home

Artikel Bersponsor

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Cara Menghilangkan Bekas Luka Operasi Tiroid atau Laparoskopi

Cara Menghilangkan Bekas Luka Operasi Tiroid atau Laparoskopi

Menyembuhkan bekas luka sayatan setelah operasi tiroid ataupun laparoskopi perlu dilakukan. Bila bekas luka operasi didiamkan saja, bisa meninggalkan jejak yang berbekas dan mungkin permanen. Maka itu, Anda perlu secara teliti melakukan perawatan luka pasca operasi dan menghilangkan bekas luka yang tertinggal.

Memudarnya bekas luka tentu akan membuat Anda tampil percaya diri. Maka dari itu, ketahui langkah pemulihan dan cara menghilangkan bekas luka operasi laparoskopi dan tiroid berikut ini.

Mengenal pemulihan luka operasi laparoskopi dan tiroid

Metode operasi laparoskopi dan tiroid biasanya dilakukan dengan memberi sayatan kecil pada area tindakan. Seiring berjalannya waktu, luka operasi akan meninggalkan bekas. Setelah perawatan luka sayatan dilakukan, Anda perlu segera menyembuhkan jejak luka bekas operasi.

Perlu diketahui bahwa sayatan luka bekas operasi membutuhkan perawatan yang berbeda. Sayatan tersebut ditutup dengan jahitan, serta ditutup selama 48 jam setelah operasi.

Setelahnya Anda juga diperbolehkan mandi dan mengeringkan luka operasi dengan handuk lembut secara perlahan. Selanjutnya, ganti perban dan tutup dengan plester perekat.

Selama masa penyembuhan luka operasi laparoskopi ataupun tiroid, biasanya Anda perlu menghindari sinar matahari agar luka bisa sembuh segera.

Luka bekas operasi dapat sembuh paling tidak 2-6 minggu. Hal ini juga dipengaruhi dari oleh asupan makanan yang Anda konsumsi. Supaya penyembuhan luka operasi optimal, Anda direkomendasikan untuk mengonsumsi makanan sehat dan bernutrisi, serta menjaga kebersihan luka operasi.

Saat masa penyembuhan, biasanya Anda perlu membatasi aktivitas. Untuk sementara waktu, Anda tidak diperbolehkan menyetir selama 48 jam setelah operasi atau saat masih mengonsumsi obat-obatan, tidak boleh berenang baik di kolam atau di laut, serta cukup beristirahat.

Luka akan mengering dan berganti dengan jaringan baru. Setelah sembuh, biasanya akan timbul bekas luka. Sayangnya, bekas luka ini bisa menetap bila didiamkan saja. Maka dari itu, Anda perlu segera menyembuhkan bekas luka operasi atau tiroid dengan langkah tertentu.

Menyembuhkan bekas luka operasi laparoskopi dan tiroid

Usai melakukan perawatan luka operasi laparoskopi atau tiroid hingga sembuh, saatnya Anda menyembuhkan bekas luka. Merawatnya dengan cara tertentu dapat meminimalkan dan memudarkan bekas luka.

Ketika bekas luka sudah memudar, tentu Anda semakin percaya diri dalam berpenampilan. Tak lagi malu harus menutupi bekas luka operasi.

Oleh karena itu, simak beberapa langkah menyembuhkan bekas luka operasi laparoskopi dan tiroid berikut ini.

1. Oleskan gel penghilang bekas luka

menghilangkan bekas luka operasi

Untuk menyembuhkan bekas luka operasi, oleskan dengan gel penghilang bekas luka. Pilih yang berbasis gel silicon dengan kandungan formulasi CPX Technology dan Vitamin C Ester. Keduanya bekerjasama untuk memudarkan bekas luka operasi.

Gunakan gel penghilang bekas luka dengan 1x usap, 2x sehari selama 8 minggu sehingga Anda memperoleh hasil optimal.

2. Istirahat

siang tidur malam begadang

Untuk mempercepat proses pemulihan bekas luka pasca operasi, ada baiknya Anda beristirahat dua minggu. Istirahat yang cukup juga memengaruhi penyembuhan bekas luka.

Hindari berkegiatan yang menguras energi. Kelelahan hanya memperlambat proses sembuhnya luka. Istirahat merupakan bagian terpenting dalam menyembuhkan bekas luka operasi.

3. Hindari sinar matahari

mitos sunscreen

Sama seperti perawatan luka, saat Anda menyembuhkan bekas luka sebaiknya hindari paparan sinar matahari langsung. Bila ada kegiatan yang mengharuskan Anda untuk pergi keluar ruangan, jangan lupa kenakan sunscreen. Sehingga bekas luka dapat terlindungi dari sinar matahari.

Anda juga bisa meminta rekomendasi dokter apakah diperbolehkan untuk mengaplikasikan ointment pada bekas luka operasi untuk melindungi sinar matahari.

4. Hindari mengangkat beban berat

duduk nyaman saat ambeien

Selain dengan aplikasi gel penghilang bekas luka, untuk menyembuhkan bekas luka operasi, ada baiknya Anda menghindari aktivitas berat. Misalnya, mengangkat barang berat, stretching, berolahraga, atau kegiatan berat lainnya.

Tekanan yang dibebankan pada area yang bermasalah dapat memperlambat pemulihan luka. Ingatlah untuk beristirahat sejenak dan jangan terlalu memaksakan diri untuk melakukan pergerakan yang intens.

Dengan demikian, Anda sudah mengetahui perbedaan bagaimana penyembuhan luka dan bekas luka operasi tiroid ataupun laparoskopi. Jangan lupa menerapkan langkah-langkah di atas untuk meminimalkan bekas luka.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Caring for surgical wounds. https://www.bupa.co.uk/health-information/muscles-bones-joints/surgical-wounds. Diakses 28 November 2019.

After Your Laparoscopy. https://bostoncenterendometriosis.org/2012/07/03/after-your-laparoscopy/. Diakses 28 November 2019.

Consorti, F., Milazzo, F., Notarangelo, M., Scardella, L., & Antonaci, A. (2012). Factors influencing the length of the incision and the operating time for total thyroidectomy. BMC Surgery, 12(1). doi: 10.1186/1471-2482-12-15. Diakses 28 November 2019.

How To Prevent or Minimize Surgery Scars. https://www.verywellhealth.com/preventing-or-minimizing-scars-after-surgery-3156926. Diakses 28 November 2019.

Maia Campos, P., Gianeti, M., Kanashiro, A., Lucisano-Valim, Y., & Gaspar, L. (2006). In Vitro Antioxidant and In Vivo Photoprotective Effects of an Association of Bioflavonoids with Liposoluble Vitamins. Photochemistry And Photobiology82(3), 683. doi: 10.1562/2005-10-14-ra-715. Diakses 28 November 2019.

Shimoda, H., Shan, S., Tanaka, J., & Maoka, T. (2012). β-Cryptoxanthin suppresses UVB-induced melanogenesis in mouse: involvement of the inhibition of prostaglandin E2and melanocyte-stimulating hormone pathways. Journal Of Pharmacy And Pharmacology64(8), 1165-1176. doi: 10.1111/j.2042-7158.2012.01495.x. Diakses 28 November 2019.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh Maria Amanda
Tanggal diperbarui 09/01/2020
x