Ulnar Nerve Release

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 25 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu kompresi nervus ulnaris?

Saraf  ulnaris  merupakan  saraf  yang  berjalan  sepanjang  putaran  belakang  bagian  dalam siku, menembus celah sempit antara otot lengan bawah. Kompresi saraf ulnaris terjadi bila ada peningkatan tekanan pada saraf ulnaris. Hal ini biasanya mengakibatkan jari manis dan kelingking mati rasa.

Kapan saya perlu menjalani kompresi nervus ulnaris?

Tujuan operasi ini adalah untuk mencegah kerusakan saraf yang lebih parah. Jika operasi dilakukan  cukup  awal,  mati  rasa  di  tangan mungkin  akan  segera  membaik. Bagi kebanyakan orang, operasi ini merupakan jalan terbaik untuk melepaskan  saraf sehingga terhindar dari kerusakan saraf permanen.

Pencegahan & peringatan

Apa saja yang harus saya ketahui sebelum menjalani kompresi nervus ulnaris?

Gejala  ringan  yang  biasa  muncul  pada  malam  hari  dapat  ditangani  sementara  dengan menggunakan bidai yang membuat siku tetap lurus ketika Anda tidur.

Proses

Apa yang harus saya lakukan sebelum menjalani kompresi nervus ulnaris ?

Pada  tahap  persiapan  operasi,  pastikan  Anda  memberi  tahu  dokter  mengenai  kondisi kesehatan Anda, obat‐obatan yang sedang dikonsumsi, maupun segala macam alergi yang Anda miliki. Dokter anestesi akan menjelaskan prosedur pembiusan dan memberi instruksi lebih lanjut. Pastikan Anda mengikuti  seluruh instruksi dokter termasuk larangan makan dan minum sebelum operasi. Pada  umumnya Anda  diwajibkan  untuk  berpuasa  selama  enam  jam  sebelum  proses pembedahan  dilakukan.  Namun,  Anda  mungkin  diperbolehkan minuman seperti kopi beberapa jam menjelang operasi.

Bagaimana proses kompresi nervus ulnaris ?

Berbagai  teknik  anestesi  mungkin  digunakan  pada  prosedur  ini.  Operasi  biasanya memakan waktu 30 hingga 45 menit. Dokter  bedah  akan  membuat  sayatan  kecil  di  belakang  siku  bagian  dalam,  kemudian memotong setiap jaringan ketat yang menekan saraf. Jika diperlukan, dokter bedah akan mengangkat sepotong tulang atau memindahkan letak saraf.

Apa yang harus dilakukan setelah menjalani kompresi nervus ulnaris ?

Setelah  menjalani  operasi,  Anda  diperbolehkan  untuk  pulang  ke  rumah  pada  hari  yang sama. Istirahatkan lengan di gendongan selama beberapa hari. Lakukan latihan ringan untuk jari‐jari, siku dan bahu untuk mencegah kekakuan. Olahraga teratur juga terbukti dapat mempercepat proses penyembuhan. Namun sebelum memutuskan untuk berolahraga, sebaiknya mintalah saran dokter. Penderita biasanya membutuhkan waktu rehabilitasi hingga 18 bulan.

Komplikasi

Komplikasi apa yang bisa terjadi ?

Setiap  prosedur  operasi  pasti  memiliki  risiko  tersendiri,  termasuk  ulnar  nerve  release. Dokter bedah akan menjelaskan segala macam risiko yang mungkin terjadi pasca operasi. Komplikasi umum yang dapat terjadi usai operasi  adalah  efek pasca pemberian  anestesi, perdarahan yang berlebihan, maupun penggumpalan darah di dalam pembuluh darah vena dalam (deep vein thrombosis atau DVT).

Pasien yang menjalani ulnar nerve release beresiko mengalami komplikasi:

● jari manis dan kelingking masih mati rasa

● mati rasa pada kulit tepat di bawah ujung siku

● bekas luka terasa sakit

● timbul  rasa nyeri yang hebat, kekakuan dan kehilangan kemampuan  gerak lengan dan tangan (complex regional pain syndrome) Anda  dapat  mengurangi  risiko  komplikasi  dengan  mengikuti  arahan  dokter  sebelum operasi, seperti puasa dan berhenti mengonsumsi obat‐obatan tertentu.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

Psikopat

Psikopat adalah gangguan kepribadian yang penderitanya cenderung bertindak kriminal. Simak informasi lengkap mengenai psikopat di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Mental, Gangguan Mental Lainnya 10 Februari 2021 . Waktu baca 12 menit

Lebih Baik Kompres Dingin atau Hangat untuk Menurunkan Demam?

Mana yang lebih baik untuk menurunkan demam: kompres dingin atau hangat? Simak masing-masing penjelasannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan, Gejala dan Kondisi Umum 10 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Apa yang Terjadi pada Pasien Setelah Stroke Berlalu?

Setelah kondisi stroke, terdapat beberapa dampak yang mungkin muncul pada tubuh. Berikut adalah hal yang dapat terjadi pasca stroke.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Stroke, Kesehatan Otak dan Saraf 10 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

4 Jenis Narkotika Populer di Indonesia dan Bahayanya Bagi Tubuh

Dari sekian banyak obat-obatan terlarang, BNN mencatat empat jenis narkotika yang paling banyak dikonsumsi di Indonesia. Apa saja? Yuk cari tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Obat A-Z, Obat-obatan & Suplemen A-Z 8 Februari 2021 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

oral thrush

Meski Tampak Sama, Ini Beda Oral Trush, Lidah Peta, dan Oral Hairy Leukoplakia (OHL)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 17 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
posisi tidur baik dan buruk

Berbagai Posisi Tidur yang Baik dan Buruk untuk Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Dipublikasikan tanggal: 15 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
sindrom pura-pura sakit

Pura-pura Sakit? Bisa Jadi Anda Mengidap Sindrom Munchausen

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
komplikasi stroke

13 Komplikasi yang Mungkin Terjadi Akibat Stroke, Apa Saja?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 12 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit