3 Prinsip Utama Mencegah Kecacatan Akibat Kusta Sebelum Terlambat

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15 November 2019 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Kusta merupakan salah satu penyakit yang ditakuti karena dapat menyebabkan kecacatan fisik permanen. Saat ini, Indonesia menempati urutan ketiga setelah India dan Brasil sebagai negara dengan temuan kasus baru penyakit kusta terbanyak pada tahun 2015. Risiko komplikasi cacat akibat kusta dapat dicegah dengan diagnosis dini dan pengobatan yang tepat. Berikut yang bisa Anda lakukan.

Tips mandiri mencegah komplikasi cacat akibat kusta

Sampai dengan saat ini belum ada vaksin untuk mencegah kusta. Diagnosis dini dan pengobatan yang tepat merupakan pencegahan yang paling baik untuk mencegah cacat akibat kusta dan mencegah infeksinya meluas ke bagian tubuh lain.

Selain itu, Anda juga bisa melakukan deteksi dini di rumah dengan prinsip 3M (Memeriksa, Melindungi, dan Merawat diri). Maka bila Anda mulai mengamati adanya gejala baru atau tanda kecacatan, Anda bisa langsung periksakan ke dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

Seperti apa prinsip 3M itu?

1. Memeriksa

Risiko komplikasi cacat akibat kusta bisa terjadi pada bagian tubuh manapun. Namun memang, “target” yang paling umum adalah mata, tangan, dan kaki. Untuk itu, Anda harus rutin memeriksa setiap jengkal tubuh Anda terhadap tanda-tanda yang mencurigakan.

Periksa mata dan wajah

Sering-seringlah bercermin untuk memeriksa apakah ada perubahan pada mata. Bakteri penyebab kusta yang sudah menyebar ke mata dapat menyebabkan warna kornea mata mengeruh, peradangan pada iris yang menyebabkan mata tampak kemerahan, hingga menyebabkan alis dan bulu mata rontok.

Kelumpuhan otot akibat cacat kusta juga dapat menyebabkan kelopak mata tidak dapat tertutup rapat. Jadi, perhatikan benar tanda-tandanya. Sembari masih berkaca, cek juga apakah ada perubahan pada wajah Anda. Infeksi kusta tahap lanjut dapat “menggerogoti” tulang hidung sehingga pangkal hidung tampak masuk ke dalam (hidung pelana).

Periksa tangan dan jari-jari

Gejala awal dan yang paling khas dari penyakit kusta adalah bercak-bercak kulit kering berwarna putih mirip panu, yang terasa baal (kebas/mati rasa) saat disentuh. Bercak ini juga dapat disertai bintik atau pembengkakan.

Sensasi kebas ini membuat Anda bisa terlambat atau sama sekali tidak menyadari ketika terluka, misalnya tertusuk benda tajam. Karena tidak merasakan sensasi apapun, Anda bahkan bisa menghiraukan luka tersebut sampai memburuk menjadi sebuah infeksi baru. Jika infeksi sudah terlalu parah, bagian tubuh tersebut harus segara diamputasi agar tidak memengaruhi daerah tubuh lainnya.

Nah, sering-seringlah memeriksa kondisi tangan dan jari-jari Anda. Teliti setiap jengkal lengan, apakah ada luka atau lecet. Sekecil apa pun luka atau lecet itu, jangan diabaikan.

Selain memeriksa adanya luka dan infeksi, amati juga apakah lengan atau jari-jari Anda masih bisa berfungsi dan digerakkan dengan baik. Bakteri penyebab kusta dapat menyerang otot-otot lengan, menyebabkan otot melemah atau bahkan lumpuh. Waspadai jika jari-jemari termasuk pergelangan tangan Anda menjadi lunglai dan tidak bisa diluruskan.

Pada kusta stadium lanjut yang tidak diobati, penyebaran bakteri ke tulang menyebabkan ujung-ujung jari tangan atau kaki meruncing.

Periksa kaki dan jari-jari

Sama seperti tangan, bercak putih kering yang terasa kebas khas kusta juga dapat muncul di kaki. Oleh karena itu, jangan lalai untuk cek dan ricek setiap centi permukaan kaki Anda, termasuk sela-sela jari dan telapak kaki Anda. Teliti juga apakah ada tanda-tanda luka atau infeksi.

Selalu coba gerakkan tungkai kaki Anda untuk memastikan otot-otot kaki Anda masih berfungsi baik. Kerusakan otot akibat infeksi bakteri kusta dapat menyebabkan otot-otot kaki melemah bahkan lumpuh, hingga jari-jari kaki membengkok dan kaki Anda pada akhirnya menjadi semper.

Jika kaki semper dibiarkan terus tergantung, otot pergelangan kaki bagian belakang akan memendek sehingga kaki itu tidak bisa diangkat. Jari-jari kaki akan terseret dan menyebabkan luka.

Periksa kulit tubuh

Amati di mana saja bercak kulit putih muncul di sekujur tubuh Anda, apakah bercak tersebut meluas atau malah meretak terbuka. Periksa juga apakah ada tanda-tanda memar, luka lecet, luka borok, kulit menebal yang terinfeksi. Jangan lupakan bagian punggung yang mungkin sulit terlihat. Sekecil apapun lukanya, jangan diabaikan.

penularan kusta

2. Merawat

Perawatan tubuh untuk mencegah cacat akibat kusta tergantung dari gejala yang Anda rasakan. Jika Anda mulai merasakan mata Anda kering dan memerah, gunakan obat tetes mata yang mengandung saline (air garam). Saat sedang istirahat, tutup mata dengan kain lembut yang basah.

Untuk kulit kering, Anda bisa merendam tangan dan kaki Anda selama 20 menit setiap hari di dalam air. Langsung gosok lembut bagian kulit yang direndam tanpa dikeringkan terlebih dahulu. Anda juga bisa melembapkan kulit kering dengan rutin mengoleskan minyak kelapa atau minyak zaitun.

Jika ada luka atau lecet sekecil apapun, segera bersihkan luka dengan sabun dan obati sebelum terlambat. Setelahnya, tutup luka dengan perban atau kasa. Jika ada memar, istirahatkan bagian tersebut itu sampai sembuh. Anda bisa oleskan salep khusus untuk mengobati memar.

Untuk mencegah otot-otot anggota gerak Anda kaku, sering-seringlah menggunakan tangan dan kaki untuk meluruskan sendi-sendi yang bengkok. Anda juga dapat melakukan beberapa kegiatan ini untuk mecegah kekakuan menjadi lebih parah:

  • Taruh tangan di atas paha, luruskan dan bengkokkan jari berulang kali.
  • Pegang ibu jari dengan tangan lain dan gerakkan sendi supaya tidak kaku.
  • Jika ada kelemahan pada jari tangan, kuatkan dengan cara taruh tangan di meja atau paha, pisahkan dan rapatkan jari berulang kali. Ikat jari dengan 2-3 karet gelang, lalu pisahkan dan rapatkan jari berulang kali (dari jari telunjuk sampai jari kelingking).

Untuk perawatan kaki:

  • Duduk dengan kaki lurus ke depan. Pakailah kain panjang atau sarung yang disangkutkan pada bagian depan kaki dan tarik ke arah tubuh.
  • Ikatlah karet (dari ban dalam) pada tiang atau kaki meja, dan tarik tali karet itu dengan punggung kaki, lalu tahan beberapa saat dan kemudian ulangi beberapa kali.
  • Istirahatkan bagian kaki yang kulit telapaknya menebal atau sedang terluka agar tidak menjadi infeksi. Jangan dijadikan pijakan saat berjalan. Anda bisa menggunakan tongkat untuk menyeimbangkan jalan Anda.

3. Melindungi diri

Goresan kain baju, sarung bantal, tangan, daun, debu, rambut, asap dan lain-lain dapat merusak mata. Akibatnya, mata rentan memerah, meradang, dan terinfeksi yang berisiko mengakibatkan kebutaan. Untuk mencegah kerusakan mata, lindungi mata dengan kacamata hitam dari angin, debu, dan polusi yang dapat melukai mata atau membuat mata kering. Hindari juga terlalu lama beraktivitas di lingkungan berdebu, misalnya mencangkul tanah kering, menuai padi, menggiling padi, bakar sampah, dan lain-lain.

Untuk melindungi tangan dan kaki dari kemungkinan terluka saat beraktivitas, Anda bisa memakai pakaian yang sesuai. Misalnya, lengan dan celana panjang, sarung tangan, kaos kaki, dan sepatu yang menutup keseluruhan kaki, seperti sepatu boot.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pityriasis Rosea

Pityriasis rosea adalah ruam gatal-gatal yang berbentuk lingkaran atau oval, berukuran sekitar 2,5-5 cm, di dada, perut, atau punggung.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan Kulit, Penyakit Kulit Lainnya 30 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit

Lichen Planus

Lichen planus adalah penyakit kulit berupa peradangan kronis yang menyerang kulit, kuku, dan lapisan mulut. Apakah kondisi ini menular?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Kesehatan Kulit, Penyakit Kulit Lainnya 26 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit

Tahi Lalat

Tahi lalay adalah penyakit. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan, obat, diet, serta cara mengontrol dan mencegah tahi lalat di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Kulit, Penyakit Kulit Lainnya 26 Desember 2020 . Waktu baca 9 menit

Keratosis Pilaris (Penyakit Kulit Ayam)

Keratosis pilaris atau penyakit kulit ayam adalah kondisi kulit yang kering, kasar, dan muncul benjolan-benjolan kecil dan keras.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Kulit, Penyakit Kulit Lainnya 26 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit



Direkomendasikan untuk Anda

penyakit kuku paronikia paronychia

Paronikia

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 8 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit
impetigo, masalah penyakit dan gangguan kulit

Impetigo

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 3 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit

Pruritus

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 3 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
heloma

Heloma

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 2 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit