8 Penyebab Tulang Selangka Sakit yang Tidak Boleh Disepelekan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Tulang selangka adalah bagian tulang yang menghubungkan tulang dada (sternum) ke bahu (tulang  klavikula). Di sekitar tulang selangka terdapat banyak saraf dan pembuluh darah, karena itu beberapa masalah kesehatan dan cedera bisa merusak tulang selangka. Tulang selangka sakit bisa menandakan masalah kesehatan yang cukup serius dan membutuhkan pertolongan segera.

Berbagai penyebab tulang selangka sakit

1. Cedera sendi

Salah satu cedera yang menyebabkan tulang selangka sakit adalah robeknya sendi acromioclavicular (AC) yang terletak di bagian atas tulang belikat (tulang yang menghubungkan lengan atas dengan tulang selangka). Robekan sendi AC menandakan robeknya ligamen yang membantu menstabilkan sendiri dan membantu menjaga tulang.

Cedera ini biasanya terjadi saat Anda terjatuh cukup keras atau terkena pukulan di bahu. Robekan yang ringan bisa menyebabkan rasa sakit, sementara dalam kasus yang cukup parah tulang selangka bisa terlihat tidak sejajar. Selain itu, Anda juga bisa melihat adanya tonjolan di sekitar bahu.

2. Osteoarthritis

Osteoarthritis adalah penyakit pengapuran sendi yang membuatnya terasa nyeri dan kaku. Kondisi ini terjadi saat jaringan pelindung di ujung tulang rusak. Biasanya pengapuran sendi terjadi seiring dengan pertambahan usia. Namun, beberapa kasus osteoarthritis disebabkan oleh cedera.

Gejala osteoartritis di tulang selangka meliputi:

  • Rasa sakit tulang pada selangka yang semakin meningkat setiap harinya.
  • Sendi kaku dan juga terasa sakit.

3. Thoratic outlet syndrome

Penyebab tulang selangka sakit yang ketiga yaitu akibat thoratic outlet syndrome. Kondisi ini menyebabkan tulang selangka bergeser dari posisi normal dan menekan pembuluh darah serta saraf yang terletak di antara tulang dan tulang rusuk tertinggi. Penyebab umum dari masalah kesehatan yang satu ini di antaranya:

  • Kegemukan.
  • Cedera.
  • Postur tubuh yang buruk.
  • Otot bahu yang lemah.
  • Tekanan yang berulang seperti mengangkat barang berat berulang kali.
  • Cacat lahir.

Gejala thoratic outlet syndrome bervariasi tergantung pada saraf atau pembuluh darah mana yang mengenai tulang selangka. Beberapa gejalanya seperti:

  • Nyeri di tulang selangka, bahu, leher, atau tangan.
  • Kesemutan atau mati rasa di lengan dan jari.
  • Kemampuan tangan untuk memegang melemah.
  • Lengan terasa nyeri dan juga bengkak yang menunjukkan adanya pembekuan darah.
  • Adanya benjolan yang terasa sakit di tulang selangka.
  • Perubahan warna di tangan atau jari.

1. Retak dan patah tulang

Tulang selangka adalah bagian tulang yang rentan retak bahkan patah. Letaknya yang menjadi penghubung bahu dapat menyebabkan tulang selangka mudah retak atau patah saat bahu terhantam benda keras dan terjatuh.

Rasa sakit pada tulang selangka akan semakin parah saat Anda mencoba untuk bangun dan menggerakkan bahu. Gejala lainnya saat tulang selangka patah atau retak yaitu:

  • Nyeri dan terasa hangat jika disentuh
  • Bengkak
  • Memar di area tulang selangka
  • Lengan terasa kaku
  • Bentuk tulang menjadi bengkok
  • Terdapat sensasi “krek” jika disentuh

5. Distal clavicular osteolysis

Kondisi ini menggambarkan patah tulang ringan yang terjadi di ujung tulang selangka atau bagian yang paling dekat dengan bahu. Meskipun ringan, jika dibiarkan kondisinya akan bertambah parah dan menyebabkan rasa sakit serta bengkak. Berbagai gejala lain yang menyertai masalah tulang ini yaitu:

  • Nyeri dan rasa sakit di bagian sekitar tulang selangka dan bahu.
  • Sakit pada tubuh secara keseluruhan saat menggerakkan lengan.
  • Sakit saat mengangkat benda ke atas kepala.
  • Bengkak di sekitar ujung bahu.

6. Posisi tidur yang salah

Posisi tidur yang salah menjadi salah satu penyebab umum rasa sakit tulang selangka pada kebanyakan orang. Kondisi ini terjadi saat seseorang tidur di posisi yang sama dalam jangka waktu lama dan memberikan tekanan berlebih pada salah satu sisi tulang selangka.

Selain pada tulang selangka, Anda juga akan merasakan rasa sakit pada leher dan juga punggung. Biasanya rasa sakitnya tidak berlangsung lama dan akan mereda di siang hari. Untuk itu, usahakan untuk mengubah posisi tidur saat Anda terbangun untuk mengurangi risiko sakit tulang selangka.

7. Osteomielitis

Osteomielitis adalah infeksi tulang yang bisa membuat tulang selangka terasa sakit. Namun, kondisi ini terbilang langka dan jarang terjadi. Penyebab osteomielitis yaitu:

  • Infeksi bakteri seperti sepsis atau pneumonia.
  • Infeksi yang terjadi akibat tulang selangka yang retak menusuk kulit.
  • Infeksi yang diakibatkan oleh luka terbuka di dekat tulang selangka.

Selain nyeri pada tulang selangka dan sekitarnya, gejala lain yang umumnya dirasakan seperti:

  • Pembengkakan dan rasa hangat di bagian yang terinfeksi.
  • Demam.
  • Mual.
  • Nanah yang keluar di daerah yang terinfeksi.

8. Kanker

Kanker menjadi salah satu penyebab tulang selangka bisa terasa sakit. Namun sama seperti osteomielitis, kasus ini termasuk jarang terjadi.

Jika penyebab sakit pada tulang selangka karena kanker, tandanya sel kanker telah menyebar ke tulang dan kelenjar getah bening di sekitarnya. Jadi kondisi ini bisa mengakibatkan rasa sakit dan bengkak di bagian atas tulang selangka, bawah lengan, dan juga leher.

Neuroblastoma menjadi salah satu jenis kanker yang bisa menyebar ke kelenjar getah bening dan juga tulang. Selain sakit, gejala lain yang menyertainya seperti:

  • Diare.
  • Demam.
  • Tekanan darah tinggi.
  • Detak jantung lebih cepat dari biasanya.
  • Berkeringat walaupun tidak kepanasan.

Setelah mengetahui berbagai penyebab sakit pada tulang selangka, ada baiknya untuk tidak menyepelekan rasa sakit ini jika Anda mengalaminya. Semakin cepat dokter mendeteksi penyebabnya maka semakin besar pula peluang Anda untuk mencegah keparahan penyakit.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tes Kesehatan untuk Menegakkan Diagnosis Kanker Ovarium

Penegakkan diagnosis kanker ovarium harus melalui tes kesehatan yang sesuai. Lantas, tes apa saja yang digunakan sebagai cara mendeteksi kanker ovarium?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Kanker Ovarium 27/07/2020 . Waktu baca 6 menit

Kenali Perbedaan Kista Ovarium dan Kanker Ovarium

Kanker dan kista ovarium itu berbeda. Lantas, apa perbedaan kista ovarium dengan kanker ovarium? Apakah kista bisa menjadi kanker ovarium?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Penyakit Kanker 26/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Komplikasi yang Dapat Terjadi Akibat Penyakit dan Pengobatan Kanker Ovarium

Komplikasi kanker ovarium bisa terjadi akibat penyakit maupun pengobatan yang dilakukan. Apa saja komplikasinya? Simak ulasannya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Kanker Ovarium 23/07/2020 . Waktu baca 6 menit

Daftar Obat Herbal yang Berpotensi Mengobati Kanker Ovarium

Selain pengobatan dokter, periset terus meneliti berbagai obat herbal kanker ovarium. Apa saja obat tradisional untuk kanker ovarium?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Kanker Ovarium 23/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pencegahan cara mencegah kanker ovarium

Hal-hal yang Dapat Dilakukan untuk Mencegah Kanker Ovarium

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit
makanan buah dan sayur yang baik dan bagus untuk pasien kanker ovarium

Aturan dan Jenis Makanan yang Disarankan untuk Pasien Kanker Ovarium

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 5 menit
prostatitis

Prostatitis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 05/08/2020 . Waktu baca 10 menit
pembengkakan prostat jinak adalah

Pembesaran Prostat Jinak (BPH)

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 05/08/2020 . Waktu baca 11 menit