Keputihan

Halo dok

Umur saya 24 tahun. Saya sdh sering keputihan dok tp keputihan normal tdk berbau dan tdk berwara. Tpi sejak bulan 4 lalu saya jd slalu keputihan dok, keputihannya berbau dan tekstur serta wrnanya putih sperti tahu dok dan dalam jumlah yng bnyk. Pdhl saya sdh mengikuti anjuran cebok dri dpn kebelakang, dan stlh cebok dilap dengn kain. Saya jg bbrapa bulan blkangan sdh mengonsumsi obat keputihan yaitu metrodinazole dan baru-baru ini menggunakan betadine feminine wash natural daun sirih tp msh saja keputihan. Lalu solusinya bgaimana dok?

Suka
Bagikan
Simpan
Komentar
11
2

2 komentar

Hallo Mail Ismail, terima kasih atas pertanyaan nya.

Gejala yang kamu alami:

  • Keputihan berbau, berwarna putih seperti ampas tahu, dan jumlah banyak
  • Tidak membaik meski sudah minum metronidazole dan pakai pembersih kewanitaan (Betadine daun sirih)
  • Sudah menjaga kebersihan area kewanitaan dengan baik


Kemungkinan Penyebab Keputihan Abnormal:

Dari ciri-cirinya, kemungkinan besar kamu mengalami infeksi jamur (kandidiasis vaginalis). Ciri khasnya:

  • Keputihan putih seperti susu kental atau ampas tahu
  • Gatal, terutama saat malam atau setelah buang air
  • Kadang disertai bau, tapi bukan amis (seperti pada infeksi bakteri)


Sedangkan metronidazole lebih efektif untuk infeksi bakteri (seperti vaginosis bakterialis dan trikomoniasis), bukan untuk infeksi jamur — jadi wajar jika tidak sembuh.


Solusi yang Bisa Kamu Coba Sekarang:

1. Obat antijamur lokal (topikal)

  • Klotrimazol krim atau mikonazol krim (contoh: Canesten, Fungiderm) digunakan dari luar dan dalam vagina (masukkan aplikator ke dalam vagina selama 3–7 hari, tergantung aturan pakai).
  • Bisa beli di apotek tanpa resep.


2. Jika sering kambuh atau tidak sembuh dengan krim, gunakan obat oral:

  • Fluconazole 150 mg kapsul, diminum sekali saja.
  • Jika parah atau kambuh terus, bisa minum lagi setelah 3 hari, atau sesuai anjuran dokter.


3. Hindari penggunaan sabun pembersih vagina terlalu sering

  • Sabun seperti Betadine sirih bisa mengganggu keseimbangan flora normal vagina.
  • Gunakan air hangat bersih untuk mencuci, cukup 1–2x sehari di bagian luar saja (tidak perlu dimasukkan ke dalam vagina).


4. Ganti celana dalam minimal 2x sehari, hindari celana ketat dan lembap.

  • Gunakan celana dalam katun
  • Jika lembap karena keringat, segera ganti


5. Jika sudah coba semua ini dan tidak membaik dalam 5–7 hari, wajib ke dokter spesialis kulit dan kelamin atau obgyn untuk pemeriksaan lebih lanjut (swab keputihan).


Waspada Bila Disertai:

  • Nyeri saat buang air kecil
  • Perih atau gatal berlebihan
  • Luka di area vagina
  • Nyeri saat berhubungan
  • Keputihan disertai darah


Kalau ada gejala ini, sebaiknya jangan ditunda untuk periksa ke dokter, karena bisa jadi perlu pengobatan lebih lanjut atau kemungkinan infeksi lain (bakteri, parasit, dll).

8 bulan yang lalu
Suka
Balas
Keputihan yang Anda alami sepertinya tidak normal dan memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Keputihan yang normal umumnya tidak berbau dan berwarna bening atau putih:

Karena Anda mengalami keputihan yang berbau, berwarna putih seperti tahu, dan dalam jumlah banyak, kemungkinan ada infeksi jamur atau bakteri. Meskipun Anda sudah mencoba metronidazole dan betadine feminine wash, infeksi mungkin belum teratasi sepenuhnya atau mungkin ada penyebab lain. Berikut beberapa saran yang bisa Anda lakukan:

  1. Konsultasi ke dokter: Penting untuk memeriksakan diri ke dokter kandungan atau ginekolog. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan mungkin mengambil sampel keputihan untuk dianalisis di laboratorium. Ini akan membantu menentukan penyebab pasti keputihan Anda.
  2. Hindari penggunaan sabun atau produk kewanitaan yang mengandung parfum: Produk-produk ini dapat mengiritasi vagina dan memperburuk keputihan.
  3. Jaga kebersihan area genital: Bersihkan area genital dengan air hangat dan keringkan dengan handuk bersih setelah buang air.
  4. Gunakan pakaian dalam katun: Pakaian dalam katun membantu menjaga area genital tetap kering dan mencegah pertumbuhan bakteri atau jamur.
  5. Hindari penggunaan pantyliner terlalu sering: Pantyliner dapat memerangkap kelembapan dan meningkatkan risiko infeksi.
  6. Perhatikan pola makan: Konsumsi makanan yang sehat dan seimbang, serta hindari makanan yang terlalu manis atau berlemak.
  7. Pertimbangkan probiotik: Probiotik dapat membantu menjaga keseimbangan bakteri baik di vagina. Pengobatan akan tergantung pada penyebab keputihan Anda. Jika disebabkan oleh infeksi jamur, dokter mungkin akan meresepkan obat antijamur. Jika disebabkan oleh infeksi bakteri, dokter mungkin akan meresepkan antibiotik. Penting untuk mengikuti anjuran dokter dan menyelesaikan seluruh pengobatan, meskipun gejala sudah membaik.
8 bulan yang lalu
Suka
masukan
warningDisclaimer: Informasi yang disampaikan di atas adalah informasi umum, bukan pengganti saran medis resmi dari dokter atau pakar.
Related content
Temukan komunitas Anda
Jelajahi berbagai jenis komunitas yang ada dan paling sesuai dengan kondisi kesehatan yang Anda hadapi.
Iklan
Iklan