home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Cara Menjaga Kesehatan Tenggorokan untuk Jalani Hari yang Lebih Aktif

Cara Menjaga Kesehatan Tenggorokan untuk Jalani Hari yang Lebih Aktif

Tenggorokan merupakan bagian tubuh yang harus dijaga kesehatannya, karena merupakan garda terdepan dari sistem pertahanan tubuh Anda. Selain itu, jika tenggorokan mengalami iritasi, tentunya Anda akan merasa tidak nyaman menjalani aktivitas. Terutama, saat makan atau diharuskan berbicara di depan orang lain.

Anda tidak ingin hal ini terjadi, bukan? Maka dari itu, berikut adalah beberapa cara yang bisa Anda terapkan untuk menjaga kesehatan tenggorokan Anda agar terhindar dari iritasi atau radang tenggorokan.

Memahami cara menjaga kesehatan tenggorokan

Tahukah Anda? Secara anatomi, lokasi tenggorokan berdekatan dengan rongga mulut, hidung, dan pintu masuk saluran cerna. Lokasinya yang dekat dengan rongga mulut menyebabkan tenggorokan rentan terpapar mikroorganisme yang masuk melalui makanan atau minuman yang kurang bersih.

Sementara itu, lokasinya yang dekat dengan hidung rentan menyebabkan radang tenggorokan apabila hidung mengalami infeksi, dan menyalurkan lendir (post nasal drip) dari hidung ke tenggorokan. Gangguan refluks (GERD) yang menyerang saluran cerna juga dapat membuat tenggorokan mengalami iritasi.

Oleh sebab itu, Anda perlu mengetahui cara mencegah radang tenggorokan. Hal ini dapat dimulai dari menjaga kesehatan selaput lendir dan jaringan limfoid (tonsil/amandel) tenggorokan sebagai sistem pertahanan dari tenggorokan itu sendiri.

Berikut adalah tiga cara mencegah radang tenggorokan yang bisa Anda terapkan.

1. Mencegah iritasi yang berasal dari makanan dan minuman

Anda dapat mencegah radang tenggorokan dengan mengurangi konsumsi makanan pedas, panas, dan gorengan serta minuman beralkohol.

2. Mencegah iritasi dari lingkungan

Asap rokok dan udara yang terlalu kering dapat menyebabkan radang tenggorokan. Oleh karena itu, nyalakan air humidifier untuk membuat udara di ruangan yang Anda tempati menjadi lembab.

3. Mencegah masuknya mikroorganisme ke tenggorokan dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat

Di mana pun Anda berada, ingatlah untuk selalu menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Anda bisa memulainya dengan melakukan enam cara berikut:

  • Menjaga kebersihan tangan melalui cuci tangan dengan sabun
  • Hindari berbagi makanan, dan peralatan makan dan minum dengan orang lain
  • Hindari kontak langsung dengan teman atau kerabat yang sedang sakit
  • Menerapkan etika batuk/bersin yang aman, yaitu dengan menggunakan tisu, lalu dibuang pada tempatnya atau menggunakan area dalam siku
  • Berolahraga secara rutin
  • Mengonsumsi makanan sehat, bergizi, dan seimbang serta minum air putih 2 liter per hari

Menjaga kesehatan tenggorokan dengan permen pelega tenggorokan

pelega tenggorokan

Mengonsumsi permen pelega tenggorokan juga dapat menjadi salah satu cara menjaga kesehatan tenggorokan sekaligus membantu meredakan radang tenggorokan yang tiba-tiba menyerang.

Anda bisa memilih permen pelega tenggorokan yang mengandung kombinasi antiseptik, analgetik, peptida antimikrobial, dan vitamin. Misalnya, permen pelega tenggorokan yang memiliki kandungan double active agents seperti Amylmetacresol (AMC) dan Dichlorobenzyl alcohol (DCBA). Keduanya memiliki efek antiseptik dan virusidal untuk membunuh kuman serta meredakan nyeri di tenggorokan.

Permen pelega tenggorokan dapat juga dilengkapi dengan kandungan Benzocaine sebagai analgetik untuk meredakan nyeri, dan Tyrothricin sebagai peptida antimikrobial (AMP) untuk membunuh bakteri, jamur atau virus.

Sedangkan kandungan vitamin C yang terdapat pada permen pelega tenggorokan dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh sehingga sangat berperan dalam proses pencegahan infeksi.

Cara menjaga kesehatan tenggorokan dengan bahan alami

Selain mengonsumsi permen pelega tenggorokan, melansir dari Penn Medicine, Anda juga dapat dengan mudah meracik bahan-bahan alami yang ada di dapur Anda untuk membantu menjaga kesehatan tenggorokan. Beberapa bahan alami yang dapat Anda coba buat dari rumah, yaitu:

1. Air garam

Air garam diketahui dapat membunuh bakteri dan mengencerkan dahak serta mengurangi keluhan nyeri pada tenggorokan. Cara penggunaannya untuk menjaga kesehatan tenggorokan cukup mudah. Anda hanya perlu melarutkan air dengan garam, kemudian berkumur-kumur dengan air tersebut.

2. Madu

Madu memiliki ragam manfaat yang baik untuk kesehatan tubuh Anda. Salah satunya adalah efek antibakteri alami yang dapat membunuh bakteri jahat di tenggorokan.

3. Lemon

Lemon berkhasiat untuk mengencerkan dahak dan mengurangi nyeri tenggorokan. Lemon juga mengandung vitamin C yang dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh Anda.

4. Teh herbal

Anda dapat menyeduh teh cengkeh atau teh hijau yang memiliki efek antibakteri dan anti-inflamasi (anti radang) untuk menjaga kesehatan tenggorokan. Sementara itu, saat radang tenggorokan menyerang, Anda dapat memilih teh dengan kandungan rasberi, kamomil, atau pepermin yang mampu mengurangi nyeri dan proses inflamasi atau peradangan pada tenggorokan.

Terlebih di masa pandemi sekarang, menjaga kesehatan tubuh dapat dimulai dari menjaga sistem pertahanan tubuh pertama Anda, yaitu tenggorokan. Maka dari itu, Anda sangat direkomendasikan untuk menerapkan cara-cara menjaga kesehatan tenggorokan yang telah disebutkan di atas.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Nose and throat. (2021). Retrieved 11 January 2021, from https://www.healthdirect.gov.au/nose-and-throat

Sore throat – Symptoms and causes. (2021). Retrieved 11 January 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/sore-throat/symptoms-causes/syc-20351635

How You Can Tell If You Need a Humidifier. (2021). Retrieved 11 January 2021, from https://health.clevelandclinic.org/how-you-can-tell-if-you-need-a-humidifier/

Palm, J., Fuchs, K., Stammer, H., Schumacher-Stimpfl, A., & Milde, J. (2021). Efficacy and safety of a triple active sore throat lozenge in the treatment of patients with acute pharyngitis: Results of a multi-centre, randomised, placebo-controlled, double-blind, parallel-group trial (DoriPha). Retrieved 11 January 2021, from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6282512/pdf/IJCP-72-na.pdf

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh dr. Ferucha Moulanda, Sp.THT-KL Diperbarui 25/01/2021