Apa itu anemia aplastik?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu anemia aplastik?

Anemia aplastik adalah kondisi kekurangan darah akibat ada kelaianan di sumsum tulang belakang. Sumsum tulang belakang ini fungsinya memproduksi sel darah baru. Ketika sumsum tulang rusak dan berhenti menghasilkan darah Anda bisa dikatakan mengaalami aneia aplastik.

Saat Anda menderita kondisi ini Anda risiko tinggi terkena infeksi, perdarahan yang tidak terkontrol, dan masalah jantung yang serius.

Seberapa umumkah anemia aplastik?

Anemia aplastik jarang terjadi. Meski begitu anemia aplastik adalah kelainan darah yang serius yang dapat terjadi pada semua usia. Penyakit ini paling sering muncul pada masa kanak-kanak atau pada usia 20-25 tahun. Penyakit ini juga dapat terjadi tiba-tiba atau perlahan-lahan. Jika Anda mengalami gejala dan tandanya, sangatlah penting untuk mendapatkan terapi medis yang tepat.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala anemia aplastik?

Beberapa gejala dan tanda anemia aplastik adalah:

1. Gampang capek

Orang dengan anemia aplastik akan kekurangan darah dan mengalami ciri-ciri gampang capek . Gejala ini hampir pasti dirasakan oleh orang dengan anemia. Kondisi gampang capek ini terjadi saat jumlah darah di dalam tubuh Anda sedikit.

Darah ini akan membawa hemoglonin berisi oksigen untuk jaringan dan organ tubuh agar bisa bekerja dengan baik. Ketika suplai darah tidak mencukupi, otomatis hemoglobin berisi oksigen yang harusnya ada di jaringan dan organ tubuh juga tidak ada dalam jumlah memadai.

Akhirnya, otot dan organ lainnya dalam tubuh Anda akan tidak maksimal kerjanya. Inilah yang membuat tubuh Anda rasanya jadi cepat lelah saat mengalami anemia aplastik.

2. Kulit wajah pucat

Warna kulit orang dengan anemia aplastik ada hubungannya dengan cukup tidaknya jumlah darah yang ada di dalam tubuhnya. Bagi orang yang mengidap anemia, kulitnya akan pucat kurang berseri. Hal ini isebabkan karena kurangnya darah di dalam tubuh. Warna darah yang berwarna merah punya andil dalam memberi warna kemerahan di kulit Anda.

Bagian kulit yang terlihat dampak pucatnya biasa ada di bagian wajah, gusi, bibir bagian dalam, kuku, bahkan kelopak mata. Apabila Anda terlihat pucat akibat kekurangan darah, biasanya sudah dalam tingkat anemia yang cukup parah.

3. Sakit kepala dan pusing

Sakit kepala dan sering merasa pusing juiga menjadi ciri-ciri anemia aplastik yang umum. Kondisi ini terjadi bukan tanpa sebab. Pasalnya, ketika kadar hemoglobin di dalam sel darah merah terlalu rendah, hemoglobin yang membawa oksigen tidak akan sampai ke otak.

Kekurangan oksigen ini dapat menyebabkan kepala terasa pusing. Pusing dapat jelas Anda rasakan saat posisi badan baru bangun berdiri dari duduk.

Sedangkan rasa sakit kepala ini terjadi saat pembuluh darah di kepala bengkak karena tubuh terus memompa darah yang kurang Pembuluh darah yang bengkak karena anemia ini akan menekan bagian lainnya di kepala sehingga muncul rasa sakit.

4. Sesak napas

Sesak napas karena kekurangan darah di dalam tubuh ini sebetulnya bukan gejala yang bisa langsung terjadi. Hal ini terjadi saat otot di tubuh Anda kekurangan oksigen sementara tubuh Anda tetap harus beraktivitas.

Misalnya saat anemia, Anda harus beraktivitas normal seperti berjalan kaki ke halte bus, naik turun tangga kantor, hingga sekadar bersih-bersih rumah. Ketika kadar oksigen berkurang, tubuh akan berusah kerasa mendapatkannya hingga cukup.

Alhasil, laju pernapasan Anda jadi semakin cepat dan meningkat demi mendapatkan oksigen yang cukup saat beraktivitas. Anda pun mengalami sesak napas meski cuma melakukan aktivitas yang tidak terlalu berat.

5. Jantung berdebar cepat

Jantung yang terasa berdebar bisa disebut sebagai palpitasi. Jantung berdebar bisa digambarkan ketika detak jantung terlalu cepat, melebihi kondisi normal. Kondisi ini terjadi ketika jantung bekerja ekstra memompa darah agar semua organ dan jaringan tubuh mendapat oksigen yang cukup. Ini bisa terjadi ketika Anda sudah lama mengidap anemia.

6. Kulit, kuku, rambut kering

Kulit yang kering, kuku gampang patah, dan rambut yang rapuh serta mudah rontok bisa menjadi tanda bahwa tubuh kekurangan darah. Ini disebabkan karena oksigen yang di bawa darah ke tubuh Anda cukup jumlahnya.

Kurangnya pasokan oksigen ini akan berdampak membuat jaringan di seluruh tubuh termasuk kulit, kuku dan rambut jadi lemah. Akhirnya, organ seperti kuku dan rambuit mudah patah. Sedangkan rambut jadi gampang rontok karena asupan darah yang berkurang ke kepala.

Gejala lainnya, apabola anemia aplastik sudah parah:

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala berikut ini:

  • Mengalami gejala yang menetap dan memburuk
  • Nyeri dada parah
  • Sering sesak napas
  • Lemas terus menerus
  • Gusi gampang berdarah

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab anemia aplastik?

Penyebab utama anemia aplastik adalah kerusakan sumsum tulang belakang. Ini terjadi karena sel pembentuk darah normal (sel punca) diganti oleh sel lemak abnormal.

Anemia aplastik adalah kondisi berbahaya, tetapi bukan kanker. Kondisi ini serius kelainan sumsum tulang belakang bisa menyebabkan tubuh kekurangan sel-sel darah sehat yang sangat sedikit.

Tanpa jumlah sel darah yang cukup, orang dengan kondisi ini dapat mengalami anemia parah. Dampaknya, ia akan mudah capek karena kekurangan sel darah merah rendah dan gampang sakit karena sel  darah putihnya sedikit.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk anemia aplastik?

Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan kerusakan sumsum tulang belakang baik sementara ataupun permanen. Berbagai faktor yang dapat menyebabkan anemia aplastik adalah

  • Radiasi dan kemoterapi. Terapi ini membantu membunuh sel kanker namun terapi ini juga dapat membunuh sel-sel sehat, termasuk sumsum tulang belakang. Anemia aplastik merupakan efek samping yang biasa terjadi sementara dan dapat sembuh kembali setelah terapi
  • Paparan terhadap bahan kimia beracun. Bahan kimia beracun misalnya benzene (kandungan yang biasa terdapat pada bensin) dan pembunuh serangga (DDT)
  • Penggunaan obat tertetu. Terdapat beberapa obat rheumatoid arthritis dan antibiotik yang dapat menyebabkan anemia aplastik. Diskusikan dengan dokter dan apoteker untuk informasi lebih lanjut
  • Infeksi virus. Ada beberapa infeksi virus yang dapat mempengaruhi sumsum tulang belakang. Infeksi tersebut antara lain hepatitis, HIV, Epstein-Barr dan cytomegalovirus
  • Kelainan autoimun. Penyakit autoimun dapat menyerang sel-sel sehat Anda, termasuk sumsum tulang belakang.

Diagnosis

Bagaimana cara mendiagnosis anemia aplastik?

Anemia aplastik adalah kondisi yang dapat didiagnosis dengan cara berikut ini:

1. Tes hitung darah
Langkah pertama dalam diagnosis anemia ini adalah dengan adalah tes darah sederhana (full blood count) atau hitung darah lengkap (complete blood count). Tes untuk mendiagnosis anemuia ini akan dilakukan dengan cara mengambil sampel darah dari pembuluh darah Anda. Sampel darah akan dikirim ke laboratorium untuk diselidiki dan menghitung jumlah darah.

2. Pemeriksaan sumsum tulang
Jika hasil tes darah Anda menunjukkan bahwa Anda mungkin memiliki anemia aplastik, biopsi sumsum tulang mungkin diperlukan untuk membantu meyakinkan diagnosis.

Biopsi sumsum tulang dilakukan dengan cara mengambil sampel sumsum tulang Anda, biasanya di bagian belakang tulang pinggul. Setelah sampel diambil, dokter akan mengirimkannya ke laboratorium untuk diperiksa di bawah mikroskop.

Biopsi sumsum tulang dapat dilakukan di ruang hematologis, klinik atau pusat prosedur yang membutuhkan waktu sehari. Sebelum melakukan pengambilan sampel, biasanya Anda akan diberikan anestesi lokal sedasi lewat tablet atau melalui tetesan kecil di lengan Anda.

Sampel sumsum tulang akan diperiksa di laboratorium untuk menentukan jumlah dan jenis sel yang ada serta jumlah aktivitas hemopoiesis (pembentuk darah) yang terjadi di sana. Pasien yang positif dengan anemia aplastik akan mengalami penurunan jumlah sel darah putih, sel darah merah, dan trombosit dalam tubuhnya.

3. Tes lainnya

Selain kedua tes di atas, dokter akan menyarankan Anda melakukan serangkaian tes pendukung lain untuk melihat dengan jelas penyakit yang Anda miliki.

Tes lebih lanjut dapat dilakukan untuk memberikan informasi tentang kesehatan umum Anda dan bagaimana organ vital Anda berfungsi setelah ada kemungkinan terkena anemia.

Rangkaian tes pencitraan seperti tes X-ray, scan, dan EKG akan memberikan garis dasar apa yang menyebabkan anemia aplastik terjadi.

Pada tes pendukung ini dokter juga mungkin mendapatkan hasil kesehatan lain yang bisa dicegah sebelum anemia Anda menyebabkan komplikasi. Tes tambahan juga memungkinkan dokter spesialis yang menangani Anda  untuk mendiagnosis tingkat keparahan anemia yang Anda alami.

Anemia aplastik dapat diklasifikasikan sebagai berat atau ringan. Anemia berat memerlukan perawatan segera dan Anda atau dokter yang merawat anak Anda akan mendiskusikan opsi perawatan dengan Anda.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk anemia aplastik?

Terapi untuk anemia aplastik bertujuan untuk mengurangi gejala, mencegah komplikasi, serta meningkatkan kualitas hidup. Pilihan terapi untuk anemia aplastik adalah:

1. Transfusi darah

Transfusi darah bisa menjadi penanganan utama untuk anemia aplastik yang gejalanya menyebabkan perdarahan hebat. Perlu diingat, transfusi darah bukan obat untuk anemia aplastik.

Perawatan ini berfungsi untuk meredakan gejala-gejala yang muncul di tubuh akibat suplai dan jumlah darah yang berkurang kaibat kelainan sumsum tulang belakang Anda. Transfusi dapat meliputi:

  • Sel darah merah dapat ditransfusi untuk meningkatkan jumlah sel darah merah. Ini membantu meringankan anemia yang gejalanya berupa kelelahan.
  • Trombosit juga dapat ditransfusi ke tubuh Anda untuk membantu mencegah perdarahan yang berlebihan.

Meskipun umumnya tidak ada batasan seberapa banyak transfusi sel darah dapat dilakukan, namun kadang apabila berlebihan dapat menyebabkan komplikasi.

Sel darah merah yang ditransfusikan umumnya mengandung zat besi yang dapat menumpuk di tubuh Anda dan dapat merusak organ vital jika tidak di netralisir jumlahnya. Untuk itu, dokter akan mencegah kelebiha zat besi dalam darah dengan meresepkan obat pengurang zat besi.

2. Transplantasi sumsum tulang belakang

Transplantasi sumsum tulang  adalah terapi yang dapat dilakukan bagi penderita anemia aplastik. Porseudr ini dilakukan dan darah menggantikan sel induk yang rusak dengan sel sehat dari pendonor. T

erapi ini merupakan terapi terbaik untuk anak kecil dan dewasa muda dengan anemia aplastik berat. Pendonor pun biasanya didapatkan dari saudara kandung pasien.

Setelah pendonor yang cocok telah ditemukan, sumsum tulang orang anemia aplastikk akan diradiasi atau kemoterapi. Sel-sel induk yang sehat dari pendonor akan disaring dari darah. Lalu sel-sel induk yang sehat disuntikkan  ke dalam aliran darah Anda. Di mana nanti sel sehat ini

bermigrasi ke rongga sumsum tulang dan mulai menghasilkan sel-sel darah baru. Prosedur ini membutuhkan waktu lama untuk opname ldi rumah sakit. Setelah transplantasi, Anda akan minum obat untuk membantu mencegah penolakan sel induk dari pendonor.

Transplantasi sel induk bukanlah perawatan tanpa risiko. Ada kemungkinan tubuh Anda dapat menolak transplantasi yang berdampak pada komplikasi yang mengancam jiwa.

3. Terapi obat

Antibiotik adalah obat yang akan diresepkan pada orang anemia aplastik, karena tubuh pasien mudah terkena infeksi dan agak sulit untuk disembuhkan.

Ini disebabkan karena sumsum tulang belakang tidak cukup memiliki  sel drah putih yang bekerja sebagai sistem kekebalan tubuh untuk melawan infeksi. Antibiotik hanya akan diresepkan apabila sistem kekebalan tubuh Anda sangat lemah.

Hydroxyurea adalah obat untuk orang anemia aplastik yang berguna untuk mencegah tubuh terus menerus membutuhkan transfusi darah. Obat ini juga bekerja merangsang produksi hemoglobin janin yang dapat membantu mencegah pembentukan sel darah sabit. 

Imunosupresan juga akan diresepkan untuk orang-orang yang tidak dapat menjalani transplantasi sumsum tulang. Orang dengan anemia aplastik akibat kelainan imun juga bisa diberikan obat ini dalam perawatannya.

Obat-obatan imunosupresan yang diberikan contohnya seperti cyclosporine (Gengraf, Neoral, Sandimmune) dan anti-thymocyte globulin, Obat-obatan ini dapat menekan aktivitas sel kekebalan tubuh yang merusak sumsum tulang Anda. Ini membantu kondisi sumsum tulang Anda kembali pulih dan menghasilkan sel darah baru.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi anemia aplastik?

Beberapa gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi anemia aplastik adalah:

  • Minumlah obat yang telah diresepkan dokter.
  • Lakukan pemeriksaan laboratorium secara rutin sesuai dengan anjuran dokter Anda.
  • Istirahat yang cukup.
  • Hindari infeksi dengan mencuci tangan Anda sesering mungkin dan olah makanan Anda dengan baik.
  • Hindari olahraga kontak fisik untuk menghindari memar serta perdarahan di dalam.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Direview tanggal: September 22, 2016 | Terakhir Diedit: Oktober 31, 2019

Sumber
Artikel sejenis
anemia defisiensi besi adalah
Pelajari
Anemia Defisiensi Besi
penyakit anemia adalah
Pelajari
Anemia
pentingnya folat sebelum hamil
Pelajari
Anemia Defisiensi B12 Dan Folat
anemia sel sabit
Pelajari
Anemia Sel Sabit
Yang juga perlu Anda baca