Hamil dengan gerd/gastritis
Selamat pagi.
Saya perempuan usia 36-37 tahun sedang hamil anak ke-3 usia 15 minggu. Saya memiliki riwayat sakit gerd/gastritis 1 tahun terakhir. Sejak hamil, saya mual muntah dan perut sangat tidak nyaman rasanya. Saya juga mengalamai hipersalivasi hingga skrg sejak awal hamil. Pernah muntah dan ada darah tapi alhamdulillah berkurang seiring waktu. Namun demikian, saya masih merasa tidak nyaman setelah makan (begah, mulut asam, mual, dan ada sensasi perih). Adakah bunda-bunda di sini yang punya pengalaman sama? Saya sudah diberi obat lambung oleh dokter untuk 5 hari dan baru konsumsi hari ke 3.
























Hallo Sobat sehat, terima kasih atas pertanyaan nya.
Keluhan yang Anda ceritakan **cukup sering terjadi pada ibu hamil**, terutama jika memang sudah memiliki riwayat GERD atau gastritis sebelum hamil.
Pada usia kehamilan 15 minggu, beberapa hal dapat menyebabkan gejala Anda:
* Hormon kehamilan membuat katup antara lambung dan kerongkongan lebih rileks sehingga asam lambung lebih mudah naik.
* Rahim yang mulai membesar dapat meningkatkan tekanan pada lambung.
* Mual muntah kehamilan masih bisa berlanjut pada trimester kedua pada sebagian ibu.
* Hipersalivasi (air liur berlebihan) juga merupakan keluhan yang cukup sering menyertai mual pada kehamilan.
Keluhan seperti **begah, mulut terasa asam, mual, sensasi perih setelah makan**, sangat sesuai dengan gejala GERD/gastritis yang diperberat oleh kehamilan.
Mengenai obat lambung yang diberikan dokter, umumnya **memang membutuhkan beberapa hari hingga 1–2 minggu** untuk memberikan efek optimal, tergantung jenis obatnya. Jadi baru hari ke-3, masih wajar jika perbaikannya belum maksimal. Tetap konsumsi sesuai anjuran dokter dan jangan menghentikannya tanpa berkonsultasi terlebih dahulu.
Selain obat, beberapa cara yang dapat membantu antara lain:
* Makan sedikit tetapi lebih sering (5–6 kali sehari).
* Hindari perut kosong terlalu lama.
* Hindari makanan pedas, asam, berlemak, gorengan, kopi, teh kental, dan minuman bersoda bila memicu keluhan.
* Jangan langsung berbaring selama 2–3 jam setelah makan.
* Tidur dengan posisi kepala lebih tinggi sekitar 15–20 cm.
* Minum sedikit-sedikit tetapi sering bila hipersalivasi dan mual mengganggu.
Riwayat muntah bercampur darah yang sempat Anda alami kemungkinan dapat terjadi akibat iritasi atau robekan kecil pada kerongkongan karena muntah berulang. Karena sekarang sudah berkurang, itu merupakan pertanda baik. Namun bila muntah darah muncul kembali, jumlahnya banyak, darah berwarna merah segar atau seperti ampas kopi, atau disertai BAB hitam, segera periksa ke IGD.
Segera kembali ke dokter kandungan atau dokter penyakit dalam bila:
* Nyeri ulu hati sangat hebat atau semakin berat.
* Muntah terus-menerus hingga tidak bisa makan atau minum.
* Berat badan terus turun.
* Keluar darah saat muntah kembali.
* Merasa lemas, pusing, atau muncul tanda dehidrasi.