Aisyah
Hallo dok,
Saya mau bertanya, kenapa ya dok di area wajah saya banyak sekali biang keringat terutama dibagian jidat banyak dok?
Itu disebabkan karena apa ya dok?
Hallo dok,
Saya mau bertanya, kenapa ya dok di area wajah saya banyak sekali biang keringat terutama dibagian jidat banyak dok?
Itu disebabkan karena apa ya dok?
2 komentar
Terbaru

Anda sekarang bisa mulai memposting cerita dan komentar.
Dapatkan saran dari dokter, pakar, dan duta komunitas.
Bagikan pengalaman Anda dengan orang lain yang mungkin membutuhkan.
Terus aktif dan jadilah Duta Komunitas dengan mengumpulkan poin
Hallo Sobat Sehat,
Terimakasih atas pertanyaannya.
Biang keringat disebabkan oleh timbulnya ruam dan peradangan akibat penyumbatan pada kelenjar keringat. Namun, tidak diketahui secara pasti mengapa kelenjar keringat tersumbat.
Ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko terjadinya biang keringat, yaitu:
Biang keringat umumnya tidak berbahaya dan tidak membutuhkan pertolongan medis yang khusus. Kondisi ini dapat ditangani sendiri di rumah dengan langkah-langkah sederhana, seperti:
-Mengompres bagian yang mengalami ruam, dengan kain lembap atau es batu yang dibalut kain selama tidak lebih dari 20 menit setiap jam
-Membersihkan bagian yang mengalami ruam dengan air mengalir dan sabun yang lembut
-Menaburkan bedak gatal pada bagian yang mengalami ruam, untuk mengurangi rasa tidak nyaman di kulit
-Menjaga kulit tetap dingin misalnya dengan berendam dan mandi
-Menghindari cuaca panas dan tempat yang lembap, seperti berada lebih lama dalam ruangan yang sejuk, atau menggunakan kipas angin
-Memakai pakaian longgar sehingga tidak menghambat pengeluaran keringat
Jika biang keringat yang dialami cukup parah dan mengganggu, dokter dapat memberikan penanganan dengan obat biang keringat, seperti:
-Obat golongan antihistamin, untuk meredakan rasa gatal dan kemerahan di permukaan kulit
-Losion calamine, untuk meredakan rasa gatal, perih, atau mengalami iritasi
-Obat antibiotik, untuk menangani jika terjadi infeksi sekunder pada biang keringat
-Lanolin anhidrat, untuk mencegah penyumbatan kelenjar keringat dan menghentikan timbulnya ruam baru
-Salep kortikosteroid, untuk meredakan rasa gatal dan peradangan pada ruam yang parah
Semoga membantu,
Salam, dr. Syifa.
Hai Sobat Sehat, pertanyaan Anda telah kami terima. Kami akan membantu memberikan penjelasan secara umum terlebih dulu, sebelum pakar kami memberikan respons ya.
Halo Aisyah,:Biang keringat adalah kondisi di mana kelenjar keringat terlalu aktif dan menghasilkan lebih banyak keringat dari yang diperlukan untuk mengatur suhu tubuh. Biang keringat pada wajah, terutama di bagian jidat, bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Berikut beberapa kemungkinan penyebabnya:
Aktivitas fisik: Saat Anda beraktivitas fisik atau berada di lingkungan yang panas, tubuh akan menghasilkan lebih banyak keringat untuk membantu mendinginkan tubuh. Jidat adalah salah satu area di wajah yang cenderung berkeringat lebih banyak karena memiliki banyak kelenjar keringat.
Stres dan kecemasan: Stres dan kecemasan dapat memicu produksi keringat berlebih. Jika Anda sering mengalami stres atau kecemasan, ini bisa menjadi penyebab biang keringat di jidat.
Faktor genetik: Beberapa orang mungkin memiliki kecenderungan genetik untuk menghasilkan lebih banyak keringat di area tertentu, termasuk jidat.
Pemakaian produk perawatan kulit yang tidak cocok: Beberapa produk perawatan kulit, seperti pelembap atau kosmetik, dapat menyebabkan iritasi pada kulit dan memicu produksi keringat berlebih. Pastikan Anda menggunakan produk yang sesuai dengan jenis kulit Anda.
Gangguan kesehatan: Dalam beberapa kasus, biang keringat di jidat dapat menjadi gejala dari kondisi medis yang mendasarinya, seperti hiperhidrosis (keringat berlebih) atau gangguan hormonal. Jika Anda merasa khawatir, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk evaluasi lebih lanjut.
Untuk mengatasi biang keringat di jidat, Anda dapat mencoba beberapa langkah berikut:
Jika biang keringat di jidat Anda terus mengganggu atau disertai dengan gejala lain yang tidak biasa, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk evaluasi lebih lanjut dan penanganan yang tepat.
Apakah ada pertanyaan lain yang ingin Anda tanyakan?
Related content