Keputihan setelah hb

Pai dok saya menikah sdh 13 tahun tp akhir2 ini saya mengalami masalah setiap habis hb sm suami kok selang 1-2 hari saya menjadi keputihan,, boleh kasih tau dok apa pengebab ny dan gimana ngatasi ny sedangkan saya tdk pernah keputihan sebelum nya

Suka
Bagikan
Simpan
Komentar
5
2

2 komentar

Hallo Tri, terima kasih atas pertanyaan nya.

Kalau setelah berhubungan dengan suami (HB) kamu langsung mengalami keputihan, apalagi ini baru terjadi belakangan padahal sebelumnya tidak pernah, beberapa kemungkinan penyebabnya adalah:

  1. Infeksi jamur (kandidiasis) — Bisa terjadi karena perubahan keseimbangan flora vagina akibat gesekan saat berhubungan atau peningkatan kelembapan.
  2. Infeksi bakteri (bacterial vaginosis) — Ini juga bisa muncul setelah hubungan seksual, biasanya disebabkan perubahan pH vagina.
  3. Iritasi atau alergi — Bisa dari produk yang digunakan seperti sabun, pelumas, kondom, atau spermisida.
  4. Infeksi menular seksual (IMS) — Misalnya trikomoniasis, klamidia, gonore, walau biasanya ada gejala tambahan seperti gatal, bau tidak sedap, nyeri.
  5. Perubahan hormon atau kondisi kesehatan — Bisa juga dipengaruhi faktor hormonal atau penurunan imunitas.


Cara mengatasinya:

  • Periksakan diri ke dokter kandungan untuk pemeriksaan dan pemeriksaan laboratorium (contoh: tes cairan vagina).
  • Jangan memakai sabun vagina yang keras, pilih produk yang lembut dan khusus area kewanitaan.
  • Gunakan celana dalam dari bahan katun yang nyaman dan ganti rutin.
  • Hindari penggunaan pelumas atau produk yang mengandung parfum yang bisa menyebabkan iritasi.
  • Pastikan suami juga diperiksa jika memang ada infeksi menular.
  • Hindari berhubungan saat ada keluhan keputihan dan gejala lain seperti bau tidak sedap, gatal, atau nyeri.
8 bulan yang lalu
Suka
Balas
Keputihan setelah berhubungan intim bisa disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk infeksi atau perubahan keseimbangan bakteri alami di vagina. Perubahan ini bisa dipicu oleh aktivitas seksual:

Beberapa penyebab umum keputihan setelah berhubungan intim meliputi:

  • Infeksi: Infeksi bakteri (seperti vaginosis bakterialis), jamur (seperti kandidiasis), atau penyakit menular seksual (PMS) dapat menyebabkan keputihan.
  • Iritasi: Penggunaan produk tertentu (seperti sabun beraroma, losion, atau pelumas) dapat mengiritasi vagina dan menyebabkan keputihan.
  • Perubahan Hormonal: Perubahan hormon selama siklus menstruasi atau kehamilan dapat memengaruhi produksi cairan vagina. Untuk mengatasi keputihan, beberapa langkah yang bisa dicoba:
  • Jaga Kebersihan: Cuci area genital dengan air hangat dan sabun lembut tanpa pewangi. Hindari penggunaan sabun atau produk pembersih yang keras.
  • Hindari Iritan: Hindari penggunaan produk beraroma atau bahan kimia keras di area genital.
  • Gunakan Pakaian Dalam Katun: Pakaian dalam katun membantu menjaga area genital tetap kering dan berventilasi. Jika keputihan berlanjut, berubah warna, berbau tidak sedap, atau disertai gejala lain seperti gatal, nyeri, atau iritasi, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk diagnosis dan penanganan yang tepat. Dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan untuk menentukan penyebab keputihan dan merekomendasikan pengobatan yang sesuai, seperti antibiotik atau antijamur jika ada infeksi.
8 bulan yang lalu
Suka
masukan
warningDisclaimer: Informasi yang disampaikan di atas adalah informasi umum, bukan pengganti saran medis resmi dari dokter atau pakar.
Related content
Temukan komunitas Anda
Jelajahi berbagai jenis komunitas yang ada dan paling sesuai dengan kondisi kesehatan yang Anda hadapi.
Iklan
Iklan