Herpes Ensefalitis

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu herpes ensefilitis?

Herpes ensefalitis adalah peradangan otak yang biasanya disebabkan oleh virus herpes simplex virus (HSV). HSV dapat menyebabkan infeksi menular. Salah satunya jenis HSV-1 dapat menyebabkan sariawan dalam mulut yang disebut cold sore. Jenis lain, yakni HSV-2, merupakan penyebab herpes genital. Virus berdiam di saraf dalam tubuh dan menetap secara permanen.

Herpes ensefilitis adalah kondisi medis darurat. Jika tidak segera diobati dapat berakibat fatal. Hal ini juga dapat memicu berbagai penyakit serius, termasuk masalah sistem saraf yang parah.

Seberapa umumkah herpes ensefalitis?

Herpes ensefalitis adalah penyakit yang  dapat memengaruhi siapa saja di segala usia, baik wanita maupun pria. Sepertiga dari penderita penyakit herpes ensefalitis adalah anak-anak. Anda dapat mencegah penyakit ini dengan mengurangi faktor risiko. Silakan diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala herpes ensefalitis?

Gejala herpes ensefalitis biasanya berlangsung selama beberapa hari dan seringnya muncul tanpa peringatan. Gejala awal herpes ensefalitis adalah:

  • Sakit kepala
  • Demam
  • Leher kaku
  • Mual dan muntah
  • Merasa lemah, lesu, dan tidak bertenaga

Setelah gejala awal muncul, orang yang terinfeksi dapat mengalami kesulitan untuk berkomunikasi baik melalui ucapan, menulis, dan/atau tanda (afasia). Dalam beberapa kasus, gejala yang lebih serius juga bisa muncul. Gejala ini meliputi perubahan kepribadian, kelumpuhan, halusinasi, kejang-kejang dan bahkan koma. Herpes ensefalitis yang sudah parah dapat menyebabkan kematian jika tidak segera ditangani atau jika pasien tidak mempan dengan pengobatan yang diberikan.

Kemungkinan terdapat gejala dan tanda lain yang tidak disebutkan di atas. Apabila Anda memiliki kekhawatiran mengenai gejala penyakit ini, silakan konsultasikan dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Dapatkan perawatan segera jika Anda atau seseorang yang Anda kenal mengalami salah satu gejala serius seperti:

  • Sakit kepala parah yang tidak kunjung membaik
  • Demam tinggi
  • Perubahan psikologis yang membutuhkan perawatan mendesak

Status dan kondisi kesehatan dapat bervariasi pada tiap orang. Selalu diskusikan dengan dokter Anda untuk mendapatkan diagnostik, pengobatan dan perawatan yang terbaik bagi Anda.

Penyebab

Apa yang menyebabkan herpes ensefalitis?

Herpes ensefalitis adalah komplikasi infeksi dari virus herpes simplex. Dalam banyak kasus, gangguan ini disebabkan oleh virus herpes simpleks tipe I (HSV-I). Dalam kasus yang jarang terjadi, biasanya pada bayi baru lahir (neonatus), gangguan ini disebabkan oleh virus herpes simpleks tipe II (HSV-II).

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya terkena herpes ensefalitis?

Siapapun dapat terkena encephalitis. Faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena herpes ensefalitis adalah:

  • Usia. Beberapa jenis dari radang otak lebih umum atau lebih parah jika terjadi pada rentang kelompok usia tertentu. Anak dan orang dewasa lebih berisiko terhadap jenis virus radang otak. Radang otak yang disebabkan oleh virus herpes simpleks cenderung lebih tinggi pada mereka yang berusia 20 hingga 40 tahun.
  • Menurunnya sistem imun. Orang dengan HIV/AIDS, pengguna obat untuk menjaga kekebalan tubuh, atau memiliki kondisi lain yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh melemah dapat memiliki  risiko lebih tinggi terkena radang otak.
  • Kondisi geografis. Nyamuk atau virus tick-borne adalah penyebab utama di kawasan geografis tertentu.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan untuk herpes ensefalitis?

Herpes ensefalitis adalah keadaan darurat dan seorang ahli saraf harus terlibat dalam perawatannya. Perawatan ICU di rumah sakit mungkin diperlukan.

Pengobatan bertujuan untuk meringankan gejala, mencegah komplikasi, dan mencegah gejala kambuh. Karena infeksi ini dapat mengancam jiwa, dokter akan segera memulai pengobatan sebelum mengetahui hasil tes.

Obat antivirus seperti acyclovir dan vidarabine dapat digunakan untuk mengobati radang otak ini. Acyclovir umumnya bekerja lebih baik dan tidak terlalu banyak mengandung bahan kimia. Antikonvulsan juga dapat diresepkan untuk menghentikan dan mencegah kejang-kejang.

Asupan nutrisi dan cairan juga penting bagi jalannya pengobatan. Pembengkakan otak membutuhkan terapi, seperti menaikkan kepala saat tidur dan menggunakan obat-obatan seperti kortikosteroid untuk menghambat peradangan otak.

Bahkan dengan pengobatan, pasien masih dapat berisiko mengalami komplikasi dan samping dari penggunaan obat, terutama dalam kemampuan berpikir serta masalah memori juga kejang-kejang.

Terapi fisik dan terapi berbicara dan perawatan lainnya mungkin diperlukan setelah masa pemulihan penyakit ini. Pengobatan herpes ensefalitis akan memakan waktu yang lama.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk herpes ensefalitis?

Dokter akan melakukan diagnosis berdasarkan riwayat medis dan pemeriksaan fisik. Tes laboratorium, CT Scan, MRI, dan ECG  dapat dilakukan untuk membantu diagnosis tetapi belum termasuk penyakit lainnya.

Dokter akan memasukan tumpulan (spinal tap) untuk mengambil cairan cerebrospinal. Biopsi otak mungkin diperlukan untuk diagnosis akhir.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi herpes ensefalitis?

Beberapa perubahan gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi herpes ensefalitis adalah:

  • Cobalah untuk mencegah penyakit ini dengan menghindari paparan virus HSV. Jadi, ambil langkah pencegahan herpes genital dengan menghindari berciuman dan melakukan oral seks bersama orang yang terinfeksi virus herpes bisa memperluas area penyebaran infeksi.
  • Makanlah makanan yang sehat agar sistem kekebalan tubuh Anda semakin kuat.
  • Tidurlah yang cukup serta olahraga secara teratur.
  • Cucilah tangan Anda sesering mungkin.
  • Rajin konsultasi ke dokter untu memantau perkembangan kondisi Anda. 
  • Lakukan proses melahirkan secara caesar jika Anda seorang wanita yang mengidap herpes genital aktif.
  • Temui seorang konsultan jika Anda merasa tidak percaya diri atau depresi.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

13 Komplikasi yang Mungkin Terjadi Akibat Stroke, Apa Saja?

Konsekuensi paling umum akibat stroke adalah lumpuh, biasanya merupakan kelumpuhan hemiplegia atau hemiparesis. Ketahui informasi lebih lanjut di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Stroke, Kesehatan Otak dan Saraf 12 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Lebih Baik Kompres Dingin atau Hangat untuk Menurunkan Demam?

Mana yang lebih baik untuk menurunkan demam: kompres dingin atau hangat? Simak masing-masing penjelasannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan, Gejala dan Kondisi Umum 10 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Apa yang Terjadi pada Pasien Setelah Stroke Berlalu?

Setelah kondisi stroke, terdapat beberapa dampak yang mungkin muncul pada tubuh. Berikut adalah hal yang dapat terjadi pasca stroke.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Stroke, Kesehatan Otak dan Saraf 10 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Perbedaan Cacar Air dan Cacar Api Berdasarkan Penularan dan Ciri-Cirinya

Muncul bintik-bintik merah yang terasa gatal di seluruh tubuh sama-sama menjadi gejala utama cacar air dan cacar api, lantas apa perbedaan keduanya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Infeksi, Herpes 5 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Berbagai Tes Medis yang Digunakan Dalam Evaluasi Stroke

Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
oral thrush

Meski Tampak Sama, Ini Beda Oral Trush, Lidah Peta, dan Oral Hairy Leukoplakia (OHL)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 17 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
Obat dan cara mengobati cacar api herpes zoster

Pilihan Obat dan Pengobatan Rumahan yang Ampuh Mengobati Cacar Api

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 16 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
sindrom pura-pura sakit

Pura-pura Sakit? Bisa Jadi Anda Mengidap Sindrom Munchausen

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit