjutnya. 

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan di bawah ini.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mudah Kok! Ini Cara Membuat dan Mencuci Masker Kain Sendiri

Ketahui tips membuat masker kain secara mandiri. Karena bisa dipakai secara berulang, Anda perlu menerapkan cara mencuci masker kain dengan tepat.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Hidup Sehat, Tips Sehat 26/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Virus Corona Menyebar di Permukaan Benda Rumah Sakit dalam 10 Jam

Penelitian terbaru menemukan bahwa DNA virus corona penyebab COVID-19 bisa menyebar di bangsal rumah sakit dalam waktu 10 jam.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 24/06/2020 . Waktu baca 4 menit

Protokol Pelaksanaan Kurban di Masa Pandemi COVID-19

Pelaksanaan pemotongan hewan kurban pada masa pandemi harus mengikuti protokol khusus untuk menghindari penularan COVID-19. Berikut rinciannya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 23/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Ahli Peringatkan COVID-19 Bisa Memicu Risiko Diabetes pada Orang Sehat

Selain dapat menimbulkan gejala yang cukup parah, ternyata baru-baru ini para ahli memperingatkan bahwa COVID-19 dapat memicu diabetes pada orang sehat.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 22/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Oksigen covid-19 Krisis oksigen

WHO Ingatkan Krisis Oksigen Konsentrator, Apa Artinya Bagi COVID-19?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 09/07/2020 . Waktu baca 3 menit
pelacakan kontak covid-19

Pelacakan Kontak Dapat Menekan Angka Penyebaran Kasus COVID-19

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 02/07/2020 . Waktu baca 5 menit
Olahraga di luar rumah pandemi

Olahraga di Luar Rumah Saat Pandemi? Perhatikan Hal-hal Ini

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 30/06/2020 . Waktu baca 4 menit
Indonesia ventilator covid-19

5 Ventilator Buatan Anak Bangsa yang Jadi Solusi Penanganan COVID-19 di Indonesia

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 29/06/2020 . Waktu baca 6 menit