Bisakah Kita Sembuh Total dari Penyakit Stroke?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019
Bagikan sekarang

Meski sudah melewati masa pengobatan, pasien stroke harus menjalani fase pemulihan. Tahap ini cukup memakan waktu yang lama, maka itu untuk sembuh dari stroke tidak bisa instan. Lantas, apakah setelah menjalani masa pemulihan, pasien bisa sembuh dari stroke? 

Apakah pemulihan stroke bisa menyembuhkan?

Menurut National Stroke Association, 10% orang yang menderita stroke hampir benar-benar sembuh. Akan tetapi, orang-orang tersebut masih memiliki gangguan yang sifatnya tidak terlalu parah seperti saat mereka menderita stroke.

Sedangkan penderita lainnya masih memerlukan perawatan khusus untuk mengatasi gangguan tersebut. Intinya, kemungkinan akan kesembuhan total memang sangat kecil. Hal tersebut dikarenakan masih banyak penderita yang memiliki cedera yang mengganggu fungsi keseharian mereka.

Faktor penunjang pemulihan stroke berhasil

Selain rutin mengikuti sesi pemulihan, ternyata masih ada faktor penunjang lainnya yang membuat pengobatan ini bisa berhasil.

1. Faktor fisik

Mulai dari seberapa parah Anda terkena stroke hingga apa saja yang sudah terkena dampaknya. Hal tersebut berperan penting dalam pemulihan stroke, untuk mengetahui lebih lanjut langkah apa yang harus dilakukan.

2. Faktor psikologis

Faktor ini sangat berperan penting dalam proses pemulihan. Apakah Anda memiliki keinginan dari diri sendiri untuk sembuh ataukah motivasi tersebut justru kurang. Hal tersebut sangat mempengaruhi keikutsertaan Anda dalam proses ini.

3. Faktor sosial

Selain dari diri sendiri, ternyata semangat dan motivasi dari keluarga dan teman juga tidak kalah penting. Jika Anda sudah mulai merasa lelah menjalani pengobatan, akan selalu ada orang-orang di sekitar Anda yang menyemangati dan membantu proses pemulihan stroke ini.

4. Kapan dimulainya pengobatan

Apabila Anda memulai pengobatan stroke lebih awal, hal tersebut sangat berpengaruh dalam proses pemulihan. Hal tersebut disebabkan ketika kita menyadari lebih awal, dokter pun dapat menganalisis dan kemungkinan besar bisa menyembuhkannya sebelum stroke menjalar ke bagian-bagian vital.

Mengurangi risiko kambuhnya stroke

Setelah Anda menderita stroke dan berusaha untuk menyembuhkannya, resiko untuk terjadinya stroke setelah pemulihan ternyata masih mengintai. Akan tetapi, Anda bisa meminimalisasi peluang tersebut, dengan cara:

1. Pola makan yang lebih sehat

Makanan dan minuman yang Anda konsumsi sangat berpengaruh pada perkembangan otak Anda. Kurangilah makanan yang mengandung kadar gula, lemak jenuh, dan garam yang tinggi. Hal tersebut dapat memengaruhi tekanan darah dan kolesterol di dalam tubuh. Keduanya ternyata bisa menurunkan sistem kognitif otak dan kemampuan berpikir di usia tua nanti.

2. Mengatur faktor utama terjadinya stroke

Faktor-faktor utama yang mengganggu pemulihan stroke adalah tekanan darah tinggi, merokok, dan fibrilasi atrium. Oleh karena itu, hindari hal-hal yang bisa memicu ketiganya faktor tersebut agar peluang untuk sembuh dari stroke semakin besar.

3. Minum obat

Selain gaya hidup sehat dan menghindari faktor utama stroke, tentu mengonsumsi obat secara rutin adalah hal yang wajib untuk menurunkan peluang terjadinya stroke lagi.

  • Menurunkan tekanan darah
  • Mengendalikan fibrilasi atrium
  • Mengurangi peluang terjadinya penggumpalan.

Kesimpulannya, pemulihan stroke memakan waktu yang sangat lama dan kesabaran yang tinggi. Jika Anda menemui beberapa kesulitan selama proses ini berlangsung,  hal tersebut sangatlah normal. Tidak berputus asa dan terus berkeyakinan kalau Anda bisa pulih adalah kunci dari kesembuhan.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Manfaat Kesehatan Daun Dewa yang Sayang Untuk Dilewatkan

Daun dewa yang punya nama lain Tanaman Sambung Nyawa di Malaysia ini dipercaya bisa mengobati kanker payudara. Apa lagi manfaat daun dewa untuk kesehatan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila

4 Cara Meningkatkan Motivasi Diri untuk Mencapai Suatu Target

Motivasi adalah alasan Anda melakukan berbagai tindakan. Lalu apa sih hal yang dapat meningkatkan motivasi diri? Berikut adalah penjelasannya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M

Memahami Perubahan Emosi dan Perilaku Setelah Stroke

Adanya perubahan emosi dan perilaku seperti perasaan syok, penolakan, marah, sedih dan rasa bersalah adalah hal yang normal terjadi setelah stroke.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Direkomendasikan untuk Anda

penanganan stroke

Ada Pasien Stroke, Harus Panggil Ambulans Atau Langsung Bawa ke Rumah Sakit, Ya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 03/11/2018
pemulihan stroke dan diabetes

Pemulihan Stroke pada Penderita Diabetes

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rena Widyawinata
Dipublikasikan tanggal: 05/09/2018
beda gejala serangan jantung dan stroke

Jangan Tertukar, Ini Beda Antara Gejala Serangan Jantung Dengan Stroke

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 07/04/2018
meningkatkan fungsi otak setelah stroke

5 Tips Jitu Meningkatkan Fungsi Otak Setelah Terserang Stroke

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Dipublikasikan tanggal: 02/03/2018