Erosi serviks
Saya sebelumnya terkena radang panggul dan kemudian muut rahum saya terjadi erosi serviks kemerahan apakah itu tanda awal kanker serviks dok ? Mohon penjelasannya
Saya sebelumnya terkena radang panggul dan kemudian muut rahum saya terjadi erosi serviks kemerahan apakah itu tanda awal kanker serviks dok ? Mohon penjelasannya
2 komentar
Terbaru

Anda sekarang bisa mulai memposting cerita dan komentar.
Dapatkan saran dari dokter, pakar, dan duta komunitas.
Bagikan pengalaman Anda dengan orang lain yang mungkin membutuhkan.
Terus aktif dan jadilah Duta Komunitas dengan mengumpulkan poin
Hallo sobat sehat, terima Kasih atas pertanyaan nya.
Tidak selalu, dan **erosi/serviks yang tampak kemerahan bukan berarti tanda awal kanker serviks**. Kondisi yang sering disebut “erosi serviks” sebenarnya sering merupakan **cervical ectropion/ektropion**, yaitu sel dari bagian dalam leher rahim berada di permukaan luar sehingga tampak merah. Kondisi ini umum, jinak, dan **tidak berhubungan dengan terjadinya kanker serviks**.
Radang atau infeksi pada area panggul/leher rahim juga dapat membuat serviks tampak merah dan mengalami iritasi. Jadi, dari tampilan “kemerahan” saja **tidak mungkin memastikan kanker**.
Yang perlu dibedakan adalah:
* **Erosi/ektropion:** biasanya jinak; dapat menyebabkan keputihan atau mudah berdarah setelah berhubungan.
* **Lesi prakanker/kanker serviks:** umumnya berkaitan dengan infeksi **HPV risiko tinggi yang menetap**. Pemeriksaan HPV dan skrining serviks diperlukan untuk mendeteksi perubahan sel yang tidak terlihat hanya dari pemeriksaan mata.
### Apa yang sebaiknya dilakukan?
Jika dokter menemukan serviks kemerahan, Anda dapat menanyakan apakah perlu:
1. **Tes HPV**, dan/atau
2. **Pap smear/IVA** sesuai usia dan program skrining setempat.
3. **Kolposkopi** bila hasil skrining abnormal atau dokter melihat area yang mencurigakan.
WHO saat ini merekomendasikan pemeriksaan berbasis HPV sebagai metode utama skrining kanker serviks bila tersedia
**Segera periksa kembali** bila Anda mengalami perdarahan setelah berhubungan berulang, perdarahan di luar menstruasi, atau keputihan yang berbau tidak biasa, meskipun gejala-gejala tersebut juga bisa disebabkan oleh kondisi selain kanker.
Kalau Anda mau, beri tahu saya **usia Anda, apakah sudah pernah Pap smear/tes HPV, dan apakah saat ini ada keputihan atau perdarahan setelah berhubungan**. Saya bisa membantu menilai apakah lebih mengarah ke erosi biasa atau perlu pemeriksaan lebih lanjut.
Kalau Anda sebelumnya pernah radang panggul, keluhan ini sebaiknya tidak diabaikan. Erosi serviks bisa menimbulkan gejala seperti keputihan berlebihan, nyeri saat berhubungan, perdarahan setelah berhubungan, atau bercak darah tidak normal. Pada sebagian kasus, kondisi ini memang bisa menjadi tanda adanya infeksi, fibroid, endometriosis, atau bahkan kanker serviks, tetapi tidak bisa dipastikan hanya dari tampilan kemerahan saja. Saran saya, segera periksa ke dokter spesialis obstetri dan ginekologi untuk evaluasi lebih lanjut. Biasanya dokter akan menyarankan pemeriksaan seperti Pap smear, kolposkopi, atau bila perlu biopsi untuk memastikan penyebabnya. Jika ada keputihan berbau, berdarah, nyeri panggul, atau perdarahan tidak normal, sebaiknya jangan menunda pemeriksaan.
Related content