Awas, Biduran yang Tak Sembuh Kunjung Sembuh Bisa Jadi Gejala Penyakit Ini

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 07/07/2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Apakah Anda pernah mengalami biduran? Tentu rasanya sangat gatal, bukan? Biduran yang dikenal dengan urtikaria dalam istilah medis merupakan masalah kulit yang bisa berkembang dengan cepat. Bagian tubuh yang sering terkena adalah wajah, badan, lengan, atau kaki.

Banyak orang menyepelekan kondisi ini. Padahal, para ahli menduga bahwa biduran bisa muncul karena kondisi kesehatan lainnya yang perlu diwaspadai, terlebih jika kondisi ini tak kunjung sembuh, alias kronis. Salah satunya adalah penyakit autoimun. Apa hubungannya, ya? Simak ulasan lengkap berikut ini

Sebenarnya apa itu biduran kronis?

Berdasarkan lama waktu timbulnya, biduran atau urtikaria terbagi menjadi dua, yaitu akut dan kronis. Urtikaria akut timbul dengan waktu kurang dari enam bulan. Sedangkan urtikaria atau biduran kronis sudah dialami lebih dari enam bulan atau sudah berkali-kali kambuh lagi. Berikut adalah pemicu dari urtikaria kronis:

  • Pada beberapa kasus, urtikaria kronis merupakan bagian dari alergi makanan. Misalnya kacang-kacangan, ikan, gandum, telur, atau susu dan produk-produk turunannya.
  • Pada kasus lain, alergi debu, tungau, atau serbuk sari bunga juga bisa turut memicu terjadinya urtikaria.
  • Pada beberapa orang, gigitan serangga juga dapat memicu timbulnya urtikaria.

Sayangnya, hingga saat ini kondisi kulit yang sudah sering menyerang banyak orang ini belum diketahui secara pasti penyebabnya. Selain alergi pada umumnya, para ahli meyakini bahwa biduran bisa disebabkan oleh suatu penyakit autoimun.

Penyakit autoimun terjadi ketika sistem imun (kekebalan tubuh) keliru menyerang sel-sel sehat yang ada di tubuh sendiri. Sistem imun Anda malah menganggap bahwa sel Anda adalah organisme asing yang berbahaya.

Bagaimana bisa urtikaria kronis dikaitkan dengan penyakit autoimun?

Salah satu penyakit autoimun yang paling banyak dikaitkan dengan kasus urtikaria/biduran kronis adalah penyakit tiroid. Penyakit tiroid sendiri adalah gangguan pada kelenjar tiroid yang menyebabkan ketidakseimbangan hormon.

Dalam penelitian, ditemukan bahwa sekitar 45 sampai 55 persen orang dengan urtikaria kronis memang punya masalah autoimun. Orang yang punya penyakit autoimun juga cenderung mengalami urtikaria yang jauh lebih parah dari orang pada umumnya. Selain penyakit tiroid, ada beberapa jenis penyakit autoimun lainnya yang ditunjukkan dengan gejala urtikaria. Misalnya rematik, diabetes tipe 1, lupus, penyakit Celiac, dan vitiligo.  

Biduran atau urtikaria sendiri adalah reaksi yang terjadi ketika tubuh menyerang antibodi khusus yang memang dihasilkan oleh sistem imun. Jadi, sistem kekebalan tubuh Anda malah berbalik menyerang dirinya sendiri. Karena itulah ada kaitan yang sangat erat antara urtikaria dengan berbagai macam penyakit autoimun.

Akan tetapi, para ahli belum memahami sepenuhnya mengapa sistem kekebalan tubuh seseorang bisa menyerang diri sendiri sehingga menyebabkan biduran.

Sebaiknya periksa ke dokter kalau Anda mengalami biduran kronis

Karena biduran kronis sangat erat kaitannya dengan penyakit autoimun, ada baiknya Anda segera periksa ke dokter kalau Anda mengalami biduran yang tidak sembuh-sembuh atau sering kambuh. Jangan disepelekan atau mengharapkan suatu hari kondisi tersebut akan hilang dengan sendirinya.

Semakin cepat Anda mendeteksi adanya masalah autoimun, gejala yang Anda alami juga bisa ditangani lebih cepat sebelum tambah parah.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengapa Kuku Bisa Cantengan dan Bagaimana Mengobatinya?

Kuku yang cantengan tak hanya mengerikan untuk dipandang mata, namun bisa terasa menyakitkan dan mungkin bernanah. Begini cara mengobatinya.

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Tips Sehat 08/07/2020 . Waktu baca 5 menit

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Mungkin Anda kaget saat tahu kalau kelopak mata bengkak tiba-tiba. Ada banyak hal yang bisa bikin kelopak mata Anda bengkak. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit

Umur Berapakah Sebaiknya Anak Laki-laki Disunat?

Momen anak disunat menjadi salah satu hal penting, khususnya di Indonesia. Tapi, dari sisi medis, kapan waktu yang tepat untuk melakukan sunat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat 07/07/2020 . Waktu baca 4 menit

8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

Banyak gejala penyakit yang sering kali kita abaikan karena terkesan remeh. Padahal, jika dibiarkan justru efeknya bisa fatal.

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 03/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kode wadah plastik pada makanan atau minuman

Apakah Wadah Plastik untuk Makanan Anda Aman Bagi Kesehatan? Cari Tahu Lewat Kode Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
tanggal kedaluwarsa

4 Fakta yang Perlu Anda Ketahui Seputar Tanggal Kedaluwarsa

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
botol plastik hangat

Amankah Minum Air dari Botol Plastik yang Sudah Hangat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
manfaat bersepeda

Yuk, Ketahui Beragam Manfaat Bersepeda Bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit