Kenapa saya jarang keputihan dan selalu gatal di bagian kewanitaan

Kenapa saya jarang keputihan dan selalu gatal di bagian kewanitaan

Suka
Bagikan
Simpan
Komentar
14
2

2 komentar

Halo Sobat Sehat, terima kasih atas pertanyaannya...


Apakah Anda sudah menikah? Dengan kondisi keluhan tersebut, apakah saat berhubungan seksual seringkali merasa sakit?


Jika demikian, bisa jadi Anda juga mengalami kondisi vagina kering. Vagina kering adalah kondisi yang terjadi ketika organ intim ini kehilangan kelembapan atau pelumas alaminya.


Hilangnya kelembapan membuat dinding vagina menipis dan meregang karena artinya hanya ada sedikit sel yang mengeluarkan uap air.


Kekeringan makin mungkin terjadi seiring dengan pertambahan usia akibat perubahan produksi hormon.


Wanita dengan kondisi ini akan mengalami berbagai gejala seperti berikut ini.


  1. Rasa sakit atau gatal di dalam dan area sekitar vagina
  2. Vagina sakit saat berhubungan intim
  3. Buang air kecil lebih sering dari biasanya
  4. Mengalami infeksi saluran kemih yang berulang
  5. Vagina terasa panas


Vagina kering utamanya disebabkan oleh penurunan kadar estrogen. Estrogen bertugas menjaga jaringan yang melapisi vagina tetap tebal, lembap, dan sehat.


Ketika kadarnya menurun, otomatis lapisan vagina menjadi lebih tipis, kering, dan kurang elastis. Perubahan ini dikenal dengan istilah atrofi vagina.


Hal ini biasanya dikarenakna kondisi baru melahirkan dan menyusui, atau menjelang menopause.


Vagina yang kering akan diatasi sesuai dengan penyebabnya. Umumnya, dokter akan meresepkan beberapa obat untuk mengani vagina kering. Maka, Anda bisa mengunjungi dokter spesialis kulit kelamin untuk mengatasi hal ini.


Berikut adalah berbagai pengobatan rumahan yang mungkin bisa membantu mengatasi vagina kering yang Anda alami:

  1. Membersihkan vagina dengan air hangat dan sabun yang ringan dan tidak melakukan douching.
  2. Minum banyak air agar tubuh terhindar dari dehidrasi yang bisa mengeringkan kulit di area vagina.
  3. Menggunakan pelumas berbahan dasar air sebelum berhubungan seksual.
  4. Menggunakan pelembap khusus vagina.
  5. Menjauhkan diri dari produk perawatan vagina yang bisa membuatnya iritasi.
  6. Menikmati waktu foreplay dengan tidak terburu-buru agar vagina memiliki cukup pelumas saat penetrasi.


Demikian semoga membantu.

1 tahun yang lalu
Suka
Balas

Hai Sobat Sehat, pertanyaan Anda telah kami terima. Kami akan membantu memberikan penjelasan secara umum terlebih dulu, sebelum pakar kami memberikan respons ya.


Tidak cukup data untuk menjawab. Apakah Anda masih memiliki pertanyaan lain?
1 tahun yang lalu
Suka
masukan
warningDisclaimer: Informasi yang disampaikan di atas adalah informasi umum, bukan pengganti saran medis resmi dari dokter atau pakar.
Related content
Temukan komunitas Anda
Jelajahi berbagai jenis komunitas yang ada dan paling sesuai dengan kondisi kesehatan yang Anda hadapi.
Iklan
Iklan