Ada jenis-jenis penyakit diabetes, mulai dari pradiabetes, diabetes tipe 1 dan tipe 2, serta diabetes gestasional. Pradiabetes adalah suatu tanda risiko bahwa Anda tubuh bisa terkena diabetes lebih lanjut. Apa itu pradiabetes?

Apa itu pradiabetes?

glukosa darah adalah gula darah adalah

Pradiabetes bukanlah penyakit tetapi tanda peringatan bahwa Anda mungkin memiliki diabetes tipe 2 dalam waktu dekat. Pada pradiabetes, gula darah Anda lebih tinggi dari jumlah normal tetapi belum cukup untuk didiagnosis sebagai diabetes tipe 2.

Memiliki pradiabetes menandakan Anda berisiko tinggi untuk terkena diabetes tipe 2 dalam kurun waktu 10 tahun.

Bila Anda didiagnosis pradiabetes, Anda sebaiknya merasa beruntung karena Anda bisa mencegah diabetes tipe 2 untuk berkembang pada diri Anda dengan mengurangi berat badan berlebih dan mengubah gaya hidup Anda.

Apa gejala pradiabetes?

Biasanya, Anda tidak memiliki gejala atau tanda khusus hingga Anda berada pada komplikasi diabetes serius. Namun, ada satu tanda yang menunjukkan adanya kemungkinan risiko diabetes tipe 2 yaitu kulit menjadi lebih gelap atau hampir kecokelatan pada beberapa bagian tubuh, yang disebut acanthosis nigricans. Seringnya muncul pada leher, ketiak, siku, dengkul, dan buku jari. Berikut gejala lainnya:

  • lebih sering buang air kecil
  • lelah atau capek
  • penglihatan kabur

Anda sebaiknya memberi tahu dokter jika Anda khawatir tentang diabetes atau jika Anda melihat adanya tanda-tanda atau gejala diabetes tipe 2 diabetes, rasa haus meningkat dan sering buang air kecil, kelelahan, dan penglihatan kabur.

Apa faktor pemicunya?

Faktor yang meningkatkan risiko pradiabetes sama dengan diabetes tipe 2, yang meliputi:

1. Berat badan berlebih.

berat badan anak naik

Kelebihan berat badan adalah faktor risiko utama dari pradiabetes. Semakin banyak jaringan lemak yang Anda miliki—terutama di dalam dan antara otot dan kulit sekitar perut Anda—semakin resisten sel Anda terhadap insulin.

2. Ukuran pinggang

berat badan sulit turun

Lingkar pinggang yang besar dapat menunjukkan resistensi insulin. Risiko bertambah pada pria dengan pinggang lebih besar dari 100 cm dan untuk wanita dengan ukuran pinggang lebih besar dari 88 cm.

3. Gaya hidup

hidup sehat

Semakin Anda kurang aktif maka semakin besar risiko pradiabetes. Kegiatan fisik membantu Anda mengontrol berat badan, menggunakan gula sebagai energi dan membuat sel Anda lebih sensitive terhadap insulin.

4. Usia

orang tua panjang umur

Walaupun diabetes bisa berkembang pada usia berapa pun, risiko pradiabetes semakin meningkat saat Anda bertambah tua, terutama usia di atas 45 tahun. Ini mungkin disebabkan orang cenderung kurang berolahraga, kehilangan massa otot dan bertambahnya berat badan seiring bertambahnya usia. Risiko terkena kondisi ini juga akan meningkat bila orang tua atau saudara memiliki diabetes tipe 2.

6. Tidur

kurang tidur tekanan darah naik

Penelitian telah menghubungkan masalah tidur, seperti apnea tidur obstruktif, dengan peningkatan risiko resistensi insulin. Sleep apnea adalah gangguan tidur yang menyebabkan pernapasan menjadi terganggu beberapa kali saat tidur, menyebabkan kualitas tidur yang buruk. Orang-orang yang bekerja pada perubahan shift atau shift malam, mungkin menyebabkan masalah tidur, juga mungkin memiliki peningkatan risiko pradiabetes atau diabetes tipe 2.

Apa saja tes untuk mendiagnosis kondisi ini?

  • Tes hemoglobin terglikasi (A1C). Tes darah ini menunjukkan tingkat gula darah rata-rata selama dua sampai tiga bulan terakhir. Tes ini bekerja dengan mengukur persentase gula darah yang melekat pada hemoglobin, protein pembawa oksigen dalam sel darah merah. Semakin tinggi kadar gula darah Anda, semakin melekat gula pada hemoglobin yang Anda miliki.
  • Tes gula darah puasa. Sampel darah akan diambil setelah Anda berpuasa setidaknya delapan jam atau semalaman.
  • Tes toleran glukosa oral. Tes ini jarang digunakan untuk mendiagnosis diabetes kecuali selama kehamilan. Sampel darah akan diambil setelah Anda berpuasa setidaknya delapan jam atau semalaman. Kemudian, Anda akan minum larutan gula, dan kadar gula darah Anda akan diukur kembali setelah dua jam.

Bila kadar gula darah Anda normal, dokter mungkin akan merekomendasikan tes skrining setiap tiga tahun. Bila Anda memiliki pradiabetes, pemeriksaan lebih lanjut mungkin diperlukan. Sebagai contoh, dokter sebaiknya memeriksa gula darah puasa Anda, A1C, jumlah kolesterol, HDL kolesterol, densitas rendah lipoprotein (LDL) kolesterol dan trigliserida setidaknya setahun sekali, kemungkinan lebih sering bila Anda memiliki faktor risiko tambahan diabetes.

Apa yang harus saya lakukan untuk mengontrol pradiabetes?

Anda bisa mengembalikan kadar gula darah ke jangkauan normal dengan memilih gaya hidup yang lebih sehat. Walaupun ada beberapa orang yang terkena diabetes tipe 2 bahkan ketika mereka telah mengurangi berat badan, setidaknya Anda bisa menurunkan risiko.

Berikut beberapa rekomendasi yang dapat membantu Anda mencegah pradiabetes untuk berlanjut ke diabetes:

  • Makan makanan sehat
  • Mengurangi beberapa kg berat badan yang berlebih. Kehilangan 5% sampai 10% dari berat badan Anda bisa membuat perubahan besar.
  • Melakukan olahraga setiap hari. Pilihlah sesuatu yang Anda senang lakukan, seperti berjalan. Coba lakukan setidaknya 30 menit setiap hari, 5 hari dalam seminggu. Anda bisa memulainya dengan waktu yang lebih singkat dan perlahan-lahan tambah waktu Anda menjadi setengah jam bila Anda perlu. Periksa dengan dokter Anda sebelum melakukan lebih dari itu.
  • Berhenti merokok
  • Obati tekanan darah dan kolesterol tinggi
  • Minum obat sesuai petunjuk. Tergantung pada faktor risiko Anda lainnya, dokter mungkin meresepkan obat untuk menurunkan kolesterol atau tekanan darah atau untuk membantu mencegah diabetes.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca