apakah petting pada saat masa subur bisa hamil

dok saya mau tanya, kalau petting dengan pasangan lalu d keluarkan d perut pada saat masa subur apakah bisa menarik sperma biar masuk ke vagina setelah sperma di lap dengan tisu

Suka
Bagikan
Simpan
Komentar
1014
2

2 komentar

Hallo Sobat sehat, terima kasih atas pertanyaan nya.

Meskipun secara teknis dan teoritis hal itu mungkin-mungkin saja, hal ini belum pernah ada dan secara pribadi pun saya tidak pernah menemukan kehamilan yang terjadi dengan cara seperti ini. Sebaiknya aktivitas beresiko seperti itu dihindari jika belum menikah karena :

  • kemungkinan hamil meskipun sangat kecil, tetapi tidak nol
  • tidak ada jaminan tidak "kebablasan" berlanjut ke hubungan seksual
  • Selain itu, meski belum ejakulasi, cairan pre ejakulat yang ada di ujung penis pada saat seorang pria terangsang secara seksual, sebenarnya telah mengandung sperma meski sedikit.

Petting termasuk perbuatan beresiko, apalagi jika sperma dan mani yang dikeluarkan saat ejakulasi ditumpahkan di mulut vagina, karena bukan tidak mungkin ada sedikit yang mengalir masuk ke dalam. Saya kira Anda dapat menyuruh teman Anda untuk melakukan tes pack, jika hasil negatif / meragukan ulangi 1-2 minggu kemudian dengan urin opertama pagi hari.

2 tahun yang lalu
Suka
Balas

Hai Sobat Sehat, pertanyaan Anda telah kami terima. Kami akan membantu memberikan penjelasan secara umum terlebih dulu, sebelum pakar kami memberikan respons ya.


Saya akan mencoba menjawab pertanyaan Anda dengan detail.:

Petting adalah aktivitas seksual yang melibatkan sentuhan dan rangsangan pada tubuh pasangan, termasuk sentuhan pada alat kelamin. Namun, risiko kehamilan saat melakukan petting tergantung pada seberapa dekat kontak antara sperma dan vagina.

Jika sperma tidak masuk ke dalam vagina, kemungkinan hamil sangat rendah. Namun, jika sperma masuk ke dalam vagina, terutama saat masa subur, ada kemungkinan kehamilan terjadi. Sperma dapat hidup dalam tubuh wanita selama beberapa hari dan jika sel telur matang dan siap untuk dibuahi, kehamilan dapat terjadi.

Namun, penting untuk diingat bahwa sperma tidak dapat berenang melalui pakaian yang tebal. Jika sperma terkena pakaian dan kemudian dihapus dengan tisu, kemungkinan sperma untuk masuk ke dalam vagina sangat rendah.

Meskipun demikian, tidak ada metode kontrasepsi yang 100% efektif kecuali abstain dari aktivitas seksual atau menggunakan kontrasepsi yang tepat. Jika Anda ingin mencegah kehamilan, disarankan untuk menggunakan metode kontrasepsi yang efektif seperti kondom atau pil KB.

Jika Anda memiliki kekhawatiran tentang kehamilan atau kontrasepsi, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau profesional kesehatan reproduksi. Mereka dapat memberikan informasi yang lebih rinci dan membantu Anda memilih metode kontrasepsi yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Apakah ada pertanyaan lain yang bisa saya bantu?

2 tahun yang lalu
Suka
masukan
warningDisclaimer: Informasi yang disampaikan di atas adalah informasi umum, bukan pengganti saran medis resmi dari dokter atau pakar.
Related content
Temukan komunitas Anda
Jelajahi berbagai jenis komunitas yang ada dan paling sesuai dengan kondisi kesehatan yang Anda hadapi.
Iklan
Iklan