Meningkatkan kualitas sperma

Sperma kurang berkualitas saat keluar dari vagina encer, apa itu penyebab kualitas sperma kurang berkualitas

Suka
Bagikan
Simpan
Komentar
2

2 komentar

Hallo Saepudin Xptlp, terima kasih atas pertanyaan nya.

Sperma yang keluar dari vagina setelah berhubungan dan terlihat encer/cair bukan tanda pasti kualitas sperma buruk.

Setelah ejakulasi, semen memang biasanya awalnya lebih kental, kemudian mencair dalam beberapa menit sampai sekitar 1 jam. Selain itu, sebagian cairan yang keluar dari vagina bisa merupakan campuran semen dengan cairan vagina, sehingga tampak lebih encer.

Kualitas sperma tidak bisa dinilai hanya dari kekentalan atau banyaknya cairan yang keluar. Yang dinilai antara lain:

  • jumlah/konsentrasi sperma,
  • pergerakan (motilitas),
  • bentuk (morfologi),
  • dan beberapa parameter lain melalui analisis semen (spermiogram).

Jika sudah rutin berhubungan tanpa kontrasepsi selama 12 bulan tetapi belum hamil (atau 6 bulan bila pasangan wanita berusia ≥35 tahun), pemeriksaan spermiogram dapat membantu mengetahui apakah ada masalah pada kualitas sperma.

2 minggu yang lalu
Suka
Balas
Sperma yang keluar encer dari vagina tidak selalu berarti kualitas sperma buruk atau mandul. Kekentalan air mani bukan indikator utama kesuburan; yang lebih penting adalah jumlah, motilitas, dan bentuk sperma. Sperma encer masih bisa membuahi sel telur karena hanya satu sperma yang dibutuhkan:

Penyebab kualitas sperma menurun bisa antara lain: stres berat, jarang ejakulasi, dehidrasi, gangguan prostat, merokok, alkohol berlebihan, kurang tidur, makanan olahan/junk food, pelumas yang menghambat sperma, serta ponsel terlalu sering disimpan di saku. Kualitas sperma juga bisa dipengaruhi pola makan dan berat badan. Untuk membantu meningkatkan kualitas sperma, coba: makan makanan bergizi seperti telur, gandum utuh, sayuran hijau, ikan, kacang-kacangan, buah tinggi vitamin C, tomat, dan tiram; konsumsi zinc, vitamin C, vitamin D, dan folat bila perlu; olahraga rutin; jaga berat badan ideal; cukup tidur; kelola stres; berhenti merokok dan batasi alkohol; serta hindari suhu testis terlalu panas. Kalau sudah mencoba perbaikan gaya hidup tetapi belum juga hamil, sebaiknya periksa ke dokter spesialis urologi/andrologi atau obgyn untuk evaluasi lebih lanjut, termasuk analisis semen.

3 minggu yang lalu
Suka
masukan
warningDisclaimer: Informasi yang disampaikan di atas adalah informasi umum, bukan pengganti saran medis resmi dari dokter atau pakar.
Related content
Temukan komunitas Anda
Jelajahi berbagai jenis komunitas yang ada dan paling sesuai dengan kondisi kesehatan yang Anda hadapi.
Iklan
Iklan