Durasi Menstruasi

Siklus haid saya biasanya 30-35 hari, terkahir saya haid saya bersiklus 35 hari. di siklus kali ini jika terhitung dengan siklus 35, saya telat 5 hari.

saya memperhatikan kalender Menstruasi, ternyata di setiap tahun saya selalu mengalami siklus terpanjang 1 kali/tahunnya yg berjumlah lebih dari 40 hari ( terlama 47 hari ).


di hari ke 30 siklus kali ini (seharusnya saya haid), saya keluar keputihan dan gejala yang mirip dengan ovulasi sekitar 1 mingguan (keputihan seperti putih telur). di hari ke 9 telat haid, keputihan saya berubah menjadi lebih sedikit, dan berwarna putih (seperti akan haid) serta nyeri sedikit pada PD saya.


riwayat stress, memang saya lebih sering tidur diatas jam 10/11 di bulan lalu sampai sekrang karena saya mempunyai sampingan pekerjaan, saya sedang mengurangi porsi makan menggunakan roti/oats untuk program diet saya.


apakah ini termasuk dalam kategori telat ovulasi? karna saya tidak melakukan HB?

Suka
Bagikan
Simpan
Komentar
2

2 komentar

Hallo Sobat sehat, terima kasih atas pertanyaannya.

sangat mungkin siklus kali ini mengalami ovulasi yang terlambat. Dari cerita Anda, justru tanda yang paling mendukung adalah munculnya keputihan bening/licin seperti putih telur selama sekitar seminggu pada hari ke-30 siklus.


Jika ovulasi baru terjadi sekitar hari ke-30–35, maka **haid juga akan ikut mundur**, karena haid umumnya datang sekitar 12–14 hari setelah ovulasi. Jadi perhitungan berdasarkan siklus 35 hari bisa terlihat seperti “telat”, padahal sebenarnya **ovulasinya yang bergeser lebih lambat**.


Beberapa hal yang dapat membuat ovulasi terlambat antara lain:

* stres atau aktivitas yang meningkat,

* perubahan jam tidur,

* mengurangi asupan makanan/diet terlalu ketat,

* perubahan berat badan,

* kelelahan.

Riwayat Anda yang memang **sesekali memiliki siklus >40 hari** juga membuat kemungkinan siklus panjang seperti ini lebih masuk akal.


Keputihan yang sekarang menjadi **lebih sedikit dan putih**, ditambah payudara sedikit nyeri, juga bisa terjadi setelah ovulasi akibat perubahan hormon. Itu **tidak bisa memastikan bahwa haid akan segera datang**, tetapi juga bukan tanda pasti kehamilan.


Dan karena Anda mengatakan **tidak melakukan hubungan seksual**, maka kehamilan praktis tidak menjadi penyebab keterlambatan ini.


**Kesimpulannya:** kemungkinan besar ini adalah **ovulasi yang terlambat sehingga haid ikut terlambat**, bukan semata-mata “telat haid” berdasarkan kalender. Untuk sementara, pantau saja. Jika sampai sekitar **60 hari sejak hari pertama haid terakhir** belum juga menstruasi, atau siklus panjang seperti ini mulai sering terjadi, sebaiknya konsultasi ke dokter kandungan untuk mencari penyebabnya.

3 minggu yang lalu
Suka
Balas
Kemungkinan besar ini **bisa terkait ovulasi yang mundur**, bukan semata-mata “telat haid” biasa. Siklus Anda memang masih bisa bervariasi, dan stres, kurang tidur, serta perubahan pola makan/diet dapat membuat ovulasi terlambat sehingga haid ikut mundur. Keputihan seperti putih telur sekitar hari ke-30 juga mendukung kemungkinan ovulasi terjadi lebih lambat dari biasanya:

Karena Anda tidak melakukan hubungan intim (HB), maka kehamilan sangat kecil kemungkinannya. Jadi penyebab yang lebih mungkin adalah faktor hormon akibat stres, tidur kurang, atau asupan makan yang berkurang. Keluhan keputihan putih yang makin sedikit dan nyeri payudara ringan juga bisa muncul menjelang haid. Jadi saat ini belum bisa dipastikan hanya dari gejala, tetapi lebih mengarah ke siklus yang mundur/ovulasi terlambat. Yang bisa Anda lakukan:

  • perbaiki tidur dan kurangi stres
  • makan cukup, jangan terlalu defisit kalori
  • pantau siklus 1–2 bulan ke depan
  • bila haid terlambat lebih dari 7 hari dari siklus terpanjang Anda, atau siklus sering >40 hari, sebaiknya periksa ke dokter kandungan Kalau Anda ingin, saya bisa bantu hitungkan perkiraan masa subur dan kapan haid kemungkinan datang berdasarkan tanggal hari pertama haid terakhir.
3 minggu yang lalu
Suka
masukan
warningDisclaimer: Informasi yang disampaikan di atas adalah informasi umum, bukan pengganti saran medis resmi dari dokter atau pakar.
Related content
Temukan komunitas Anda
Jelajahi berbagai jenis komunitas yang ada dan paling sesuai dengan kondisi kesehatan yang Anda hadapi.
Iklan
Iklan